Musim lalu, di penghujung musim 2017/2018, pacuan juara mengerucut menjadi tiga klub saja. Mereka adalah Bhayangkara FC, Bali United, dan Madura United. Salah satu pertandingan yang beraura janggal adalah ketika Bhayangkara mengalahkan Madura United di Stadion Gelora Bangkalan, Madura.

Di tengah pertandingan tanpa penonton tersebut, Bhayangkara berhasil mengalahkan Madura United, sang tuang rumah dengan skor 1-3. Sebuah kemenangan yang sukses memastikan Bhayangkara sebagai juara Liga Goje-Traveloka 1 Indonesia. Sebuah kemenangan yang didapat lewat intrik dan keanehan yang dibangun dari luar lapangan hijau.

Madura United, sebenarnya punya peluang untuk menjadi juara. Tentu saja, apabila Laskar Sape Kerrab mampu mengalahkan Bhayangkara. Sayangnya, ketika sangat dibutuhkan, skuat klub yang lahir pada tanggal 10 Januari 2016 tersebut justru tampil di bawah performa terbaik. Absennya beberapa pemain penting berpengaruh terhadap performa tim.

Bhayangkara sendiri tampil penuh percaya diri. Lewat komposisi pemain yang lebih baik, tim kepolisian tersebut mendominasi. Madura United punya tersendiri untuk menghadapi dominasi Bhayangkara. Klub yang dahulu bernama Pelita Jaya tersebut memanfaatkan kecepatan Bayu Gatra Sanggiawan Fandi Eko Utomo, dan Greg Nwokolo.

Sayangnya, Madura United tak bisa berbuat banyak untuk keluar sebagai pemenang dari sebuah pertandingan yang disebut oleh Haruna, manajer klub, sebagai pertandingan paling kotor di Liga 1 Indonesia. Tak hanya soal banyaknya kartu merah yang dikeluarkan oleh wasit Seyed Vahitd Kazem, 3 kartu merah, situasi yang melingkupi pertandingan krusial tersebut memang sudah tidak sehat.

Baca juga:  Nasib Sopir Rental Jadi Nelayan karena Isu Corona

Skuat Madura United terintimidasi oleh banyaknya polisi yang berjaga, tak hanya di lapangan, melainkan hingga masuk ke dalam ruangan yang seharusnya steril dari pihak selain pihak klub dan panitia pelaksana pertandingan. Sebuah pengalaman yang menyesakkan bagi klub yang juga berkandang di Stadion Gelora Pamelingan, Pamekasan, Madura.

Musim 2018/2019 kali ini, klub yang dahulu juga pernah bernama PBR tersebut menyiapkan skuat dengan lebih baik. Tulang punggung musim lalu masih dipertahankan. Pemain-pemain seperti Munhar, Bayu Gatra, Greg Nwokolo, dan Slamet Nurcahyo masih dipertahankan. Tambahan pemain berpengalaman dalam diri Christian Gonzalez juga menambah kedalama dan kekuatan tim.

Terbukti, sampi pertandingan ke-3, Madura United nyaman duduk di peringkat ke-3 dengan catatan 2 kemenangan dan 1 kekalahan. Mampukan skuat asuhan Gomes de Oliveira mempertahankan performanya?