Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Kubu Prabowo Mulai Terang-Terangan Menyerang Lembaga-Lembaga Survei

Redaksi oleh Redaksi
21 April 2019
A A
lembaga survei
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kubu Prabowo mulai banyak membuat pernyataan-pernyataan yang dianggap menyerang lembaga-lembaga survei.


“Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” begitu kata Prabowo dalam salah satu sesi debat Pilpres. Namun sayang, pada kenyataannya, pernyataan-pernyataan Prabowo justru kerap mengundang banyak musuh. Dari mulai pernyataannya tentang wartawan, sampai pernyataannya tentang tampang Boyolali.

Iklan

Nah, yang paling anyar, Prabowo, melalui pernyatannya kembali memanen musuh-musuh baru. Kali ini adalah para petinggi lembaga survei.

Saat berorasi di kediamannya beberapa waktu yang lalu, Prabowo menyebut bahwa lembaga-lembaga survei yang ada saat ini adalah pembohong.

“Hai tukang bohong, tukang bohong. Rakyat tidak percaya sama kalian. Mungkin kalian harus pindah ke negara lain. Mungkin kalau bisa pindah ke Antartika. Kalian tukang bohong, kau bisa bohongin penguin di Antartika. Lembaga survei tukang bohong, rakyat Indonesia tidak mau dengar kamu lagi,” kata Prabowo.

Pernyataan Prabowo tersebut didasari oleh hasil hitung cepat beberapa lembaga survei yang rata-rata memenangkan pasangan capres Jokowi-Ma’ruf Amin. Padahal hasil hitung cepat tim internal BPN memenangkan pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandiaga.

Hal tersebut diperparah oleh pernyataan juru bicara BPN Andre Rossiade yang secara terang-terangan menyatakan keraguannya terkait independensi lembaga survei berdasarkan biaya operasional lembaga survei.

“Pertanyaan saya, apakah mungkin Saiful Mujani mengeluarkan uang miliaran dari kantong dia sendiri? Apakah mungkin Yunarto Wijaya mengeluarkan uang dari kantong dia sendiri, Burhanuddin Muhtadi mengeluarkan uang dari kantong pribadi dia sendiri?” Ujar Andre di Media Center Prabowo-Sandi, pada Jumat, 19 April 2019 lalu.

Tak butuh waktu lama bagi para petinggi lembaga survei untuk segera bereaksi. Mereka langsung mengecam pernyataan orang-orang di kubu Prabowo tersebut.

Ketua Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) Philips Vermonte mengatakan bahwa quick count dan exit poll yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survei itu dilakukan dengan serius menggunakan metodologi yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Quick count dan exit poll bukan abal-abal atau mengarang atau aktivitas menipu penguin-penguin. Kita adalah scientific dan diselenggarakan secara serius dan bukan main-main,” ujar Philips. “Kalau orang Persepi yang diduga tidak punya integritas itu tidak melakukan proses quick count dan exit poll menurut standar ilmiah dan memenuhi standar integritas kan bisa kelihatan. Ada formulir C1 planonya, bisa di-crosscheck, ditabrakkan dengan daerah di tempat pemungutan suara terkait.”

Menurut Philips, letak polemik utama konflik kubu Prabowo dengan lembaga-lembaga survei ini bukan terkait proses yang dilakukan oleh lembaga survei, melainkan hasil survei yang sesuai dengan kubu mereka atau tidak.

“Ketika sesuai dengan keinginannya mereka katakan ini lembaga kredibel, tidak dibayar, penuh integritas, (tapi) ketika tidak sesuai keinginannya, mereka katakan ini lembaga tidak punya integritas.”

Yah, begitulah Pemilu. Kalau dalam posisi kalah, semuanya jadi tampak seperti musuh. Termasuk para lembaga survei.

Iklan

Satu-satunya lembaga survei yang masih bisa dirangkul sebagai kawan mungkin adalah Survei Famili 100 besutan mas Sonny Tulung. Etapi itu juga susah ding, soalnya Mas Sonny-nya kan caleg PKPI, jadi tetap musuh juga.

Seribu kawan memang terlalu sedikit, dan satu musuh memang terlalu banyak. Dan sialnya bagi kubu Prabowo, satu per satu kawan malah mulai kabur, sedangkan musuh satu per satu mulai mendekat.

Aduuuh, Pucing pala BPN…

lembaga survei

Terakhir diperbarui pada 21 April 2019 oleh

Tags: Lembaga Surveiprabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis di Sepak Bola Remaja Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik.MOJOK.CO

Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis Pemain Muda Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik

28 Juni 2026
MLSC, Yogyakarta.MOJOK.CO

Redemsi Yogyakarta All Stars, Menolak Pulang Lebih Awal

26 Juni 2026
Kisah pemilik Yamaha Fazzio hitam di Jogja. MOJOK.CO

Gelontorkan Tabungan Jutaan Rupiah demi Modifikasi Fazzio: Cara Manis Anak Muda Jogja Menghargai Kepedulian Orang Terdekat

30 Juni 2026
Kisah pengusahaan binaan program UMiMAX dari Pertamina. MOJOK.CO

Kisah Para Ibu Jual Kopi Keliling usai Suami Kena PHK, Relakan “Cincin Terakhir” agar Anak Bisa Sekolah

26 Juni 2026
Jalan Lintas Sumatra Dibuat untuk Mengangkut Kekayaan ke Jawa: Tempat Lahirnya Shinobi Kriminal Jalinsum MOJOK.CO

Jalan Lintas Sumatra Dibuat untuk Mengangkut Kekayaan ke Jawa: Tempat Lahirnya Shinobi Kriminal Jalinsum

1 Juli 2026
UGM.MOJOK.CO

Berhasil Kuliah Gratis di Jurusan Mahal UGM Berkat Kebiasaan Belajar Pukul 3 Pagi dan Hobi “Nongkrong” di Perpus Hingga Malam Hari

24 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.