MOJOK.CO – Sunat di usia dewasa mendadak jadi pertanyaan yang sering muncul belakangan ini, cuma gara-gara Deddy Corbuzier masuk Islam. Eh, tapi aman nggak sih?

Ketika Deddy Corbuzier masuk Islam, ada saja pertanyaan-pertanyaan lucu di media sosial. Salah satunya ini: Deddy Corbuzier udah sunat belum ya? Ini tentu pertanyaan yang agak gimana gitu sih. Meski perkara sunat sudah bukan lagi masuk pada ranah agama doang, tapi tetap saja ada orang yang gatel kepingin tahu.

Ya maklum sih, dalam agama Islam misalnya, sunat memang diwajibkan. Kalau nggak disunat, seseorang dikhawatirkan bakal nggak sah kalau ibadah. Lah kenapa emang? Soalnya di tititnya itu masih ada kotoran yang tersimpan di dalam “bungkus” kulit. Nah, kotoran itu lah yang bikin orang jadi nggak dalam keadaan suci ketika ibadah.

Makanya ya walaupun pertanyaan untuk Deddy Corbuzier itu nyeleneh, ya nggak salah juga sih orang penasaran akan hal itu.

Tapi, terlepas apakah Deddy Corbuzier udah sunat atau belum. Ada baiknya, kamu juga tahu kalau dengan perkembangan teknologi kedokteran yang sekarang, sunat di usia dewasa itu udah aman untuk dilakukan.

Beberapa hal yang dikhawatirkan itu sebenarnya masih dalam tahap yang lumrah-lumrah saja. Seperti misalnya, semakin muda seseorang sunat, maka semakin cepat juga proses penyembuhannya. Dengan begitu maka bisa disimpulkan bahwa orang dewasa seusia Deddy Corbuzer—misalnya—ya bakal jadi semakin lama proses sembuhnya.

Baca juga:  Deddy Corbuzier Resmi Jadi Anggota NU

Bahkan dalam proses “operasi kecil” kayak sunat gitu, anak kecil jauh lebih cepat. Paling kelar 5-10 menit doang. Sedangkan orang dewasa bisa sampai 1 jam. Hm, bisa jadi ini terjadi karena area operasinya lebih besar dan kulitnya udah tebal.

Jadi, secara general sih, ya aman-aman saja. Cuma masa penyempuhannya aja kok yang lebih lama. Ya kan lumayan bisa izin nggak masuk kerja atau kuliah selama seminggu.

Meski aman-aman aja, sunat di saat dewasa juga tetap saja memiliki risiko yang lebih besar. Ya iya dong, anak kecil kan jarang banget yang punya penyakit darah tinggi, diabetes, atau penyakit-penyakit infeksi lainnya, jadi lebih aman mengoperasi mereka. Ini jelas nggak sama dengan orang dewasa, yang punya risiko penyakit kayak gitu lebih besar.

Sekarang situ bayangin, orang kalau punya diabetes. Apa iya memungkinkan untuk melakukan operasi? Risikonya besar sekali, Bung. Bukannya dapat kebersihan dan kesehatan, malah kena pembengkakan yang lebih dahsyat lagi.

Makanya itu, prosedur operasi kecil sunat ke orang dewasa itu pengecekannya bakal lebih rumit. Dicek dulu tekanan darahnya, dicek dulu kadar gulanya, punya riwayat penyakit berbahaya atau nggak. Ya prosedur normal untuk segala macam operasi sih sebenarnya. Cuma karena ini urusannya titit, ya jadi agak gimana gitu emang kesannya.

Terlepas dari itu, sunat di usia dewasa memang tetap perlu dilakukan. Ketimbang cerita-cerita tragedi akibat sunat dewasa, di sekeliling kita justru lebih banyak cerita lucu saat sunat dewasa dilakukan.

Baca juga:  Apa sih Manfaat Bulu Hidung yang Menjijikkan dan Suka Offside itu?

Nggak perlu sampai seusia dengan Deddy Corbuzier deh, kayak misalnya seorang kawan yang sunat di usia SMA, si dokter akan lumrah aja kasih selentingan-selentingan menggelitik, kayak misalnya:

“Mas, besok lagi kalau sunat, rambutnya dipotong dulu ya?”

Ya kali mau sunat lagi. Sunat kan juga cuma sekali, Dok. Gimana seh?

Akan tetapi meski terkesan guyonan, ternyata ada alasan khusus kenapa Dokter meminta si pasien memotong dulu bulu kemaluannya. Katanya, biar waktu jahit usai operasi si dokter bisa lebih lelulasa. Ealah, kirain takut benang jahitnya ketuker, Dok.

Hal ini juga bisa jadi tips buat kamu yang ketika membaca tulisan ini belum sunat. Ingat ya, dipotong dulu itu kalau besok mau sunat besok. Ngrepotin tauk!

Tapi lebih daripada itu, berdasar dari informasi seorang kawan yang sunat di usia SMA. Persoalan terbesar mereka yang sunat di usia dewasa adalah soal mental. Terutama kalau teman-temannya baru tahu kalau si pasien ini baru sunat.

Yakin sudah, sakitnya habis sunat itu nggak ada apa-apanya ketimbang dibully satu sekolah. Oalah, sakit betul itu rasanya. Jauh lebih sakit ketimbang sakitnya sunat.

Jadi kalau ada pertanyaan, “aman nggak sih sunat di usia dewasa?” secara kesehatan sih aman, secara sosial? Nggak tahu deh ya.