Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Kronologi Penganiayaan Ratna Sarumpaet Seperti Dituturkan Tim Prabowo

Redaksi oleh Redaksi
3 Oktober 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tanggal 21 September 2018 yang lalu, Ratna Sarumpaet dikeroyok tiga orang hingga luka-luka. Kepada Tim Prabowo, ia blak-blakan soal kronologi kejadian.

Lini massa dikejutkan dengan sebuah kabar bahwa Ratna Sarumpaet dihajar sejumlah orang. Foto wajah luka aktivis, sekaligus simpatisan kubu Prabowo tersebut tersebar di dunia maya pada hari Selasa (02/10). Sontak, berbagai spekulasi berkembang, seiring dukungan dan rasa simpati yang mengalir dari beberapa politisi.

Sesuai pengakuan Ratna Sarumpaet sendiri, penganiayaan tersebut terjadi pada 21 September 2018 yang lalu. Ada jeda sekitar 10 hari sebelum ibu dari aktris Atiqah Hasiholan tersebut mau membuka diri untuk bercerita. Guncangan karena peristiwa tersebut membuatnya butuh waktu untuk memulihkan fisik dan mentalnya.

Ratna baru berani mengungkapkan kronologi kejadian ketika bertemu Prabowo di sebuah tempat yang dirahasiakan. Pertemuan itu juga dihadiri oleh Amien Rais dan Fadli Zon. Skuat sudah berkumpul, Ratna berani menceritakan kronologi yang bikin masygul.

Lantas, seperti apa kronologi kejadian penganiayaan sebenarnya? Nanik S Deyang, Wakil ketua Tim BPN Prabowo dan Sandiaga Uno menyampaikan sebuah rilis sesuai penuturan Ratna Sarumpaet untuk awak media. Kurang-lebih, begini kronologisnya:

Saat itu tanggal 21 September 2018, Ratna Sarumpaet selesai menghadiri sebuah konferensi di sebuah hotel. Selesai acara, bersama dua temannya yang berasal dari Sri Lanka dan Malaysia, naik taksi, menuju ke Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

Mendekati bandara, taksi berhenti di sebuah tempat yang jauh dari keramaian. Dua teman Ratna lalu turun dari taksi dan berjalan menuju ke arah bandara. Setelah itu, ketika kedua temannya sudah berlalu ke bandara, Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap lalu dianiaya. Menurut penuturan Nanik, kepala Ratna sobek dan luka. Perut aktivis itu juga diinjak.

Kejadian itu berlangsung dengan cepat, seperti pengakuan Ratna Sarumpaet. Setelah dihajar, ia dibopong supir taksi masuk ke dalam mobil. Beberapa saat kemudian, Ratna diturunkan di daerah Cimahi.

Setelah sampai Cimahi, Ratna menuju sebuah rumah sakit – sesuai penuturan Nanik S Deyang – lalu menghubungi seorang dokter bedah, teman Ratna sendiri, dan langsung ditangani. Selesai luka-lukanya ditangani, malam itu juga, tanggal 21 September 2018, Ratna Sarumpaet bertolak ke Jakarta.

Hingga saat ini, polisi belum menerima laporan resmi terkait penganiayaan Ratna Sarumpaet. Rilis kronologis yang beredar baru berasal dari Tim Prabowo saja. (yms)

Terakhir diperbarui pada 3 Oktober 2018 oleh

Tags: kronologi ratna sarumpaetpraboworatna sarumpaetratna sarumpaet dianiaya
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)
Pojokan

Saatnya Meniru Sleman: Mengalihkan MBG, Mengembalikan Duit Rakyat kepada Rakyat

19 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak Jakarta vs Anak Kabupaten.MOJOK.CO

4 Tahun Merantau di Jakarta Bikin Sadar, “Orang Kabupaten” Jauh Lebih Toksik dari Anak Jaksel: Sialnya, Susah di-Cut Off

19 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026
Sulap lahan kosong jadi kebun kosong untuk ketahanan pangan mandiri. MOJOK.CO

Ironi Lihat Balita Gizi Buruk di Bogor hingga Oknum Nakes yang Promosikan Sufor, Alumnus UNJ Ini Buka Kebun Sayur di Lahan Mangkrak 

16 Mei 2026
Kos kamar mandi luar memang murah. Tapi mending cari kamar mandi dalam kalau tidak mau kena mental MOJOK.CO

Kos Kamar Mandi Luar Memang Lebih Murah, Tapi bikin Repot Sendiri karena Dipakai Bareng Penghuni Lain Tak Tahu Diri (Kemproh dan Pemalas)

14 Mei 2026
Tips hadapi teman toxic dalam pertemanan: tidak akrab tapi selalu datang kalau ada butuhnya MOJOK.CO

Lepas dari Teman Tak Akrab yang Selalu Merepotkan pas Ada Butuhnya, Dibenci tapi Perasaan Tidak Enakan Lebih bikin Rugi!

13 Mei 2026
Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback di Moto3, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

17 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.