Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kepala Suku

Apa yang Akan Dilakukan Jokowi Jika Kalah dalam Pilpres 2019?

Puthut EA oleh Puthut EA
14 April 2018
A A
KEPALA SUKU-MOJOK

KEPALA SUKU-MOJOK

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Suhu politik makin panas. Biar tidak spaneng, kita mikir yang lucu-lucu saja tapi out of the box, supaya otak tetap kreatif. Misalnya, membayangkan profesi apa yang akan dipilih dan dilakukan Jokowi jika nantinya kalah dalam Pilpres 2019.

Tentu saja, di atas kertas, Jokowi bakal memenangi laga dalam Pilpres 2019, baik ketika Prabowo benar-benar maju, apalagi jika bermusuhkan kotak kosong. Tapi, pikiran kreatif, kan, tidak harus mikir yang biasa-biasa saja. Andaikan persentase kemenangan Jokowi vs Prabowo adalah 90 persen, tetap saja ada potensi 10 persen yang bisa kita pakai untuk berandai-andai dan berbual-bual seperti ini.

Iklan

Fahri Hamzah, di berbagai media massa, bilang bahwa tahun depan dirinya bakal pensiun dari dunia politik. Menurutnya, daftar sementara nama-nama caleg dari PKS sudah ada, tanpa namanya sendiri. Sedangkan, dia merasa berat untuk pindah ke partai lain. Baginya, PKS adalah partai yang dia cintai dan dia ikut berkontribusi membesarkannya. Maka, tahun depan, dia berencana menjadi marbot masjid.

Menjadi marbot masjid bukan pertama kali diungkapkan sebagai pilihan jalan hidup oleh politikus. Kalau Anda masih ingat, pada Pilpres 2009, Jusuf Kalla kalah. Ketika dia mengucapkan selamat kepada SBY dan ditanya bakal melakukan kegiatan apa, JK menjawab: mau mengurus masjid.

Ahok, pada berbagai kesempatan setelah gagal bertarung menjadi Gubernur DKI, menyatakan kalau dia tidak mau berpolitik lagi dan sedang berpikir untuk menjadi host sebuah acara di televisi. Ya, mungkin dia ingin menyaingi Najwa Shihab.

SBY, ketika sudah tidak lagi menjabat sebagai Presiden, memilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Hal yang sama pun dilakukan oleh Megawati sebagai Ketua Umum PDIP.

Nah, bagaimana dengan Jokowi seandainya dia kalah pada Pilpres 2019? Jabatan atau profesi apa yang dipilihnya? Ini perlu imajinasi tingkat tinggi. Kalau bukan Kepala Suku Mojok, rasanya jarang yang memikirkan hal ini…

Satu hal yang jelas, jika Jokowi kalah, dia masih punya sekali kesempatan bertarung di Pilpres 2024. Dengan bekal pengalamannya menjadi presiden satu periode, plus umurnya yang belum terlalu sepuh di tahun 2024 (63 tahun), jelas dia punya potensi besar menjadi presiden lagi. Karena itu, kemungkinan besar, dia tidak akan jauh-jauh meninggalkan aktivitas politik.

Kemungkinan pertama, dia akan mendirikan sebuah lembaga. Sebutlah supaya mudah namanya: Institut Nawacita. Dengan demikian, dia masih bisa terus menyuarakan konsep politiknya itu.

Kemungkinan yang lain, dia bisa saja menjadi Ketua Umum PDIP. Usia Megawati tahun ini adalah 71 tahun. Di periode selanjutnya, tentu ia sudah terlalu sepuh untuk memimpin partai sebesar PDIP. Sementara itu, Puan Maharani, mungkin juga belum saatnya memimpin partai berlambang moncong banteng tersebut. Dengan menjadi Ketum PDIP, Jokowi akan menjadi pimpinan partai sekaligus pimpinan pihak oposisi.

Kemungkinan lain adalah… Apa ya? Menggeluti dunia bisnis lagi rasanya tidak mungkin. Menjadi marbot juga rasanya tidak. Mungkin, alternatif lain adalah aktif di lembaga sosial, semacam menjadi Ketua PMI, sebagaimana yang dilakukan oleh JK.

Lalu, kemungkinan yang lain apa? Bingung juga. Anda punya pendapat? Silakan…

Terakhir diperbarui pada 14 April 2018 oleh

Tags: Fahri Hamzahjokowikalah pemiluKetua Umum PDIPmarbot masjidPilpres 2019prabowo
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Anak rantau di Jogja pilih jadi marbot. MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid

6 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.