Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Berkhidmat kepada Bung Valentino “Jebret” Simanjuntak

Redaksi oleh Redaksi
12 September 2017
A A
valentino simanjuntak

170912 KILAS BUNG JEBRET valentino simanjuntak

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Selama beberapa waktu terakhir ini, siaran laga timnas sepakbola kita selalu menjadi pertandingan yang layak dinantikan. Bukan hanya karena kita ingin mendukung timnas, tetapi juga karena komentator sejuta diksi, Valentino Simanjuntak.

Nama Valentino “Jebret” Simanjuntak  memang sedang menjadi buah bibir di masyarakat. Komentator pertandingan sepakbola spesialis timnas yang memopulerkan kata jebret ini semakin moncer sejak ia tampil dengan membawa aneka pilihan kata dan frasa yang lucu dan tak lazim.

Iklan

Bayangkan, ketika komentator lain mungkin akan menggunakan frasa “tendangan spekulatif” untuk sebuah percobaan tendangan jarak jauh, Valentino Simanjuntak justru memilih menggunakan “tendangan LDR”. Ketika komentator lain menggunakan “umpan terobosan”, Si Bung Jebret justru menggunakan “umpan membelah lautan”. Ditambah sederet frasa brengsek lainnya seperti “peluang 24 karat”, “umpan gratifikasi”, “pasing cuek”, “gelandang penimba sumur”, “duo bendungan jatiluhur”, “heading sang mantan”, sampai “gerakan 378”.

Jelas, hanya manusia yang urat tertawanya sudah putus yang tak tertawa saat mendengar aneka diksi nyeleneh bin bangsat ala Valentino Simanjuntak tadi.

Tak hanya lucu, Bung Jebret juga mampu menumbuhkan optimisme maksimal pada penampilan timnas. Maklum, dengan cerocosan mulutnya yang sporadis itu, serangan yang tidak begitu berbahaya bisa dikonversikan menjadi sebuah serangan yang sangat mematikan. Dengan mulut yang sama, ia juga bisa mengubah kondisi diserang menjadi menyerang.

“Indonesia terus memberikan tekanan,” ujarnya dalam salah satu sesi saat Indonesia melawan Malaysia di ajang Sea Games beberapa waktu yang lalu. Padahal, di layar kaca, terlihat jelas bahwa Timnas berkali-kali diserang. Hal yang kemudian membuat banyak orang membatin, “Tekanan ndiasssmu…”

Indonesia punya banyak stok genre komentator bola, dari mulai genre informatif seperti Tommy Welly alias Bung Towel dan Mohamad Kusnaeni alias Bung Kus, sampai genre yang atraktif seperti Valentino Simanjuntak alias Bung Jebret. Semuanya tentu punya keunikan dan keunggulan sendiri-sendiri.

Namun, jika melihat prestasi sepakbola nasional kita yang belum hebat-hebat amat ini, agaknya pilihan genre atraktif ala Valentino “Jebret” Simanjuntak yang paling layak digunakan. Karena hanya Bung Jebretlah bisa membuat orang Indonesia yang tetap tertawa dan bahagia kendati tim nasionalnya kalah.

Takluk dari Malaysia pun tak mengapa, orang akan segera lupa, sebab yang mereka ingat “umpan gratifikasi”, “tendangan LDR”, dan “gol kelok sembilan”.

Puji Tuhan, semoga Bung Jebret diberikan umur panjang. Setidaknya sampai Indonesia lolos Piala Dunia.

valentino simanjuntak

Terakhir diperbarui pada 14 September 2017 oleh

Tags: Bung JebrettimnasTimnas U-19Valentino Simanjuntak
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Timnas Indonesia Gagal Lagi di AFF, Siapa yang Pantas Disalahkan?
Video

Timnas Indonesia Gagal Lagi di AFF, Siapa yang Pantas Disalahkan?

28 Desember 2024
pelatih timnas mojok.co
Kilas

Siap Mundur, Unggahan Pelatih Timnas Shin Tae-yong Viral 

13 Oktober 2022
Harapan Timnas Indonesia di Pundak Shin Tae-Yong
Video

Harapan Timnas Indonesia di Pundak Shin Tae-Yong

29 September 2022
Polisi Melawan Bjorka hingga Timnas Indonesia Lolos Piala Asia
Video

Bjorka Melawan Polisi hingga Timnas Indonesia Lolos Piala Asia

21 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional Prambanan.MOJOK.CO

Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional di Candi Prambanan

22 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.