MOJOK.CO Banyak aplikasi yang terlihat membantu, tapi justru pelan-pelan mengambil data penting. Aplikasi pencari kontak macam Getcontact dan Truecaller adalah contoh aplikasi yang terlihat membantu, tapi diam-diam mencuri datamu.

Anda pasti sudah memenangkan banyak undian bernilai ratusan juta dari banyak bank. Saya tahu itu karena Anda pasti menerima banyak SMS yang berisi pemberitahuan bahwa Anda baru saja memenangkan undian senilai ratusan juta. Anda juga pasti dapat banyak tawaran tentang kredit bunga 0 persen atau tawaran kartu kredit.

Pesan-pesan menyebalkan yang bisa masuk lebih banyak dibanding chat dari gebetanmu itu adalah akibat penjualan data pribadi kita. Paling ringan paling ya gangguan tiba-tiba macam ditawari kredit hape atau SMS penipuan. Paling parah bisa berupa penggunaan data pribadi untuk pinjaman online.

Semua itu bisa terjadi karena pencurian data pribadi yang terjadi karena kita mengunggah informasi kita untuk banyak keperluan. Salah satunya karena kita menginstal aplikasi yang meminta akses terhadap data hape kita.

Pernah dengar Truecaller dan Getcontact? Kedua aplikasi itu adalah aplikasi yang membantu kita untuk melacak pemilik nomor yang menghubungi kita. Biasanya ketika kita dihubungi nomor yang tidak terdaftar, kita penasaran untuk tahu itu nomor siapa.

Aplikasi tersebut membantu kita melacak nomor tersebut. Tapi masalahnya adalah, selain melacak nomor, aplikasi tersebut mengambil data kontak kita dan disimpan di dalam database mereka yang tidak terenkripsi.

Baca juga:  Mengintip Data Pribadi Pengguna yang Direkam Facebook Secara Otomatis

Aplikasi tersebut tidak hanya mencuri datamu, tapi juga mencuri data kontak yang ada di hapemu. Cara mereka mencuri informasi adalah dengan melacak informasi tiap kontak yang ada di hapemu dan mengirimkannya ke server mereka. Yang parah adalah Truecaller memberikan informasimu kepada pihak ketiga untuk dikirimi iklan dan promosi, yang berarti informasimu tidak hanya disimpan oleh Truecaller, tapi juga aplikasi lain.

Database Truecaller sempat diretas oleh Syrian Electronic Army (SEA). Entah apakah kata “diretas” itu tepat mengetahui bahwa database Truecaller tidak terenkripsi, semacam dibiarkan tanpa pengamanan. Bisa dibilang SEA dapat informasi ratusan juta penduduk dunia secara cuma-cuma hanya lewat aplikasi yang kita kira membantu kita.

Aplikasi yang kita unduh sering kali “memaksa” kita menyerahkan data kita. Jika tidak diizinkan, kita tidak bisa mengakses aplikasi tersebut. Meski beberapa aplikasi memang terkenal aman dan tidak meminta data aneh-aneh dari kita, namun hal itu tidak berarti ancaman tidak akan datang.

Kedua aplikasi tersebut adalah contoh di mana aplikasi yang sekiranya kita pasang untuk membantu kita, namun justru membuat kebebasan kita jadi barang dagangan. Kita tidak akan aman dari SMS penipuan dan juga promosi tidak penting yang menghujani kita berkali-kali karena pencurian data dari aplikasi.

Apakah datamu aman kalau tidak memasang Truecaller atau aplikasi serupa? Sayangnya tidak. Ketika salah satu temanmu yang menyimpan kontakmu punya Getcontact, Truecaller atau aplikasi serupa, datamu otomatis dilacak dan dimiliki siapa pun yang bekerja sama dengan mereka. Entah kau mahasiswa biasa tukang rebahan atau bahkan menteri sekalipun tak akan aman dari pencurian data.

Baca juga:  Mengintip Data Pribadi Pengguna yang Direkam Facebook Secara Otomatis

Yang bisa kita lakukan sekarang adalah berhati-hati saat meng-install aplikasi dan membaca terms and conditions. Saya tahu itu panjang, tapi untuk proteksi, tidak ada yang cukup berlebihan. Beri tahu orang tua kita jika mereka belum paham bahayanya, dan untuk tidak percaya tiap SMS yang masuk karena mereka mengincar kelengahan kita.

BACA JUGA Apa itu Jaringan 5G dan Perlukah Membeli Hape 5G di Indonesia? Dan juga artikel menarik lainnya di KONTER.




Tirto.ID
Loading...