Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Yang Perlu Dilakukan Saat Kegocek Seragam Satpam Mirip Pulici

Penampakan seragam satpam baru mirip polisi

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
29 September 2021
A A
ilustrasi Yang Perlu Dilakukan Saat Kegocek Seragam Satpam Mirip Pulici mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jangan panik dan tetap kalem, kami akan membagikan siasat cerdas menghadapi kekagetan saat lihat seragam satpam baru yang cokelat kayak pulici.

Saya nggak bisa bohong bahwa saat membicarakan soal satpam, saya teringat tokoh Muklis, tokoh komedi rekaan yang muncul di serial Abdel dan Temon Bukan Superstar. Wajahnya yang melas tampak selalu ikhlas walau jadi target utangan Abdel dan Temon yang kalau dihitung jumlahnya sudah bisa buat umrah. Saya sempat mikir juga, apa yang bakal terjadi saat Muklis mengenakan seragam satpam baru yang warnanya cokelat dan mirip polisi itu? Apakah Abdel dan Temon jadi segan minjem duit?

Iklan

Apa pun itu, yang jelas di dunia nyata, saya menerima banyak sekali testimoni netizen yang kegocek seragam satpam baru. Ada yang langsung deg-degan, ada yang merasa lebih aman. Jika Anda adalah salah satu masyarakat yang kegocek, mari kita urai siasat menghadapinya satu demi satu.

#1 Introspeksi dulu, jangan-jangan Anda penjahat

Ketakutan yang timbul karena mengira satpam berseragam cokelat adalah polisi timbul dari hati kecil Anda sendiri. Coba tengok lagi apa yang Anda perbuat belakangan, apakah Anda habis nyolong mangga, nyolong duit rakyat, atau habis bikin mural. Kalau sudah seperti ini kan jawabannya jelas, berarti Anda kaget karena Anda mengira diri Anda penjahat. Lho ya nggak mungkin menyalahkan polisi dan bilang mereka yang jahat sehingga sering bikin takut. Nggak mungkin itu. Polisi kan menentramkan.

Intinya, bertobatlah jika Anda jahat. Jika tidak, setiap melihat seragam satpam yang warnanya cokelat itu, Anda jadi sport jantung.

#2 Lengkapi surat-surat berkendara

Beberapa satpam yang sudah mengenakan seragam cokelat juga bertugas menertibkan parkir. Sesekali ia melipir ke tengah jalan buat melambaikan tangan. Nggak jarang kehadiran satpam di pinggir jalan bikin sebagian pengendara panas dingin.

Kalem, saya tahu betul perasaan itu, jantung kayak mencelus mau copot. Sebab, kita tahu terkadang ada saja yang salah dari kita dalam berkendara. Kalau surat-surat Anda nggak lengkap, segera lengkapi, setidaknya ini bisa mengurangi deg-degan walau Anda tetap waswas sesekali.

Jika surat-surat sudah lengkap, tapi Anda tetap deg-degan dengan berat hati saya katakan bahwa Anda mungkin punya pengalaman traumatis dengan tilang-tilangan polisi. Iya, saya juga, pernah dicegat dan dimarahi saat saya masih SMA. Dimintai SIM, STNK, sambil dikatain bodoh karena melanggar lampu merah yang baru satu detik menyala. Y saya agak ngebut sih. Ujung-ujungnya, saya yang masih SMA dan bokek itu dimintai uang sebesar Rp50 ribu karena saya nggak pengin sidang. Bukan masalah uangnya, tapi kagetnya itu lho, Bung.

Nah, oleh karena makin banyak pasukan yang pakai seragam cokelat dan bisa memicu trauma, dari sekarang lengkapilah surat-surat Anda. nggak usah pasang knalpot brong dan kenakanlah helm walau Anda “akamsi”.

#3 Anggap saja buat hiburan baru satpam ngeprank masyarakat

Seragam satpam yang baru adalah amunisi yang cukup buat ngeprank warga. Saya tahu, banyak polemik yang muncul dari seragam ini. Mulai dari tataran receh sampai yang serius. Tapi, ketahuilah bahwa beberapa satpam menikmatinya. Kapan lagi bisa ngeprank warga.

Seragam putih biru yang punya kesan baik, jernih, mengayomi itu tiba-tiba berubah jadi seragam cokelat yang punya kesan… anu… sangar.

Nah, dari sinilah warga bisa kegocek dan tiba-tiba kaget ketika lihat kompleks kok sekarang dijaga pulici. Eh, ternyata itu satpam. Kesannya kan satpam jadi makin sangar, ya nggak mungkin kesannya jadi arogan dan kasar, mana ada!

Sudahlah, kita sebagai warga memang diminta narimo ing pandum. Nggak usah protes sama warna seragam baru satpam. Bikin mural nanti diciuk, ngasih kritik juga terhempas UU ITE. Yang bisa kita lakukan ya menerima sambil toxic positivity, berharap kalau seragam satpam yang baru ini bisa mengesankan bahwa polisi itu dekat dengan masyarakat karena bajunya sama kayak satpam. Bukan sebaliknya, satpam yang jadi berjarak. Hadeh, jangan sampai. Kita semua cinta Muklis dan profesinya.

BACA JUGA Sejak Seragam Satpam Baru Berwarna Cokelat, Dunia Serasa Milik Polisi dan artikel AJENG RIZKA lainnya.

Terakhir diperbarui pada 29 September 2021 oleh

Tags: aparat kepolisianmuklispenegak hukumseragam polisiseragam satpam'
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Polisi minta maaf atas kematian driver ojol. MOJOK.CO

Lagi-lagi Polisi Minta Maaf bikin Kita Muak karena Sudah Tahu Ujungnya: Tak Ada Keadilan untuk Rakyat Kecil

29 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026
Lansia menjual aksesori kemerdekaan di Malioboro, Yogyakarta. MOJOK.CO

Kisah Istri Pensiunan BPN Turun ke Jalanan untuk Jual Aksesori Kemerdekaan di Masa Tua demi Hadiahkan Cucu

18 Agustus 2026
Merdeka ala Puskestan dan para petani Sukoharjo: perjuangan sejahtera dari sektor pertanian MOJOK.CO

Merdeka Ala Puskestan dan Petani Sukoharjo: Perjuangan Panjang agar Sejahtera dari Pertanian

18 Agustus 2026
Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia MOJOK.CO

Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia tapi justru karena itu saya sayang banget sama motor ini

18 Agustus 2026
Saat adik saya jadi korban bullying (perundungan) di sekolah, pihak guru malah menganggapnya masalah biasa MOJOK.CO

Melabrak Guru usai Adik Jadi Korban Bullying di Sekolah hingga Cedera: Saya Justru Menerima Jawaban Memuakkan

18 Agustus 2026
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.