Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Gerindra Ingin Anies Baswedan Jadi Kadernya, PKS Tak Terima

Redaksi oleh Redaksi
21 Agustus 2018
A A
anies baswedan
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Gerindra dan PKS memang dua partai yang boleh dibilang punya hubungan yang rumit dan kompleks. Kelihatannya kompak dan dalam melangkah bersama. Mesra dan setia dalam koalisi. Pokoknya B 217 AN-lah. Namun pada titik tertentu, dua partai ini bisa saling sindir dan saling ancam.

Dalam proses pencarian cawapres Prabowo beberapa waktu yang lalu, misalnya, PKS mengancam akan keluar dari koalisi dan membentuk poros baru bila Prabowo memilih tokoh di luar PKS sebagai cawapres. Belakangan Prabowo benar-benar memilih tokoh di luar PKS, dan tanpa diduga, PKS ternyata merestui.

Iklan

Selanjutnya saat menentukan siapa calon pengganti Sandiaga Uno sebagai Wagub DKI. Dua partai sama-sama mengajukan calon potensialnya, belakangan Gerindra disebut mengalah dan mempersilahkan PKS untuk mengajukan orangnya sebagai pengganti Sandiaga.

Nah, yang terbaru, PKS dan Gerindra agak ribut soal rencana Gerindra yang ingin menarik Anies Baswedan menjadi kader Gerindra.

Polemik ini bermula saat Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Prabowo Soenirman menyebutkan bahwa Gerindra bakal legowo posisi Wagub DKI diambil PKS asalkan Anies Baswedan bergabung ke Gerindra.

“Kami keukeuh ya Taufik (M Taufik selaku Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Partai Gerindra), dengan catatan tadi, sampai seandainya PKS ngotot, maka kami berharap Anies (Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta) menjadi kader Gerindra,” ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut membuat PKS merasa keberatan.

“Nggak ada kayak gitu-gitu, enak saja. Jangan fait accompli gitulah. Kita prinsipnya bersama,” kata anggota Majelis Syuro PKS Aboe Bakar Al-Habsyi.

Prabowo beralasan bahwa Gerindra ingin punya perwakilan kader di tampuk kepemimpinan DKI, entah sebagai Gubernur, atau Wakil Gubernur. Majunya Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno (yang merupakan kader Gerindra sebelum akhirnya menyatakan keluar karena maju sebagai cawapres) sebagai cawapres mendampingi Prabowo menjadi dasar wacana untuk menarik Anies ke Gerindra.

Aboe Bakar menyebut keinginan Gerindra untuk “mengakuisisi” Anies bisa mencederai koalisi, menurutnya, prinsip utama koalisi adalah membangun kebersamaan, bukan mencari kekuasaan.

“Yang namanya politik, posisi kekuasaan adalah harapan semua figur politik, tapi berambisius full itu agak sulit di tengah kita berkoalisi,” kata Aboe Bakar.

PKS sendiri menurut Aboe Bakar tak akan terlalu ngotot untuk urusan jabatan Wakil Gubernur DKI. Ia menuturkan bahwa PKS siap jika diberi amanah, namun juga siap jika posisi tersebut diisi oleh orang lain.

“Kalau partai-partai itu mempersilakan PKS, ya PKS nggak nolak gitu aja. Tetapi kalaupun nggak diberikan ya sudah kita serahkan,” kata Aboe. “Buat PKS, siapa pun oke. Tapi PKS sudah biasa… dapat jabatan terus hilang. Banyak dijanji-janjikan gitu.”

Nah, kan, main sindir-sindiran.

Iklan

Ah, memang Gerindra dan PKS ini sedap betul. Selalu ada saja hal-hal yang bisa membuat keduanya berselisih. Dari mulai cawapres, posisi Wagub, sampai Anies Baswedan.

Ih, gemes deh… (A/M)

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2018 oleh

Tags: Anies BaswedangerindraPKS
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Marchel Widianto satrio piningit Tangerang Selatan MOJOK.CO
Esai

Marshel Widianto Adalah Satrio Piningit yang Dibutuhkan Tangerang Selatan

25 Juni 2024
prabowo subianto gerindra jatah 3 menteri pertahanan
Kampus

Cerita Mahasiswa UNAIR Anak Caleg Gerindra Lulus Cepat agar Bisa All Out Bantu Bapak Kampanye

14 April 2024
Wacana Koalisi PDIP dan PKS di Putaran Kedua Pilpres, Siapkah Lawan Kubu Prabowo?
Video

Wacana Koalisi PDIP dan PKS di Putaran Kedua Pilpres, Siapkah Lawan Kubu Prabowo?

20 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.