MOJOK.COPiala Menpora menjadi parameter lanjut dan tidaknya kompetisi sepakbola reguler Indonesia di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga membaik.

Salah satu sektor yang cukup terpukul akibat pandemi Covid-19 tentu saja adalah sepakbola nasional. Maklum saja, sejak pandemi menyerang, kompetisi sepakbola langsung berhenti bergulir.

Memang dalam hal ini, bukan hanya Indonesia yang mengalaminya, tapi juga negara-negara di seluruh dunia yang ikut terkena dampak pandemi.

Namun, untuk perkara pemulihannya, pada kenyataannya masing-masing negara punya pengalaman yang berbeda-beda. Sejak pertengahan tahun 2020 lalu, banyak negara-negara yang sudah mulai bisa menggelar kembali kompetisi yang sempat terhenti akibat Covid-19 karena berhasil menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan bisa menangani pandemi dengan baik.

Di wilayah Asia Tenggara, Vietnam boleh dibilang berhasil menjadi contoh yang pas.

Pada pertengahan Mei 2020 lalu, Vietnam sudah berhasil menyelenggarakan kembali kompetisi sepakbola dengan penonton di stadion. Maklum saja, saat pembukaan kembali kompetisi sepakbola di negeri yang penuh dengan nama “Nguyen” itu, Vietnam memang tercatat sebagai salah satu negara dengan penanganan Covid-19 terbaik di Asia bahkan dunia.

Saat itu, Vietnam hanya mencatatkan 324 kasus positif, 267 di antaranya sembuh dan nol angka kematian. Hal tersebut membuat Vietnam percaya diri untuk menggelar kembali kompetisi sepakbola dengan penonton.

Nah, di Indonesia, sebagai negara dengan penanganan pandemi yang kurang baik (untuk tidak menyebutnya kacau), tentu butuh waktu yang sangat lama untuk bisa menggelar kembali kompetisi sepakbola.

Baca juga:  Fadli Zon Ternyata Masih Bisa Memuji Presiden Jokowi

Maklum saja, jumlah pertumbuhan kasus Covid-19 di Indonesia memang menjadi salah satu yang terbanyak di Asia.

Nah, asa atas kehadiran kembali kompetisi sepakbola Indonesia tersebut akhirnya hadir melalui Piala Menpora, persis satu tahun setelah pandemi Covid-19 menyerang Indonesia.

Piala Menpora adalah turnamen pramusim yang rencananya bakal rencana digelar pada 21 Maret 2021 hingga 25 April 2021 mendatang.

Turnamen tersebut bakal menjadi ujian pertama bagi persepakbolaan Indonesia untuk menyelenggarakan kompetisi 2021 secara penuh.

Sebagai turnamen nasional yang digelar di tengah kondisi pandemi, Piala Menpora ini diharapkan mampu menjadi penguji bagi tim, operator, dan juga official pertandingan dalam menyelenggarakan pertandingan sepakbola dengan penerapan standar protokol kesehatan.

Piala Menpora akan diikuti oleh 18 tim dari seluruh peserta Liga 1. Skemanya menggunakan empat grup, di mana masing-masing grup akan menggelar pertandingan di empat kota yang berbeda, yakni Bandung, Sleman, Solo, dan Malang.

Karena turnamen ini salah satunya bertujuan sebagai turnamen penguji protokol kesehatan, maka ada banyak aturan yang diterapkan dalam Piala Menpora ini. Dari mulai rapid tes Antigen/Genose H-1 pertandingan untuk seluruh pemain dan official, pembatasan jumlah orang yang boleh berada di stadion, sampai teknis pertandingan. Semuanya itu dilakukan demi penerapan protokol kesehatan yang maksimal.

Tim-tim yang berlaga pun sudah dibagi sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan kultural rivalitas tertentu seperti Persib, Persija, Persebaya, juga Arema. Semata agar turnamen bisa berjalan kondusif dalam mengantisipasi banyak orang datang ke stadion.

Baca juga:  Kreativitas Netizen Tanah Air dalam Menyamakan Aksi Penyerbuan Capitol Hill dengan Aksi Massa di Indonesia

Nantinya, jika Piala Menpora ini berhasil dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan, maka besar kemungkinan kompetisi reguler 2021 pun akan bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.

Namun jika ternyata Piala Menpora ini justru mengundang masalah baru, misal operator dan tim gagal melaksanakan protokol kesehatan dan malah menciptakan kerumunan baru, maka itu bisa menjadi sinyal bahwa Indonesia memang belum cukup layak untuk menggelar kompetisi sepakbola secara reguler.

BACA JUGA Mencemburui Vietnam yang Berhasil “Mengalahkah” Corona dan artikel KILAS lainnya