Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Gerindra Bantah Dokumen Rahasia AS soal Prabowo, Akan Tuntut Media Jika Informasi Ini Hoax

Redaksi oleh Redaksi
25 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Gerindra membantah keterlibatan Prabowo Subianto dalam penghilangan aktivis 1998 seperti yang disebut dalam Dokumen NSA Amerika Serikat yang tersebar.

Setelah beberapa media di Indonesia memberitakan dokumen yang dirilis oleh National Security Agency (NSA) Amerika Serikat, beberapa politikus Gerindra mengeluarkan pernyataan membantah isi dokumen tersebut. Bantahan ini tentu saja menyasar mengenai tuduhan Prabowo Subianto terlibat pada penculikan aktivis 1998.

Andre Rosiade, anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra mengonfirmasi lewat detik.com bahwa bukan Prabowo yang jadi pelaku penculikan. “Pak Prabowo itu bukan pelaku penculikan. Yang ada itu Tim Mawar yang melakukan, mengamankan 9 orang. Nah, 9 orang itu sudah dalam keadaan bebas dan hidup semua,” jelas Andre.

Menurut Andre, adanya beberapa aktivis 1998 yang bergabung ke Gerindra sebenarnya sudah jadi bukti bahwa Prabowo tidak terlibat pada penculikan aktivis. “Ini membuktikan bahwa Pak Prabowo itu bukan pelaku penculikan. Dia mengamankan, sehingga aktivis-aktivis itu aman,” tutur Andre.

Dari kacamata politikus Gerindra ini, persoalan ini selalu dibicarakan jelang pemilu. Tuduhan-tuduhan kepada Prabowo dianggap merupakan upaya untuk menjatuhkan reputasi Prabowo. Padahal, jika merunut pada rantai komando, Andre menilai justru Wiranto yang saat ini menjadi salah satu Menteri Presiden Jokowi lebih punya kewajiban untuk bertanggung jawab.

“Nah, kalau mau tanya siapa yang menculik, tanya ke Pak Wiranto sebagai Panglima ABRI saat itu,” tutur Andre.

Bantahan yang sama juga keluar dari mantan aktivis 1998 yang bergabung di Partai Gerindra, Desmond J. Mahesa. Menurut Desmond, dokumen ini perlu dipertanyakan apakah isinya benar atau cuma hoax. “Yang gue khawatir itu adalah dokumen yang kamu jelasin itu hoax. Itu apa benar dirilis apa cuma karangan orang?” tutur Desmod.

Bahkan Desmond juga meminta keabsahan dokumen yang sudah diberitakan oleh banyak media massa. Menurut Desmond, jika dokumen itu benar, segala persoalan sebenarnya sudah terjawab sendiri di dokumen dari NSA tersebut. “Bahwa yang memerintahkan itu bukan Prabowo,” tutur Desmond.

Ketua DPP Gerindra ini juga akan menuntut media massa yang memberitakan soal dokumen ini jika ternyata dokumen ini berisi hoax. “Kalau yang kalian tindak lanjuti ini hoax, ya kalian berurusan hukum dengan kami. Karena ini sudah mencemarkan. Kalau ini cuma hoax kalian cepet minta maaf. Tolong beritakan,” lanjut Desmond kepada awak media seperti diberitakan detik.com.

Seperti yang diketahui, ada lebih dari belasan media massa yang memberitakan mengenai isi dokumen tersebut. Tentu saja, reaksi Desmond bisa dipahami, sebab pemberitaan mengenai rilis NSA ini tidak cukup baik untuk reputasi Prabowo, mengingat sebentar lagi yang bersangkutan akan mendaftarkan diri sebagai calon presiden (capres) untuk Pemilihan Presiden (pilpres) 2019. (K/A)

Terakhir diperbarui pada 25 Juli 2018 oleh

Tags: abriaktivis 1998andreDesmondDokumen RahasiagerindrapemilupenculikanPilpres 2019Prabowo SubiantoWiranto
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Prabowo-Gibran.MOJOK.CO
Kabar

7 Alasan Mengapa Satu Tahun Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran Layak Diberi Nilai 3/10

20 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Kabar

Omon-Omon MBG 99 Persen Berhasil, Padahal Amburadul dari Hulu ke Hilir 

19 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Kabar

MBG Jadi “Skandal Besar”, tapi Pemerintah Seolah Lepas Tangan: Kudu Dihentikan Sementara dan Dievaluasi Total

17 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Seporsi kekalahan anak laki-laki pekerja swasta di Surabaya: merasa gagal karena kerja gaji kecil pas-pasan, tak kunjung sanggup ringankan beban orang tua di masa tua MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Anak Laki-laki: Kerja Ngoyo tapi Masih Begini-begini Saja, Tak Sanggup Ringankan Beban Ortu di Masa Tua

3 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya

4 Agustus 2026
Andai ormas-ormas lain seperti Yakuza Maneges Kediri. Bukan tukang malak tapi garda depan berantas kekerasan seksual di pondok pesantren MOJOK.CO

Andai Ormas Lain seperti Yakuza Maneges Kediri: Dulu Dihina tapi Buktikan Sangat Berguna

5 Agustus 2026
Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.