MOJOK.COWali Kota Medan, Dzulmi Eldin, dikabarkan terjaring OTT KPK pada 16 Oktober 2019. KPK menemukan barang bukti Rp200 juta dan menahan tujuh orang.

Seperti kejar setoran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kayak sedang giat-giatnya melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) satu bulan ke belakang ini. Setelah menangkap basah terduga koruptor Agung Ilmu Mangkunegara, Bupati Lampung Utara, lalu Supendi, Bupati Indramayu, kali OTT KPK berhasil menciduk Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara KPK yang selalu kalem, Febri Diansyah.

“Ada tim lain yang ditugaskan di Medan. Dari OTT malam sampai dini hari tadi, total tujuh orang diamankan, yaitu dari unsur Wali Kota, Kepala Dinas PU, protokoler, ajudan Wali Kota dan swasta,” kata Febri.

Dalam OTT ini pula, tim KPK berhasil amankan uang lebih dari Rp200 juta. Uang yang diduga berkaitan dengan tindak korupsi di lingkungan dinas Pemerintah Kota Medan.

“Diduga praktik setoran dari dinas-dinas sudah berlangsung beberapa kali. Tim sedang mendalami lebih lanjut,” lanjut Febri.

Tim KPK membawa 7 orang. Di mana salah satunya adalah Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin.

Meski begitu, KPK masih belum mengumumkan status dari ketujuh orang ini. Namun jika berkaca ke belakang, pihak yang kena OTT besar kemungkinan akan menyandang status tersangka.

Aksi KPK ini merupakan aksi ke-8 pemimpin daerah di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2019. Sejak Januari 2019, dari Bupati Mesuji, Gubernur Kep. Riau, Bupati Kudus, Bupati Lampung Utara, Bupati Indramayu, dan terakhir Wali Kota Medan.

Baca juga:  Tifatul Sembiring Pertanyakan Sidak Sel Lutfhi Hasan di Lapas Sukamiskin

Bahkan jika mengacu pada periode bulan Oktober saja, KPK sudah mencatatkan hattrick OTT dalam urusan menangkap pemimpin daerah. Sejak 6 Oktober, 15 Oktober, dan 16 Oktober. Semua dilakukan dengan cepat dan benar-benar kayak kerja lembur.

Meski begitu, jika membandingkan pada tahun 2018 silam, “prestasi” ini masih kalah lumayan jauh. Pada 2018, KPK bisa menciduk 19 kepala daerah lewat jalur OTT. Ini bisa jadi dua tanda yang berbeda, KPK yang makin melempem, atau memang pemimpin daerah di Indonesia sudah pada tobat dari praktik korupsi.

Semoga sih yang kedua sih. Masa yang pertama? Kan dengan UU KPK yang baru mereka bakal “lebih kuat”. Kalau kata DPR sih begitu. (K/A)

ott kpk oktober 2019 ott kpk sepanjang 2019 Bupati Mesuji, Gubernur Kep. Riau, Bupati Kudus, Bupati Lampung Utara, Bupati Indramayu, dan terakhir Wali Kota Medan

BACA JUGA Bupati/Walkot-nya Kena OTT KPK, Warga Bikin Pesta atau artikel rubrik KILAS lainnya.



Tirto.ID
Loading...

No more articles