Demo 11 Mei 2018 dan Fakta-Fakta yang Menyertainya

MOJOK.CO Di balik aksi demo 11 Mei 2018 yang dilaksanakan di sekitar Monas ini, ternyata ada beberapa fakta menarik yang menyertainya. Apa saja?

Menyambut keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang penuh pro dan kontra dalam hampir setiap keputusannya, sebuah aksi hari ini digelar sejak pagi. Aksi dengan tema “Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis” ini dilaksanakan sebagai bentuk protes atas keputusan Trump yang ujuk-ujuk mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Israel. Keputusan Trump menjadi kontroversial mengingat kota yang dimaksud tengah dalam status diawasi oleh PBB.

Perkumpulan Alumni 212, dalam aksi ini, menuntut pemerintah negara adidaya yang digawangi Trump itu untuk tidak memindahkan kedutaan mereka dari Tel Aviv. Bukan hanya alumni 212 saja, keputusan Presiden Amerika Serikat ini pun dikecam banyak pihak, termasuk Indonesia.

Tapi, walaupun kita-kita ini ‘menggonggong’, Trump tetap pura-pura budeg~


Di balik aksi yang dilaksanakan di sekitar Monas ini, ternyata ada beberapa fakta menarik. Bukan hanya soal tuntutan para pendemo atas kecaman keputusan Donald Trump, berikut adalah informasi-informasi seputar Aksi 115:

Aksi 115 adalah Aksi yang Mengedepankan Nilai Ibadah, Keindahan, dan Kesehatan

Diikuti oleh alumni 212, pendemo tetap mengutamakan sila pertama dari Pancasila, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa. Buktinya, sebelum berorasi all-out, mereka bersepakat menjadi pejuang Subuh. Hal ini juga mendatangkan nilai baik lainnya: selagi bersiap untuk menyuarakan pendapatnya, mereka bisa melihat sunrise dan berolah raga pagi.

Baca juga:  Pengalaman Saya Wisata Kuliner yang Murah, Tak Perlu Keluar Rumah, dan Tanpa Bantuan Ojol

Berkah dan sehat jadi satu? Ya aksi 115~

Polda Metro Jaya Mendapat Bantuan Personel Pengamanan

FYI, pasukan pengaman dalam aksi demo 11 Mei 2018 ini ternyata tidak main-main. Didatangkan langsung dari Maluku untuk mendukung tugas Polda Metro Jaya di Jakarta adalah 2 satuan setingkat kompi (SKK) Polda Maluku, yaitu sekitar 200 petugas. Pelepasan pun dilaksanakan langsung oleh Kapolda Maluku Irjen Andap Budho Revianto. Dalam sambutannya, ia menekankan ke-200 anggota untuk memperhatikan pengamanan selama aksi berlangsung.

Masya Allah, ini sungguh brotherhood yang nyata!!!

Reduksi Jumlah Staf dan Waktu Operasional

Terkait dengan aksi di sekitar gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, pihak mereka pun memutuskan untuk menutup sementara layanan paspor dan visa untuk masyarakat hari ini. Meski terkesan biasa saja, hal ini sesungguhnya ‘asem-asem menyegarkan’ bagi beberapa orang.

Pasalnya, karena kantor akan menutup sementara layanan paspor dan visa, pada hari ini pihak kedutaan pun melakukan pengurangan atau reduksi jumlah staf dan waktu operasional.

Yang artinya adalah…

long weekend!!!

Hehehe~