MOJOK.CO – Artikel ini didedikasikan untuk para wartawan dan peneliti yang suka geli dengerin suara sendiri pas nranskrip rekaman. 

Menyanyi sendiri adalah kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan tapi belum tentu untuk yang mendengarkan. Karena itu, punya suara bagus adalah impian banyak orang. Nggak punya suara bagus pun nggak menghentikan orang untuk bernyanyi, tanya Hindia kalau nggak percaya.

Tapi pernah nggak sih kalian mendengarkan suara sendiri kalian dan langsung sedih karena suara kita ternyata tidak sebagus yang kita bayangkan? Misalnya, kamu pikir kamu punya suara sebagus Josh Groban atau segagah Jon Bernthal, tapi kenyataannya suaramu lebih mirip SpongeBob.

Kenapa bisa suara kita kenyataannya berbeda dengan apa yang kita dengar dan kita punya tendensi untuk tidak menyukainya?

Suara yang kita dengar dari mulut kita itu adalah suara yang diantarkan dengan udara langsung menuju telinga. Memang suara diantarkan dengan udara, namun frekuensi yang ditangkap telinga berbeda dengan yang dikeluarkan mulut. Frekuensinya cenderung lebih rendah, maka kita berpikir bahwa suara kita agak lebih nge-bass dibanding aslinya.

Ketika direkam, mikrofon menangkap frekuensi yang kurang lebih sama dengan yang dikeluarkan oleh mulut kita. Maka kemungkinan suara kita yang asli berbeda dengan yang diterima oleh perekam atau mikrofon itu kecil. Bukan hal yang mengejutkan kalau kita kaget terhadap suara sendiri yang berbeda dari yang selama ini kita pikir.

Untuk mendengarkan suara asli kita, sebenarnya ada metode yang bisa kita lakukan tanpa menggunakan perekam dan mikrofon, seperti langkah di bawah ini. Singkatnya, letakin deh tanganmu kayak pose di thumbnail video di bawah, terus ngomong. Dijamin suaramu akan kedengeran beda.

Lalu kenapa kita punya tendensi untuk tidak menyukai suara kita sendiri?

Sebenarnya kita termakan ekspektasi kita sendiri. Kita berpikir bahwa suara kita merdu itu lumrah. Kita pikir kita sudah bernyanyi dengan nada yang pas, atau suara kita tidak seburuk kedengarannya. Padahal yang terjadi bisa sebaliknya karena kita menanamkan kepercayaan bahwa suara kita bagus.

Suara yang asli punya frekuensi yang lebih tinggi atau cempreng dibanding yang kita dengar, tidak heran jika Anda kaget dan cenderung ilfil sama suaramu sendiri. Suara kita punya peranan besar dalam membentuk identitas kita, dan kita cenderung tidak suka orang tidak melihat diri kita berbeda dengan apa yang kita pikir.

Apakah ketika kita punya suara yang menurut kita jelek itu membuat tidak bisa melakukan hal yang hebat, misalnya bernyanyi? Enggak juga. Menyanyi butuh teknik, dan teknik itulah yang membuat kalian bisa bernyanyi. Nggak ada suara yang jelek, adanya suara yang fals. Biar nggak fals ya dilatih.

Karena sudah tahu perbedaannya, maka jangan lagi kaget kalau ada orang yang bilang kalau suaramu A, padahal menurutmu B. karena berhubungan dengan identitas diri, ada baiknya untuk menerima diri apa adanya. Tapi bukan berarti kalau suaramu tidak sebagus apa yang kamu pikir itu bakal menghambat potensimu. Potensi hidupmu nggak hanya masalah suara, tapi bisa dalam bentuk lain.

Dodol ciu, misale.

BACA JUGA Konten adalah Kunci, Tapi Nggak Ngambil Foto Orang Meninggal Juga Kali dan juga artikel menarik lainnya di POJOKAN.