Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Wisatawan Protes Harga Gudeg di Malioboro Itu Tanda bahwa Branding Jogja (kelewat) Murah Itu Akhirnya Jadi Masalah

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
3 Januari 2026
A A
Wisatawan Protes Harga Gudeg di Malioboro Itu Tanda bahwa Branding Jogja (kelewat) Murah Itu Akhirnya Jadi Masalah

Wisatawan Protes Harga Gudeg di Malioboro Itu Tanda bahwa Branding Jogja (kelewat) Murah Itu Akhirnya Jadi Masalah (Budi Puspa Wijaya via Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ketika saya membaca kabar tentang wisatawan yang mengeluh harga gudeg sebesar 85 ribu di Malioboro, jujur saja saya nggak kaget. Bukan, saya sedang tidak menguliti keburukan Jogja, tidak. Justru saya sedang “membela” Jogja kali ini, karena hal ini muncul atas branding serampangan yang orang lekatkan pada Jogja.

Ya, branding apa lagi selain “Jogja itu murahnya kebangetan”. Mbahmu kiper, Riiii.

Saya sempat punya prediksi, bahwa branding murahnya Jogja ini suatu saat akan menggigit Jogja balik, karena ekspektasi orang jadi tidak masuk akal saat mengunjungi Kota Istimewa. Padahal kita tahu, ekspektasi kerap melukai kita dari sudut yang tak tertebak.

Orang jadi menganggap bahwa Jogja akan lebih murah dari Jakarta, Bali, Semarang, Surabaya, atau kota besar lain. Padahal sebenarnya, harga tak jauh beda. Benar Jogja memang terbilang lebih murah, tapi tentu saja tidak signifikan.

Kalau kamu berpendapat mi ayam 5 ribu adalah representasi murahnya Jogja, yah, kamu juga bagian dari masalah tersebut.

Nggak kemahalan, ah

Saya pikir, 3 gudeg dibanderol 85 ribu di Malioboro itu tidak kemahalan. Saya tidak bilang murah, tapi ya kalau dibilang nuthuk, ya tunggu dulu. Sebagai manusia yang berakal, kita harus tahu konteks.

Ini Malioboro, tempat wisata teramai di Jogja. Pastilah harga makanan akan lebih mahal ketimbang di tempat lain. Ini sudah hukum pasti. Kalau lebih mahal 20-30 persen, ya akan sangat wajar. Toh gudeg juga bukan makanan yang murah sebenarnya. Tanya para mahasiswa yang merantau ke Jogja, mayoritas akan bilang bahwa makanan ini sebenarnya tidak affordable.

Situasi yang sama saya alami Desember 2024 lalu di Ubud. Saya dan istri agak kaget melihat harga bakso dan mi ayam menyentuh 30 ribuan. Ya wajar kali saya kaget, saya asli Wonogiri. Kalau sampai ada warung mi ayam di Wonogiri jualan seporsi 30 ribu, dibakar warunge. Tapi ini Ubud. Jadi ya kami hanya kaget, tapi tetep pesen, dan dibayar dengan tenang.

Pengetahuan tersebut harusnya dipahami wisatawan, jadi tidak mudah memviralkan apa pun yang tidak sesuai ekspektasi. Ya kalau kamu kira bisa beli gudeg isi lauk ayam, telur, dan krecek seharga 15 ribu, ya yang perlu diperbaiki sih jan-jane cara berpikirmu.

Jogja memang murah, tapi…

Saya tahu betul, kalian datang ke Jogja ini karena tempatnya syahdu dan pasti juga ada embel-embel murahnya. Saya paham betul karena ya bagi saya, jan-jane, ada sedikit benarnya juga kalau Jogja itu murah. Cuma, kalau kalian anggap murahnya bisa beda jauh, nggak bisa.

Branding yang selebgram sematkan itu kadang hiperbolis memang. Apa-apa yang positif tentang Kota Istimewa disampaikan dengan storytelling menawan dan nada sendu yang dibuat-buat, plus dilebih-lebihkan. Padahal jane yo ra ngono banget.

Yang jadi korban ya pelaku usaha. Mereka mau tak mau ya harus menekan biaya produksi karena branding yang kelewat masif. Saya ini takutnya cuman satu: kalau dijual sesuai harga produksi, nanti dibilang nuthuk. Padahal kita tahu, harga-harga naik tiap tahun, dan ini keniscayaan yang tak bisa dibendung dengan branding mendayu ala selebgram.

Saya tak mau memungkiri, memang ada pedagang nuthuk. Ada pedagang yang aji mumpung. Tapi tentu saja tidak semua. Selalu ada pedagang yang rela margin keuntungan terpotong secara gila-gilaan demi tetap laku. Orang-orang tersebut adalah pahlawan para perantau yang makan masih jadi masalah paling utama.

Yang ingin saya sampaikan adalah, pandanglah Jogja dengan adil. Jangan kau puja-puji bak sesuatu yang suci, sampai kau lebih-lebihkan, yang bikin orang nggak fair dalam menilai. Jogja itu pada dasarnya mirip kota lain, nggak beda-beda jauh.

Iklan

Jangan kau jatuhkan Jogja hanya karena ekspektasimu yang dibentuk oleh orang-orang nggak napak tanah.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jogja Mahal, karena yang Murah Hanya Upah Pekerjanya dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN

Terakhir diperbarui pada 3 Januari 2026 oleh

Tags: Gudeg Jogjaharga gudeg di Jogjaharga makanan di JogjaJogja
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Plat Nomor B Bikin Dosa (Lagi) di Jogja, Bikin Malu Saja (Unsplash)
Pojokan

Plat Nomor B Kembali Bikin Dosa di Jogja, Sebuah Kelakuan yang Membuat Orang Jakarta Sendiri Repot dan Malu

3 Januari 2026
Liburan di Candi. MOJOK.CO
Hiburan

Kejutan di Awal Tahun 2026 untuk 5 Wisatawan Pertama Taman Wisata Candi

1 Januari 2026
Risiko ketimpangan sosial di balik gegap gempita wisata Jogja di mata guru besar Sosiologi UGM MOJOK.CO
Ragam

2 Sisi Koin Wisata Jogja: Ekonomi Berputar, Tapi Ada Risiko Ketimpangan Sosial bagi Warga Lokal dan Masalah yang Terus Berulang

1 Januari 2026
5 Esai Terpopuler Mojok 2025 (Mojok.co/Ega Fansuri)
Esai

5 Esai Terpopuler Mojok 2025: Sebuah Rekaman Zaman dan Keresahan Lintas Generasi

1 Januari 2026
Muat Lebih Banyak
Tinggalkan Komentar

Terpopuler Sepekan

Risiko ketimpangan sosial di balik gegap gempita wisata Jogja di mata guru besar Sosiologi UGM MOJOK.CO

2 Sisi Koin Wisata Jogja: Ekonomi Berputar, Tapi Ada Risiko Ketimpangan Sosial bagi Warga Lokal dan Masalah yang Terus Berulang

1 Januari 2026
5 Esai Terpopuler Mojok 2025 (Mojok.co/Ega Fansuri)

5 Esai Terpopuler Mojok 2025: Sebuah Rekaman Zaman dan Keresahan Lintas Generasi

1 Januari 2026
AI. MOJOK.CO

Masa Depan AI yang Terasa Menyenangkan Dimanfaatkan Juga oleh Kelompok Kriminal di Dunia

3 Januari 2026
Plat Nomor B Bikin Dosa (Lagi) di Jogja, Bikin Malu Saja (Unsplash)

Plat Nomor B Kembali Bikin Dosa di Jogja, Sebuah Kelakuan yang Membuat Orang Jakarta Sendiri Repot dan Malu

3 Januari 2026
Refleksi Agustina Wilujeng atas penghargaan yang diborong Kota Semarang sepanjang 2025 MOJOK.CO

Refleksi atas Penghargaan yang Diborong Semarang di 2025, Harus Hadir dan Beri Dampak Nyata ke Warga

2 Januari 2026
Sisi lain suasana Surabaya after rain yang dianggap puitis dan romantis: Ada tangis dan lelah yang tersapu hujan MOJOK.CO

Surabaya Setelah Hujan Indah dan Romantis, Tapi Sisi Lain Jadi Penyebab Tangis

3 Januari 2026

Video Terbaru

5 Video Mojok Terpopuler 2025: Manuskrip Jawa hingga yang Membuat Tawa  MOJOK.CO

5 Video Mojok Terpopuler 2025: Manuskrip Jawa hingga yang Membuat Tawa 

1 Januari 2026
Foto Coip dan Keyakinan Hidup yang Baik-Baik Saja Meski Tidak Viral

Coip dan Keyakinan Hidup yang Baik-Baik Saja Meski Tidak Viral

30 Desember 2025
Toko Buku dan Cara Pelan-Pelan Orang Jatuh Cinta Lagi pada Bacaan

Toko Buku dan Cara Pelan-Pelan Orang Jatuh Cinta Lagi pada Bacaan

28 Desember 2025

Konten Promosi



Summer Sale Banner
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.