Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Mengenal Momo Challenge, Tren Terbaru yang Penuh Mara Bahaya

Redaksi oleh Redaksi
5 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tren challenge kekinian kembali bertambah. Momo Challenge adalah “budaya” baru yang menyebar lewat WA, tapi ancamannya tidak main-main: nyawa!

Setelah beberapa minggu terakhir netizen dimabukkan dengan adanya Kiki Challenge alias In My Feeling Challenge, kini muncul challenge lain yang lebih “gila”. Belakangan, di sejumlah negara, muncullah tantangan baru bernama Momo Challenge.

Iklan

Bukan, Momo Challenge bukanlah challenge yang mewajibkanmu untuk joget-joget bersama mobil yang sedang berjalan, kok. Challenge yang satu ini justru jauh lebih berbahaya daripada itu. Yang menjadi pertaruhan bukanlah kemungkinan ditilang polisi, melainkan…

…nyawamu sendiri.

Bermula dari Facebook, challenge ini muncul dalam bentuk akun yang juga ada di WhatsApp dan YouTube. Pemain tantangan ini awalnya harus menambahkan nomor WhatsApp si Momo untuk dapat berkomunikasi dengannya. Sekilas, sampai tahap ini, segalanya terlihat normal, bukan?

Yang menjadi tak lazim adalah langkah berikutnya: Momo akan mengirimkan gambar pada pemainnya, termasuk yang berbau kekerasan disertai kewajiban bagi pemain untuk melakukan hal tersebut. Jika menolak, pemain akan diancam oleh Momo hingga ketakutan.

Menurut pihak kepolisian di berbagai negara, termasuk Jerman, Argentina, dan AS, Momo Challenge ini mengingatkan kita pada tragedi bernama Blue Whale Challenge. Challenge tersebut adalah tantangan berbentuk “permainan” beberapa hari, di mana para pemainnya diharuskan bunuh diri pada hari terakhir. Dilaporkan, ada 130 korban meninggal dunia akibat Blue Whale Challenge di Rusia.

Apakah Momo Challenge telah memakan korban? Menyedihkannya, iya. Di Argentina, kepolisian sedang menginvestigasi kematian remaja berusia 12 tahun yang diduga merupakan korban Momo. Konon, Momo memang mengincar remaja yang sedang gemar-gemarnya aktif di media sosial.

Lalu, siapakah Momo sebenarnya?

Belum ada kepastian soal identitas Momo yang asli. Melalui foto yang digunakan Momo, memang terlihat wajah seorang wanita yang menyeramkan. Namun, wajah ini ternyata tidak ada hubungannya dengan identitas Momo, melainkan merupakan hasil karya seniman Jepang bernama Midori Hayashi. Pihak berwenang telah memastikan bahwa Momo Challenge dan Midori Hayashi adalah dua hal yang tidak saling terkait.

Nomor telepon yang digunakan Momo di WhatsApp adalah nomor yang berasal dari tiga negara—Jepang, Kolombia, dan Meksiko—dan ketiganya tidak memberikan jawaban saat dihubungi melalui telepon. Oleh karenanya, beberapa pihak meyakini bahwa Momo Challenge dilakukan orang tak bertanggung jawab dengan tujuan khusus untuk mencuri data dan merampok orang di internet.

Duh, Momo yang satu ini mengerikan betul. Sudah pakai wajah buatan orang lain tanpa izin, menyebarkan gambar kekerasan, mengancam, mengajak bunuh diri, eeeeh masih mencuri data pula. Maumu apa, sih, Mo? Mbok kamu itu tiru Momo-Momo yang lain, yang berprestasi, kayak Momo TWICE atau Momo (eks) Geisha! (A/K)

Terakhir diperbarui pada 5 Agustus 2018 oleh

Tags: bunuh dirigame WAIn My FeelingJogetMomo Challengenetizentantanganwhatsapp
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas Mojok.co
Pojokan

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas

18 Mei 2026
Romantisasi bunuh diri di Jembatan Cangar Mojokerto harus dihentikan MOJOK.CO
Catatan

Ironi Jembatan Cangar Mojokerto: Berubah Jadi Titik Bunuh Diri Gara-gara Salah Kaprah Diromantisasi hingga Menginspirasi

24 April 2026
Dosen UNIMA diduga lakukan kekerasan seksual ke mahasiswi FIPP hingga trauma dan bunuh diri MOJOK.CO
Kabar

Trauma Serius Mahasiswi UNIMA akibat Ulah Menjijikkan Oknum Dosen, Tertekan hingga Gantung Diri

2 Januari 2026
Benarkah Agama Bisa Mencegah Bunuh Diri.MOJOK.CO
Ragam

Benarkah Agama Bisa Mencegah Bunuh Diri?

1 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO

SRAK 2026-2036 Resmi Disusun, Komitmen Lintas Sektor Selamatkan Elang Jawa dari Kepunahan

27 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Pengeroyokan di Bali tidak dibenarkan. MOJOK.CO

Pakar Hukum Pidana: Pelaku Pengeroyokan di Bali Bisa Kena KUHAP, sementara Keluarga Korban Terlanjur Alami Trauma

27 Juli 2026
Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31 jadi sumber sukacita dan perkuat posisi Yogya sebagai Kota Budaya di mata dunia MOJOK.CO

Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31: Sumber Sukacita dan Perkuat Posisi Yogya sebagai Kota Budaya di Mata Dunia

22 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.