5 Karakter Ibu-Ibu yang ‘Ibu-Ibu Banget’

MOJOK.CODari hasil investigasi, kami berhasil mengumpulkan data mengenai karakter ibu-ibu yang nyatanya memang penuh dengan ‘keajaiban’.

Peringatan Hari Ibu memang sudah berlangsung tanggal 22 Desember kemarin. Namun, sebagaimana kasih ibu yang berjalan sepanjang masa, mengenang kebaikan ibu memang tak akan putus-putus. Mau kita lagi di rumah atau di kota perantauan, sosok ibu selalu terkenang dengan segala ‘keajaiban’ yang dimilikinya.

Eh, keajaiban???

Ya, Saudara-saudara, Mojok Institute diam-diam telah mengerahkan beberapa pemuda dan pemudi terpilih di beberapa desa dan kota untuk mengamati gerak-gerik dan karakter ibu-ibu yang mereka miliki. Dari hasil investigasi ala-ala ini, kami berhasil mengumpulkan data mengenai karakter ibu-ibu yang nyatanya memang penuh dengan ‘keajaiban’. Hal-hal ini teringat jelas di kepala kita begitu kalimat-kalimat andalan ibu bergema di kepala:

1. “Pantesan sakit, hapean terus, sih!”

Ada banyak kasus kita tiba-tiba merasa pusing atau mual, kadang-kadang sampai membuat kita enggan bangkit dari kasur. Saat bertanya-tanya soal penyebab sakit mendadak ini, ibulah yang tiba-tiba datang dan memberi penjelasan soal alasan paling memungkinkan (bagi dirinya) terjadinya sakit pada anaknya ini.

“Ibu tahu,” kata ibu kita (hah, kita???), memulai analisis, “ini semua gara-gara kamu main hape terus, tahu!!!”

Padahal…

…apa hubungannya, Bu Maimunaaaahh???!!!

2. “Tupperware-nya jangan hilang!”

Obsesi yang dimiliki para ibu terhadap Tupperware sudah menjadi rahasia umum di Indonesia. Sedikit saja ada katalog Tupperware, ibu-ibu ini akan langsung bergairah dan mengingat-ingat termos minum dan kotak makan seperti apa yang belum mereka miliki. Pokoknya, harus up-to-date~

Meski Tupperware mampu memenuhi kebutuhan sebagai tempat bekal makan suami dan anak-anak, jangan harap kamu bakal lolos dari cemberutnya ibu saat Tupperware kesayangannya kamu tinggal tanpa sengaja di kelas. Jangankan ketinggalan—tutup Tupperware yang nggak matching dipakai alias salah warna pun mampu menggundahgulanakan hati ibunda!

3. “Nyarinya pakai mata, jangan pakai mulut!”

Karakter ibu-ibu yang konon menjadi andalan semua orang adalah kemampuannya kembali ke masa lalu saat ada laporan barang hilang di rumah. Ehm, okay, tidak secara literal kembali ke masa lalu, tapi jelas ibu-ibu memiliki kemampuan spesial dalam mencari jejak benda-benda yang hilang, seolah-olah ia mengambil barang itu dari masa lalu, tepat sebelum barangnya menghilang.

Di sinilah peran ibu yang paling besar terasa. Di mana saja ada barang hilang, ibulah yang pertama kali dihubungi, bahkan jika kejadiannya ratusan kilometer dari rumah. Sayangnya, setiap kali kita ingin mengucapkan terima kasih dengan romantis, ibu biasanya hanya akan berkata singkat,

“Kalau nyarinya pakai mulut, ya, nggak ketemu!”

:(((

4. “Ah, kemarin harganya nggak segini, kok!”

Pintar akting dan penuh siasat—dua hal ini agaknya bisa kita sematkan dalam karakter ibu-ibu, khususnya saat sedang berbelanja. Demi mendapat harga yang lebih murah, begini kira-kira yang akan ibu-ibu lakukan: 1) bertanya harga dari penjual; 2) jika harga dirasa terlalu mahal, ibu-ibu akan tampak terkejut dan berkata, “Loh, kemarin ke sini harganya nggak segitu, kok!”; 3) mulai menawar sambil sedikit menunjukkan raut muka kecewa dan cemberut; 4) tawar terus; 5) tawar lagi; 6) kalau berhasil, ibu-ibu akan mendapatkan barang yang mereka inginkan dengan harga impian; 7) jika tidak berhasil, pasanglah muka kecewa dalam-dalam, lalu pergi dari tempat penjualnya, niscaya si penjual akan berkata, “Ya udah, Bu, boleh-boleh, dah, boleeehhh,, kurangin 10 seribu rupiah!”

Berhasiiiiiil~

5. “Cepet bangun, udah jam 7!”

Alarm yang dipasang berulang kali tak akan pernah cukup ampuh kalau dibandingkan dengan cara ibu membangunkan kita, anak-anaknya. Khususnya di pagi hari, ibu umumnya bakal mengetuk pintu kamar kita keras-keras, menggoyangkan badan kita yang masih seperempat sadar, lalu menegur dengan merdu,

“Bangun! Udah jam 7, nih!”

Sontak, kita pun gelagapan dan buru-buru bangun karena takut terlambat, tapi langsung mangkel sendiri melihat jam dinding masih menunjukkan pukul 6 pagi. Hadeeeeh, Bu!

Tapi, yaaaah, ibu selalu bisa bikin kangen dengan caranya sendiri, kan?

Exit mobile version