Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Winamp Akan Kembali dengan Wajah Baru, Yakin Bakal Saingi Spotify dan YouTube?

Winamp itu pemutar musik penuh nilai nosltagia. Kalau diperbarui, pengalaman penggunanya mungkin tak seindah kenangan.

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
26 November 2021
A A
ilustrasi Winamp Akan Kembali dengan Wajah Baru, Yakin Bakal Saingi Spotify dan YouTube? mojok.co

ilustrasi Winamp Akan Kembali dengan Wajah Baru, Yakin Bakal Saingi Spotify dan YouTube? mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Generasi milenial merayakan nostalgia jika Winamp kembali hadir dengan wajah baru. Sayangnya kita perlu skeptis, bakal menggeser popularitas Spotify dan Youtube nggak ya?

Winamp sebagai aplikasi pemutar musik yang populer pada 90-an memang banyak sekali membawa kenangan. Saya ingat betul memutar lagu-lagu Flanella, Lobow, Samsons, dan Kerispatih melalui aplikasi ini di Windows 98 pentium 4. Dengan perangkat itu, saya sudah merasa kayak hacker yang keren. Pada masa itu, Spotify masih dalam kandungan, YouTube belum seluas sekarang untuk digunakan.

Kalau nganggur banget, dulu saya selalu menyempatkan untuk gonta-ganti skin Winamp. Favorit saya adalah tema Halloween dan kepala hijau (green head skin). Nggak cuma itu, memutar musik di Winamp memungkinkan kita menyalakan fitur visualization. Hmmm, gimana ya saya harus menggambarkannya. Visualization itu tampilan visual abstrak yang bergerak menyesuaikan musik. Bentuknya aneh-aneh, kayak otot warna-warni yang disetrum.

Radionomy sebagai perusahaan induk Winamp beberapa hari yang lalu mengumumkan kebangkitan kembali layanan pemutar musik ini. Mereka sudah merancang desain baru Winamp dan membuat sebuah tagline “Winamp for next-generation.”

Konon, bakal ada banyak perubahan dan penyesuaian untuk Winamp, seperti fitur mendengarkan podcast dan radio yang dulu tak pernah ada. Radionomy bahkan sudah meluncurkan versi Beta dan bisa diunduh terbatas untuk kepentingan pengujian. Beberapa musisi juga digandeng untuk turut mengukur pengalaman mereka menggunakan Winamp yang baru.

Sayangnya, belum ada detail khusus yang membahas bagaimana bentuk aplikasi ini sebenarnya. Kita belum bisa membayangkan apakah Winamp bakal hadir menyaingi Spotify dan YouTube yang punya versi premium atau justru sepenuhnya gratis.

Apakah tetap jadi pemutar musik layaknya Windows Media Player, KMP, dkk? Apakah bakal bisa diunduh lewat ponsel dan jadi aplikasi pemutar musik dari beberapa sumber? Apakah akan dihubungkan dengan internet atau tetap mempertahankan nilai nostalgia? Kita tidak tahu.

Winamp memang pernah begitu diidamkan di eranya. Aplikasi ini favorit anak muda yang baru mengenal internet. Musik yang diputar melalui aplikasi ini bukanlah musik streaming, melainkan file dengan format mp3 yang bisa jadi baru diunduh lewat Stafaband.

Pengumuman yang dibuat Radionomy kemarin menjadi ramai dibahas dan diperbincangkan bukan karena bagaimana Winamp yang baru diluncurkan, melainkan karena nilai nostalgia yang dihadirkan Winamp versi lama. 

Generasi milenial yang telah tumbuh dewasa bersama perkembangan teknologi sebetulnya sangat merindukan kesederhanaan yang dihadirkan Winamp dulu. Kesederhanaan yang pada masanya terasa begitu kompleks.

Saya langsung membayangkan aktivitas “main komputer” yang begitu menyenangkan ketika SMP. Sepulang sekolah saya rela nggak main bersama kawan-kawan karena saya pengin pergi ke warnet, mengunduh beberapa lagu dan gambar untuk diputar di komputer tabung saya di rumah. Kalau sedang beruntung, saya dapat bilik warnet yang komputernya sudah menyediakan segudang lagu-lagu terbaru yang bisa “dibajak”.

Winamp banyak membawa kenangan manis karena kita kerap memandang tampilan visualnya ketika mendengarkan lagu. Mengganti skin sampai bosan, dan menyalakan visualization sambil menikmati setiap melodi yang terdengar. Pemutar musik ini kaya akan kenangan yang terikat zaman.

Jika Winamp versi baru diluncurkan, saya pikir ini justru berbahaya. Pertama, pihak pengembang mungkin saja hanya bermaksud melakukan pembaruan untuk menyesuaikan pemutar musik ini dengan zaman. Tentu saja ini berlawanan dengan nilai nostalgia pengguna. 

Kedua, Winamp nyaris tak lagi digunakan bukan karena ia menjadi membosankan. Kita semua merasa tak butuh lagi pemutar musik karena layanan streaming seperti Spotify dan YouTube sudah hadir. Tanpa mengunduh, tanpa membajak, semua lagu dengan lisensi resmi bisa kita dengarkan. Lalu, untuk apa Winamp dihadirkan kembali?

Iklan

Nah, itu pertanyaan besar yang jawabannya: ya buat cari cuan lah!

Di luar itu semua, kita memang perlu sabar dulu. Menunggu Winamp versi baru keluar, dan menilainya secara adil. Siapa tahu mereka memang punya sebuah inovasi besar yang bakal mengubah cara orang mendengarkan musik. Siapa tahu mereka memang punya cara yang cukup unik buat menggeser Spotify dan YouTube.

BACA JUGA 6 Lagu Indonesia yang Bisa Bawa Pikiran Travelling ke 2005 dan artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 26 November 2021 oleh

Tags: aplikasigenerasi 90-annostalgiaoemutar musikspotifyTeknologiwinampYoutube
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup MOJOK.CO
Ragam

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
pulang ke rumah, merantau.MOJOK.CO
Catatan

Duka Setelah Merantau: Ketika Rumah Menjadi Tempat yang Asing untuk Pulang

16 September 2025
Feast Menuju Realitas Paling Dekat Bersama Nina MOJOK.CO
Esai

Lagu Nina Feast Menjadi Hal Paling Magis dari Brengseknya Masa Depan yang Absurd

8 Juli 2025
Nopek Novian: Godfather Konten Kampung yang Panen Dolar
Video

Kisah Komika Nopek Novian Jadi Godfather Konten Kampung di Madiun

17 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 jenis orang/pengendara yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya dan dipersulit bikin SIM. Biang kecelakaan lalu lintas MOJOK.CO

4 Jenis Orang yang Harus Dilarang Nyetir Motor di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan, Biang Nyawa Melayang

2 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

5 Penginapan di Lasem: Dari Megahnya Bangunan Tionghoa hingga Sunyinya Pengunjung

3 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi MOJOK.CO

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi

31 Januari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.