Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Nafkah

Tajirnya Belva Devara, Sudah Jadi Trilyuner di Usia yang Masih Dua Puluhan

Redaksi oleh Redaksi
6 Mei 2020
A A
adamas belva
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Belum juga kepala tiga, tapi Belva Devara sudah punya aset kekayaan lebih dari 1 triliun.

Di Indonesia ini, ada banyak banget pemuda-pemudi tajir yang kekayaannya bikin banyak orang tengsin dan minder. Dari yang tajir gara-gara merintis bisnis sendiri, tajir gara-gara mengembangkan bisnis orang lain, sampai yang tajir karena dapet warisan dari orang tua. Pokoknya beragam cara tajirnya.

Nah, dari sekian banyak anak muda kaya di Indonesia itu, nama Adamas Belva Syah Devara adalah salah satunya.

Tak banyak yang tahu siapa Belva sampai kemudian dirinya ditunjuk menjadi salah satu staf khusus presiden. Maklum, Jokowi tampaknya memang sedang kepincut dengan nuansa milenial, sehingga seluruh staf khususnya ia pilih dari kelompok usia-usia milenial. Dan Belva adalah salah satunya.

Lelaki berusia 29 tahun tersebut merupakan CEO sekaligus Founder Ruangguru, sebuah perusahaan startup teknologi yang berfokus pada penyediaan konten pendidikan berbasis bimbingan belajar.

Sosok Belva sempat trending saat BNPB mengunggah poster bergambar dirinya dengan quote kata-kata yang sangat indie-edgy-artsy-sastrawi tapi kuno itu: “Menyalakan lilin lebih baik daripada menyalahkan kegelapan.”

Puncak perbincangan terkait Belva terjadi saat perusahaannya Ruangguru ditunjuk sebagai salah satu platform penyedia konten pelatihan dalam program kartu prakerja yang melibatkan anggaran sebesar 5,6 triliun.

Belva pun kemudian mundur dari jabatannya sebagai Staf Khusus Presiden karena polemik konflik kepentingan.

Kendati sudah mundur dari jabatannya sebagai stafsus, namun kerjasama antara Ruangguru dalam proyek kartu prakerja itu tetap berjalan.

Pundi-pundi kekayaan Belva sebagai CEO dan founder Ruangguru tentu saja bertambah seiring dengan berjalannya program tersebut.

Belva memang sudah dikenal sebagai sosok yang kaya raya. Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara yang ia laporkan pada Februari lalu, dirinya tercatat punya aset kekayaan yang mencengangkan.

Walau tak punya aset tanah dan bangunan (mungkin masih tinggal sama orang tua), namun Belva tercatat memiliki kendaraan pribadi berupa mobil HRV keluaran tahun 2014. Nilai mobil ini ditaksir sebesar 250 juta.

Ia juga punya aset berupa kas dan setara kas yang bernilai 2,9 miliar.

Nah, yang paling mencengangkan, ia punya aset surat-surat berharga sebsar 1,3 triliun, tepatnya Rp1.305.115.544.921,-

Iklan

Aset surat berharga ini kemungkinan besar berasal dari saham yang ia miliki di perusahaan Ruang Guru, mengingat saat ini nilai valuasi Ruang Guru memang sangat besar, yakni 150 juta dolar atau setara 2 triliun rupiah setelah mendapatkan pendanaan investasi dari General Atlantic, GGV Capital, dan sejumlah investor lamanya.

Dari data LHKPN, Nilai total kekayaan Belva adalah sebesar 1,3 trilun, tepatnya Rp1.308.449.188.319,-.

Mantap jiwa. Inilah bukti bahwa pendidikan adalah jalan menuju kekayaan. Belva sudah membuktikannya lewat aplikasi pendidikan. Ya ditambah koneksi-koneksi dikit lah.

belva devara

Terakhir diperbarui pada 15 September 2020 oleh

Tags: belva devarastaf khusus
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

adamas belva, ruangguru, jokowi, staf khusus milenial, konflik kepentingan mojok.co
Pojokan

Adamas Belva Mundur dari Staf Khusus dan Harus Diapresiasi

22 April 2020
Moknyus

Dibantu Pusat Tangani Kali Item, Anies Baswedan Merasa Tersindir?

28 Juli 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lahir di lingkungan NU tapi justru menemukan kedamaian di Muhammadiyah. MOJOK.CO

Tumbuh di Desa dengan Tradisi Keagamaan yang Kental, Saya Justru Menemukan Kedamaian di Muhammadiyah dengan Rasionalitasnya

3 Agustus 2026
Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP MOJOK.CO

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP

1 Agustus 2026
Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Ilustrasi perantau dari desa.MOJOK.CO

Tangis Sunyi Para Perantau: Uang Habis Untuk Hidupi Keluarga, tapi Dicap Durhaka karena Jarang Pulang dan “Tak Hadir” di Orang Tua

3 Agustus 2026
Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026
10 Tahun Persahabatan Berujung Cut Off Mengajari Saya Satu Hal: Kita Bukan Jahat, tapi Memang Sudah Tak Sejalan MOJOK.CO

10 Tahun Persahabatan Berujung Cut Off Mengajari Saya Satu Hal: Kita Bukan Jahat, tapi Memang Sudah Tak Sejalan

31 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.