Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Novel Baswedan Ngantor Lagi Meski Kasus Air Keras Belum Selesai

Redaksi oleh Redaksi
27 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Novel Baswedan yang sempat diserang teror penyiraman air keras itu kini kembali semangat datang dan bekerja ke KPK. Lalu, apa kabar kasus air kerasnya?

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, tercatat sedang menikmati hati pertamanya kembali bekerja di KPK Jumat ini (27/7). Sebelum datang ke kantor, ia mengaku telah melakukan komunikasi dengan pejabat KPK aktif lainnya untuk bertanya kasus mana yang harus segera dituntaskan.

Iklan

“Ketika pertama kali masuk, pastinya saya komunikasi dengan kawan-kawan di KPK, menginventarisir masalah-masalah apa yang belum selesai, apa yang harus diselesaikan terutama di bagian kerja saya karena ini kerja sehari-hari yang sudah sering dilakukan,” terangnya, sebagaimana dikutip dari Detik.com.

Eh, memangnya pekerjaan Novel di KPK masih sama seperti yang dulu?

“Harusnya sama, nggak ada perubahan,” jawabnya.

Ya, Novel Baswedan hingga hari ini masih menjadi Kasatgas di Direktorat Penyidikan Kedeputian Bidang Penindakan KPK. Tak ada yang berubah dari jabatannya, sehingga dirinya dan rekan-rekan di KPK pun sama-sama bersemangat menghadapi hari pertama Novel Baswedan.

Bergabungnya kembali Novel ke KPK diyakini dapat membantu proses penyembuhannya secara psikis. Terlebih, ia pribadi memang ingin terlibat langsung pada pemberantasan korupsi secara aktif. Tak tanggung-tanggung, meski sedang berada pada masa pasca pemulihan, Novel tetap bertekad mengikuti jam kerja yang berlaku di KPK, yaitu sejak pukul 08.00.

Kedatangan kembali Novel Baswedan tentu menjadi berita besar bagi KPK dan seluruh pendukungnya. Pasalnya, Novel sendiri pernah mendapat serangan dan tindakan teror yang mengancam keselamatan dirinya, yaitu disiram dengan air keras.

Pada tanggal 11 April 2017 lalu, peristiwa itu terjadi seusai dirinya mengikuti salat Subuh berjamaah di masjid sekitar tempat tinggalnya. Akibat kejadian ini, Novel Baswedan mengalami kebutaan di mata kirinya.

Meski telah berlalu lebih dari satu tahun, hingga kini pelaku penyerangan belum juga ditemukan.

Lalu, bagaimana kelanjutan kasus tadi? Apakah Novel dianggap sudah cukup pulih hingga kasus tadi diabaikan begitu saja?

Kabid Humas Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membantah hal tersebut. Menurutnya, penyelidikan terhadap pelaku masih terus dilakukan oleh polisi. Tak lupa, mereka juga masih mencari saksi-saksi yang mendukung pencarian titik terang kasus teror tersebut.

Meski Novel mulai bekerja kembali di KPK, polisi menegaskan pihaknya akan tetap melacak jejek pelaku dan meneruskan penyelidikan.

Tapi, sudahkah ada bukti baru yang bisa ditindaklanjuti?

Iklan

“Belum ada,” ujar Argo Yuwono.

Sebelumnya, beberapa orang sempat dicurigai sebagai dalang dan pelaku di balik kasus teror ini. Namun, polisi tidak memiliki bukti yang cukup kuat hingga akhirnya mereka harus dilepaskan kembali.

Dengan kembalinya Novel Baswedan ke KPK, setidaknya kita masih punya harapan: pengecut yang bersembunyi itu kini pasti kesal dan geram melihat targetnya masih tetap aktif berjuang melawan korupsi. Tunggu sebentar lagi, semoga ia tercyduk! (A/K)

Terakhir diperbarui pada 27 Juli 2018 oleh

Tags: air kerasanti korupsikasus terorKPKnovel baswedan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat MOJOK.CO
Esai

Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat 

11 Mei 2026
Bupati dan Walikota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan MOJOK.CO
Tajuk

Bupati dan Wali Kota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan

13 April 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO
Tajuk

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Sejumlah Menteri Terjerat Korupsi, Dewan Guru Besar Minta KPK Tak Tebang Pilih. MOJOK.CO
Kilas

Sejumlah Menteri Terjerat Korupsi, Dewan Guru Besar Minta KPK Tak Tebang Pilih

17 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

WiFi di Kos MOJOK.CO

Ngekos Murah Ber-WiFi Malah Tekor: Berisik, Teras Berubah Jadi Warnet Gratisan, Berujung Terusir dan Ngungsi demi Ketenangan

24 Juli 2026
Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan MOJOK.CO

Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan

24 Juli 2026
Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional Prambanan.MOJOK.CO

Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional di Candi Prambanan

22 Juli 2026
Buku "Ambarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeri" jadi ikhtiar mencatat risalah panjang kompleks Kedaton Ambarrukmo Yogyakarta melintasi 5 zaman MOJOK.CO

Ikhtiar Mencatat Risalah Panjang Ambarrukmo Melintasi 5 Zaman, Situs yang Terus Hidup tanpa Mencerabut Akar

23 Juli 2026
Perjuangan masuk UGM.MOJOK.CO

Kehilangan Ayah Menjelang SNBT, Kini Berhasil Kuliah Gratis di UGM Meski Harus Belajar di Rumah Sakit

23 Juli 2026
Di Antara Teriakan Maling dan Sunyinya Nurani: Seorang Anak Menangisi Bapaknya yang Tewas Dikeroyok Massa MOJOK.CO

Di Antara Teriakan Maling dan Sunyinya Nurani: Seorang Anak Menangisi Bapaknya yang Tewas Dikeroyok Massa

27 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.