Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Jangan Terlalu Ngoyo Pak Gatot Nurmantyo

Redaksi oleh Redaksi
8 Oktober 2017
A A
gatot nurmantyo
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tentu sangat boleh bagi Anda untuk membantahnya, namun yang jelas, manuver-manuver yang selama ini dilakukan oleh Panglima TNI Gatot Nurmantyo dalam beberapa waktu terakhir ini memang susah untuk tidak disebut sebagai langkah politik.

Wajar, sebagai seorang Panglima TNI yang sedang moncer dan dielu-elukan oleh banyak orang, tentu tak salah jika Pak Gatot juga punya hasrat untuk mengincar peruntungan jabatan yang lebih dari sekadar Panglima TNI. Yah, bisa menteri, wakil presiden, atau bahkan presiden.

Berpolitik adalah pilihan yang beralasan bagi seorang Gatot. Terlebih, sudah mulai ada beberapa partai yang tertarik untuk memfasilitasi. Golkar bahkan dengan terbuka sudah menyatakan bersedia menampung Gatot Nurmantyo jika sang Jenderal ingin terjun ke dunia politik.

“Kalau setelah menjadi Panglima ingin mengabdi ke masyarakat dengan berpartisipasi ke dunia politik, Golkar tentu siap menampung,” begitu kata Komisi I DPR fraksi Golkar Bobby Adhityo Rizaldi.

Sayang, langkah Gatot Nurmantyo untuk menuju tampuk jabatan yang lebih tinggi agaknya bakal penuh tantangan. Sebab, walau sudah terbukti didukung oleh banyak orang, namun ternyata, elektabilitas Gatot masih sangat rendah.

Berdasarkan survey kekuatan kandidat bakal capres 2019 yang dirilis oleh Media Survei Nasional (Median) beberapa waktu yang lalu, elektabilitas Pak Jenderal hanya 2,8 persen. Itu angka yang masih jauh bila dibandingkan dengan nama-nama pesaing utama seperti Jokowi (36,2 persen), Prabowo (23,2 persen), SBY (8,4 persen), atau Anies Baswedan (4,4 persen).

Survey dari SMRC malah lebih parah bagi Gatot, sebab elektabilitas Gatot hanya 0,3 persen.

Tapi, namanya dunia politik. Selalu penuh dengan ketidakpastian. Yah, siapa tahu, sekarang elektabilitasnya nol koma, tahun depan sudah empat puluh koma. Ya siapa tahu.

Yang paling penting, jangan terlalu ngoyo untuk masuk persaingan politik yang sudah terkenal kejam. Apalagi Pak Gatot boleh dibilang adalah pemula. Belum pernah bertarung dalam medan politik yang nyata seperti Agus Yudhoyono.

Selow saja. Kalau ndilalah tahun 2019 jadi, ya alhamdulillah. Tapi kalau ndilalah nggak jadi, ya nggak apa-apa. Minimal bisa jadi bekal buat 2024. Kalau 2024 masih nggak jadi, ya nggak apa-apa, minimal bisa jadi bekal buat 2029.

Begitu seterusnya, sampai Pak Gatot ilang nafsunya.

Gatot nurmantyo

Terakhir diperbarui pada 8 Oktober 2017 oleh

Tags: elektabilitasGatotjokowipresidenTNI
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Doktor termuda di UGM, Jogja ingin jadi presiden. MOJOK.CO
Sosok

Doktor Termuda UGM Usia 25 Tahun Ingin Jadi Presiden RI, Meneruskan Sepak Terjang BJ Habibie di Bidang Eksakta

6 November 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Pemerintah Tolak Uji Formil UU TNI, Bukti Suara Rakyat Tak Dianggap dan Cuma Fasilitasi Kepentingan Kekuasaan.MOJOK.CO
Kabar

Pemerintah Tolak Uji Formil UU TNI, Bukti Suara Rakyat Tak Dianggap dan Cuma Fasilitasi Kepentingan Kekuasaan

25 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tren selebrasi di panggung wisuda seperti minta difotoin rektor ala wisudawati UINSA: mengejar atensi maya hingga pergeseran batas hierarki formal MOJOK.CO

Difotoin Rektor: Selebrasi Wisuda biar Berkesan, Atensi Maya, dan Pergeseran Batas Hierarki Formal

30 Juli 2026
Korupsi makin parah, MUI dorong hukuman mati bagi koruptor MOJOK.CO

Kasus Korupsi di Indonesia Kian Mengkhawatirkan, MUI Dorong Hukuman Mati bagi Koruptor

28 Juli 2026
Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
Akademisi UGM kritik RUU Sisdiknas karena belum menjawab tantangan pendidikan nasional di masa mendatang MOJOK.CO

RUU Sisdiknas Dinilai Belum Jawab Tantangan Pendidikan hingga Menyoal Relevansi Perguruan Tinggi Kedinasan

28 Juli 2026
Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Sombongkan IPK dan gelar sarjana cumlaude dari PTS Jogja. Optimis pikat HRD perusahaan incaran tapi ujungnya lontang-lantung bawa lamaran pekerjaan MOJOK.CO

Dulu “Sombongkan” IPK dan Gelar Sarjana Cumlaude, Kini Malu Lontang-lantung Cari Kerja karena Tren HRD Tak Terpikat IPK

29 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.