Bagi anak-anak kecil di Jakarta, lirik lagu anak-anak “becak, becak, coba bawa saya…” tentu adalah lirik yang sama sekali susah untuk dipahami dan dimengerti, maklum saja, sebab di Jakarta, becak memang sudah lama dilarang keberadaannya. Ia dilarang sejak zaman Gubernur DKI ke-12 Wiyogo Atmodarminto melalui Perda Nomor 11 Tahun 1988 tentang Ketertiban Umum yang disusul revisi menjadi Perda Nomor 11 Tahun 1998 dan terakhir kembali direvisi menjadi Perda Nomor 8 Tahun 2007.

Adalah Anies Baswedan, sosok yang mungkin akan memberi kesempatan anak-anak Jakarta untuk bisa kembali mengingat becak.

Beberapa waktu yang lalu, Gubernur Jakarta ini berencana akan menghidupkan kembali becak di Jakarta. Rencana itu disampaikan saat meluncurkan program Community Action Plan (CAP) hari Minggu 14 Januari lalu.

“Becak ini tidak akan ada kalau tidak ada kebutuhan atas becak. Kalau nggak ada yang naik becak, nggak akan ada abang becak yang nawarin. Kenapa ada abang becak? Karena ada kebutuhan. Sekarang ada ojek macam-macam. Tapi untuk angkutan lingkungan, maka kita akan segerakan,” kata Anies Baswedan.

Menurut Anies, nantinya becak-becak ini hanya akan beroperasi di wilayah perkampungan, tidak di jalan-jalan raya apalagi jalan protokol. Selain itu, jumlahnya juga akan dibatasi.

“Mungkin membayangkannya ya, (becak) muncul di Jl Thamrin, muncul di Jl Sudirman, nggak. Ini ada di dalam kampung, di wilayah kampung,” jelas Anies.

Walaupun banyak mendapat nyinyiran di media sosial, namun ini tentu sebuah rencana yang patut diapresiasi. Sukur-sukur penataannya bisa dibikin seperti di Jogja, yang becak dan andongnya harus punya plat nomor sendiri dan penunggangnya juga punya surat ijin mengemudinya sendiri.

Dan yang jelas, jika nanti becak-becaknya sudah beroperasi, tugas penting Anies dan Dishub adalah memastikan becak yang ada tetap menjadi becak.

Maklum, di beberapa daerah, becak banyak dimodifikasi menjadi bentor becak motor, yang kecepatannnya tak jauh berbeda dengan kendaraan bermotor biasa, tapi yang pakai helm cuma pengendarannya, padahal yang punya potensi untuk modar duluan kalau terjadi kecelakaan adalah penumpangnya yang duduk di depan.

Yah, sekarang becak. Tahun depan Insya Alloh oplet hidup lagi.

Becak anies sandi

Komentar
Add Friend
No more articles