Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Ini 3 Sosok Kandidat Cawapres Potensial Non Partai Pendamping Jokowi Versi Indo Barometer

Redaksi oleh Redaksi
29 Juli 2018
A A
jokowi
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bursa calon wakil presiden pendamping Jokowi di Pilpres 2019 semakin hari semakin menarik saja. Tenggat pendaftaran nama capres-cawapres yang semakin dekat semakin membuat orang penasaran dengan sosok yang bakal dipilih oleh Jokowi.

Jokowi disebut-sebut sudah mengantongi nama siapa calon wakil presiden yang bakal mendampingi dirinya kelak. Kendati begitu, sampai sekarang, dirinya belum juga mengumumkan siapa sosok tersebut.

Iklan

Dalam kondisi yang demikian, tentu banyak lembaga-lembaga survei yang keudian ikut meramaikan dan memanaskan lantai dansa kontestasi politik dengan memberikan alternatif-alternatif bursa calon wakil presiden pendamping Jokowi.

Yang terbaru, Indo Barometer, salah satu lembaga penelitian dan survei Indonesia memberikan daftar kandidat cawapres potensial dari unsur non-partai.

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan setidaknya ada 3 tokoh non-partai yang berpotensi untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Jokowi. Ketiganya kebetulan punya inisial depan yang sama, yakni M. Mereka adalah Mahfud MD, Moeldoko, dan Ma’ruf Amin.

“Selama ini saya selalu menyebut ada 3M (3 nama) ya, Mahfud MD, Moeldoko, Ma’ruf Amin,” kata Muhammad Qodari.

Ketiga sosok ini dinilai pas untuk mendampingi Jokowi. Ada beberapa alasan yang menurut Qodari menjadikan tiga sosok ini potensial.

Alasan pertama tentu saja adalah alasan non-partai. Sosok non-partai dinilai bisa menjadi alternatif yang bagus untuk mengurangi kecemburuan antar partai pengusung Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

Alasan kedua karena masing-masing sosok di atas punya rekam dan kapasitas kepemimpinan yang cukup mumpuni di organisasi. Moeldoko, misalnya, berpengalaman di organisasi kemiliteran TNI dengan jabatan tertinggi Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Ma’ruf Amin berpengalaman di MPR dan DPR, juga di PBNU. Sementara Mahfud MD sudah teruji kepemimpinannya baik di MA, maupun di Kementerian, 

Alasan yang ketiga adalah karenaMa’ruf Amin, Mahfud MD, serta Moeldoko adalah sosok yang berasal dari salah satu unsur yang saat ini memang diperlukan oleh Jokowi, yakni militer dan agamis. Alasan inilah yang oleh Qodari menjadi salah satu pertimbangan yang besar.

“Bisa tentara bisa ulama,” kata Qodari.

Nah, apakah salah satu dari 3M inilah yang kelak akan dipilih oleh Jokowi untuk mendampinginya sebagai cawapres? Entahlah, politik memang susah ditebak.

Iklan

Boleh jadi, nanti Jokowi justru memilih sosok “M” yang lain di luar 3M versi Indo Barometer. Mardani Ali Sera, misalnya. Atau jangan-jangan malah Mathias Muchus atau Mat Solar?

Semua bisa terjadi. (A/M)

Terakhir diperbarui pada 29 Juli 2018 oleh

Tags: jokowiMa’ruf Aminmahfud mdMoeldoko
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
menulis di media, dahlan iskan.MOJOK.CO

Menulis di Media adalah Cara Termudah Menjadi Terkenal dan Meninggalkan “Warisan”

17 April 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

18 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saat adik saya jadi korban bullying (perundungan) di sekolah, pihak guru malah menganggapnya masalah biasa MOJOK.CO

Melabrak Guru usai Adik Jadi Korban Bullying di Sekolah hingga Cedera: Saya Justru Menerima Jawaban Memuakkan

18 Agustus 2026
Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius MOJOK.CO

No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius

17 Agustus 2026
TPU Farm: Ketika Kematian Menumbuhkan Kehidupan MOJOK.CO

TPU Farm: Ketika Cabai Tumbuh di Area Makam

17 Agustus 2026
Pesan veteran Indonesia di momen kemerdekaan. MOJOK.CO

Dari Veteran Indonesia ke Generasi Muda yang Pesimis Rayakan Kemerdekaan: Bacalah Buku Sejarah!

19 Agustus 2026
Makrab, Budaya senioritas dan bullying di kampus.MOJOK.CO

Setelah 4 Kali Ikut Makrab di Kampus, Saya Percaya Budaya Ini Lebih Baik Dihapus Saja: Bukan Bikin Akrab, Malah Meruncingkan Konflik “Senior” dan “Junior”

13 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.