Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Vaksinasi Mandiri: Diusulkan Pengusaha, Didukung Pemerintah, Ditolak Pakar Kesehatan dan Ekonom

Redaksi oleh Redaksi
22 Februari 2021
A A
vaksin covid-19
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pengusaha beramai-ramai mengusulkan program vaksinasi mandiri, katanya sih untuk membantu tercapainya herd immunity.

Pemerintah tampaknya memang benar-benar merestui program vaksinasi mandiri (program vaksinasi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan swasta yang ditujukan kepada para karyawan dan keluarganya). Presiden Jokowi bahkan berharap agar program ini bisa dilaksanakan secepatnya.

Iklan

“Mudah-mudahan, akhir Februari atau selambatnya awal Maret 2021, vaksinasi mandiri sudah bisa dilaksanakan,” terang Jokowi dalam diskusi dengan sejumlah pemimpin redaksi media nasional di Istana Negara, pada Rabu, 17 Februari 2021 lalu.

Usulan program tersebut muncul dari para pengusaha dan dimaksudkan untuk membantu mempercepat terwujudnya kekebalan komunitas. Hal itu pula yang kemudian membuat program ini kerap disebut sebagai ‘vaksinasi gotong-royong’.

Kendati demikian, banyak pihak yang menolak program tersebut. Dari pakar kesehatan sampai ekonom.

Koalisi Vaksin untuk Semua yang diwakili oleh tiga orang ahli kesehatan, yakni Irma Hidayana, Sulfikar Amir, dan Pandu Riono secara terang-terangan menolak program vaksinasi mandiri tersebut. Mereka bahkan membuat laman petisi dan sudah ditandatangani oleh banyak orang.

Mereka menyatakan program vaksinasi mandiri akan memunculkan banyak ketimpangan.

“Herd immunity tidak bakal tercapai. Lha wong yang divaksin pengusaha dan keluarganya dan karyawannya. Ini bukan kelompok rentan atau prioritas,” terang Irma Hidayana kepada Tirto.

Hal senada juga dikatakan oleh peneliti ekonom Indef, Bhima Yudhistira.

Bhima menyatakan bahwa program vaksinasi mandiri selain memunculkan ketimpangan, juga rentang menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat kepada vaksin gratis dari pemerintah.

“Bagi masyarakat secara umum, kepercayaan terhadap vaksin versi pemerintah bisa menurun karena akan dilakukan vaksin mandiri. Di mana bisa saja terjadi ketimpangan kualitas vaksin, ini saya kira fatal bagi keberhasilan vaksinasi Covid-19,” terang Bhima kepada Detik.

“Sarannya setelah vaksin untuk nakes, yang perlu didorong secara lebih cepat adalah vaksin untuk lansia dan masyarakat rentan dengan penyakit bawaan. Jadi herd immunity bisa cepat dicapai, otomatis pemulihan ekonomi bisa berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, Diah Saminarsih, Senior Advisor on Gender and Youth WHO, menyatakan bahwa kalau memang ada program vaksinasi mandiri, maka sebaiknya itu dilakukan setelah kelompok prioritas selesai divaksin.

“Kelompok populasi itu ditentukan kenapa dia masuk kelompok populasi rentan, karena dengan diselesaikannya kelompok rentan itu akan mendorong tercapainya herd immunity,” terang Diah dalam Konferensi Pers Koalisi Masyarakat Sipil yang digelar Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), pada Minggu, 21 Februari 2021 seperti dikutip dari Kontan.

Iklan

Yah, memanglah tidak semua yang berembel-embel “mandiri” pasti bakal baik. Vaksinasi mandiri ini salah satunya.

BACA JUGA Sampai Erdogan Suntik Vaksin Sinovac pun Kamu Masih Tak Mau Percaya? Woy, Maumu Itu Apa? dan artikel KILAS laiinya. 

Terakhir diperbarui pada 22 Februari 2021 oleh

Tags: COVID-19jokowivaksinvaksinasi mandiri
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Kisah pengusahaan binaan program UMiMAX dari Pertamina. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kisah Para Ibu Jual Kopi Keliling usai Suami Kena PHK, Relakan “Cincin Terakhir” agar Anak Bisa Sekolah

26 Juni 2026
Z sarjana ekonomi di Undip. MOJOK.CO
Kampus

Apesnya Punya Nama Aneh “Z”: Takut Ditodong Tiba-tiba Saat Kuliah, Kini Malah Jadi Anak Emas Dosen di Undip

27 November 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.