Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Kalapas Sukamiskin Tidak Suka Miskin, Menteri Yasonna Laoly Harus Mundur?

Redaksi oleh Redaksi
22 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Namanya, sih, Sukamiskin. Tapi ternyata, napi dan Kalapas Sukamiskin sendiri tidak suka miskin, sampai-sampai rela memberi dan menerima suap demi kehidupan mewah.

OTT (Operasi Tangkap Tangan) terhadap Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen, kemarin (21/7) cukup menghebohkan publik. Bagaimana tidak, dalam OTT tersebut ditemukan adanya praktik suap narapidana korupsi untuk mendapatkan fasilitas mewah selama berada di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Iklan

Menanggapi kejadian ini, tak sedikit pihak mendesak Presiden Jokowi untuk meninjau pencopotan jabatan menteri kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Salah satu tokoh yang bersuara vokal adalah peneliti ICW, Emerson Yuntho.

Bagi Emerson, kekuatan Jokowi sebagai presiden bakal menurun jika hal ini tidak segera terselesaikan. Untuk itu, ia menuntut agar Yasonna Laoly dapat segera dievaluasi.

Menteri HAM Yasonna Laoly sendiri harus rela dipertanyakan komitmennya terhadap pemberantasan korupsi akibat terkuaknya kasus narapidana (napi) dan Kalapas Sukamiskin yang sepertinya tidak suka miskin ini.

Bukan hanya Emerson, suara serupa datang dari Dahnil Anzar, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. Ia yakin bahwa Yasonna Laoly telah lama mengetahui adanya praktik penjara mewah, tapi tidak melakukan tindakan nyata.

“Saya kira bukan cuma sekadar dicopot, yang bersangkutan perlu diminta keterangan juga,” tambahnya.

Per 21 Juli 2018 kemarin, Lapas Sukamiskin memang lagi-lagi muncul dengan kasus penjara mewah. Dalam temuan ini, Kalapas Sukamiskin Wahid Husen ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti menerima suap. Selain itu, tiga orang lainnya juga resmi berstatus tersangka, yaitu Fahmi Darmawansyah (napi korupsi), Hendry Saputra (staf), dan Andi Rahmat (napi pidana umum/tahanan pendamping).

Mirisnya, temuan sel tahanan serupa kamar kos dengan fasilitas lengkap (kamar mandi dalam, AC, TV, dan dispenser) bukan menjadi kabar pertama soal kemewahan Sukamiskin. Sebelumnya, lapas ini dikenal identik dengan kemewahan para napi di dalamnya.

Salah satu ‘fasilitas’ yang paling menonjol adalah adanya saung elite di area Sukamiskin yang sering kali digunakan sebagai tempat besuk atau acara napi bersama kolega. Konon, saung ini dibangun atas biaya swadaya dari para napi.

Sebelum terbongkarnya kasus sel mewah yang melibatkan suami artis Inneke Koesherawati, sel mantan Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin di Sukamiskin pun ditemukan sebagai sel berukuran paling besar. Belum lagi, beberapa tahanan kepergok dengan santainya keluar-masuk lapas, termasuk si tahanan fenomenal Gayus Tambunan. (A/K)

Terakhir diperbarui pada 22 Juli 2018 oleh

Tags: Gayus TambunanInneke KoesherawatiKalapas SukamiskinMenteri Hukum dan HAMpenjara mewahWahid HusenYasonna Laoly
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kasus Djoko Tjandra Jadi Petunjuk Pemerintah Bisa Kerja Cepat, Senyap, dan Gemar Menolong

Kasus Djoko Tjandra Jadi Petunjuk Pemerintah Bisa Kerja Cepat, Senyap, dan Gemar Menolong

17 Juli 2020
Program napis bebas, ronda, tingkat kejahatan, yasonna laoly mojok.co

Terima Kasih, Pak Yasonna Laoly, Berkat Anda Warga Jadi Rajin Ronda

23 April 2020
es teh es kopi reshuffle kabinet gibran rakabuming adian napitupulu erick thohir keluar dari pekerjaan utusan corona orang baik orang jahat pangan rencana pilpres 2024 kabinet kenangan sedih pelatihan prakerja bosan kebosanan belanja rindu jalan kaliurang keluar rumah mudik pekerjaan jokowi pandemi virus corona nomor satu media kompetisi Komentar Kepala Suku mojok puthut ea membaca kepribadian mojok.co kepala suku bapak kerupuk geopolitik filsafat telor investasi sukses meringankan stres

Saatnya Presiden Jokowi Merombak Kabinetnya

20 April 2020
Mendukung Keanehan Jokowi, Pak Luhut Binsar Panjaitan, dan Yasonna Laoly MOJOK.CO corona

Mendukung Keanehan Jokowi, Pak Luhut Binsar Panjaitan, dan Yasonna Laoly

3 April 2020

ICW Sebut Usul Yasonna Laoly Bebaskan Koruptor Karena Corona Hanya Akal-Akalan Saja

3 April 2020
yasonna laoly, revisi pp, korupsi, narkotika, virus corona mojok.co

Yasonna Laoly Revisi PP: Mencegah Penularan Apa Menolong Teman?

2 April 2020
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026
UMKM, UKM.MOJOK.CO

Pemkot Jogja Buru “DNA” 18.000 Usaha Kecil untuk Basis Data Tunggal 2026 demi Kebijakan Tepat Sasaran

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.