Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Nafkah

Menghitung Penghasilan dan Kekayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Redaksi oleh Redaksi
4 April 2018
A A
kekayaan-alam-nusantara-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dari sejak kemunculannya, rubrik Nafkah selalu saja membahas soal penghasilan atau kekayaan seseorang. Dari mulai gaji Spongebob Squarepants, sampai penghasilan Via Vallen. Dari kekayaan Raffi Ahmad sampai kekayaan Usman bin Affan. Semuanya selalu membahas sosok.

Nah, di edisi kali ini, Mojok institute akan mencoba mengulas kekayaan bukan sosok, melainkan kelembagaan. Lantas, lembaga apakah yang akan kita bahas hari ini? Tentu saja Indonesia. Lho, memangnya Indonesia ini lembaga, ya? Halah, anggap saja begitu. Mau disebut komunitas, organisasi, Majlis Taklim, atau apapun itu juga boleh. Terserah sampeyan.

Selama ini, agaknya hampir semua orang tahu bahwa Indonesia adalah negara yang kaya-raya. Punya banyak aset, punya banyak sumber daya, dan kerap disebut-sebut sebagai salah satu negara dengan potensi ekonomi paling maju sedunia. Katanya sih begitu.

Saking besarnya potensi ekonomi Indonesia, sampai-sampai rakyatnya selalu bertindak berani dalam setiap hal yang berhubungan dengan ekonomi. Misal, walaupun belum punya pekerjaan, tapi para pemuda Indonesia bahkan sudah berani rabi dan bahkan berani punya anak banyak. Apa nggak hebat? Ini jelas efek dari potensi ekonomi.

Nah, dengan potensi ekonomi yang (katanya) besar ini, lantas, berapakah sebenarnya penghasilan dan kekayaan negara kita ini?

Tentu susah untuk menghitung penghasilan dan kekayaan suatu negara, sebab yang namanya penghasilan dan kekayaan itu komponennya banyak sekali. Namun begitu, kita tetap bisa menghitung pernghasilan dan kekayaan negara kita dari data pemasukan dan nilai aset negara yang kita punya.

Soal penghasilan, negara kita punya penghasilan yang sangat besar. Indonesia punya tiga sumber penghasilan negara, yaitu pajak, non pajak, dan hibah. Untuk pajak, per tahun lalu, Indonesia bisa mendapatkan Rp1.498,9 triliun. Lalu dari penerimaan bukan pajak, mencapai Rp250 triliun. Dan yang terakhir, dari hibah, sebanyak Rp1,4 triliun. Jika ditotal, jumlahnya adalah Rp1.750,3 triliun.

Nah, kalau soal kekayaan, kita bisa mengukur dari jumlah asetnya. Aset negara yang dimaksud di sini adalah seluruh harta yang dimiliki oleh negara, dari mulai tanah, bangunan, uang, sampai termasuk mobil dinas dan segala macamnya.

Per tahun 2017, jumlah nilai aset Indonesia adalah Rp5.456 triliun.

Subhanalloh, betapa kayanya negara kita ya. Itu aset sebanyak itu kalau dibelikan cilok, bisa dapat 10.912.000.000 tusuk.

Tapi yang jangan senang dulu, soalnya, jumlah hutang Indonesia juga tidak sedikit. Per 2017 lalu, jumlah hutang Indonesia mencapai Rp 4.636,455 triliun.

Yah, selain kaya akan cilok, eh, aset, kita ternyata juga kaya akan hutang.

aset negara

Terakhir diperbarui pada 4 April 2018 oleh

Tags: asethutangIndonesiakekayaan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Malaysia dekat ke gerbang negara maju. Indonesia negara apa? (Unsplash)
Pojokan

Malaysia kian dekat ke gerbang negara maju, kalau Indonesia makin dekat ke gerbang apa bes?

4 Agustus 2026
Warteg Singapura vs Indonesia: Perbedaan Kualitas Langit-Bumi MOJOK.CO
Esai

Membandingkan Warteg di Singapura, Negara Tersehat di Dunia, dengan Indonesia: Perbedaan Kualitasnya Bagai Langit dan Bumi

22 Desember 2025
kerja sama indonesia prancis.MOJOK.CO
Sosial

Indonesia-Prancis Teken Kerja Sama Perfilman di Candi Borobudur, Angin Segar Industri Sinema Tanah Air

29 Mei 2025
Irfan Afifi: Kalau Tidak Ada Tanda Maju, Mengapa Indonesia Tidak Pilih Mundur Saja?
Video

Irfan Afifi: Kalau Tidak Ada Tanda Maju, Mengapa Indonesia Tidak Pilih Mundur Saja?

26 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena QRIS yang Menghantui

4 Agustus 2026
Andai ormas-ormas lain seperti Yakuza Maneges Kediri. Bukan tukang malak tapi garda depan berantas kekerasan seksual di pondok pesantren MOJOK.CO

Andai Ormas Lain seperti Yakuza Maneges Kediri: Dulu Dihina tapi Buktikan Sangat Berguna

5 Agustus 2026
Lahir di lingkungan NU tapi justru menemukan kedamaian di Muhammadiyah. MOJOK.CO

Tumbuh di Desa dengan Tradisi Keagamaan yang Kental, Saya Justru Menemukan Kedamaian di Muhammadiyah dengan Rasionalitasnya

3 Agustus 2026
kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas MOJOK.CO

KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas

3 Agustus 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta godok aturan pelarangan perdagangan HPR. MOJOK.CO

Yogyakarta bakal Susul Korea Selatan, Larang Perdagangan Daging Anjing demi Cegah Penyakit Menular

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.