Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Surat Terbuka untuk Mas Pur yang Ditinggal Nikah Mbak Novita

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
14 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mas Pur, sampeyan harus kuat. Sampeyan saja bisa tetep eksis melawan ojek online, apalagi cuma diputus sama Mbak Novita. Ah, itu mah sipil.

Halo Mas Purnomo, gimana kabarnya? Sehat Mas? Sudah habis berapa tisu Mas semalem?

Iklan

Semoga Mas Pur masih baik-baik saja meski baru saja harus menerima kabar pahit yang menyakitkan hati setiap pemirsa sitkom Tukang Ojek Pengkolan di RCTI.

Sayang sekali ya Mas Purnomo, kisah cinta sampeyan dengan Mbak Novita yang kulitnya seputih salju itu harus rontok di tengah jalan (secara harfiah) karena Mbak Novita harus menikah sama Bang Radit. Brengsek kau Radit! Sudah tajir mampus, bikin film di mana-mana, kok ya sempet-sempetnya merebut Mbak Novita dari Mas Pur. Kejam nian dirimu, Dit, Radit. Sudah dizalimi ojek online, sekarang kau pun ikutan-ikutan. Dasar manusia setengah salmon!

Tapi, Mas Purnomo, tenang, kami ada di pihak sampeyan. Sebab sampeyan memang sudah berhasil mencuri hati kami. Apalagi saat sampeyan mau melamar Mbak Novita, lalu tiba-tiba Mbak Novita memutuskan hubungan cinta pakai backsoud lagunya Samsons yang judulnya Luluh dan bikin baper setengah modiyar itu.

Apalagi saat Mas Purnomo nyegat mobil Mbak Novita di gang sempit. Hanya untuk bilang kalau sampeyan sudah merelakan Mbak Novita menikah dengan Bang Radit. Duh, duh, rontok hati penonton Mas Pur lihat wajahmu itu.

Apalagi menyadari adanya ketidaksinkronan antara wajah sampeyan dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi. Melihat adegan ini, rasanya ini muka benar-benar kena tampol. Mata jadi berasa kecipratan bubuk merica. Ibarat berbuka puasa di warung makan padang tapi pesennya indomie goreng. Nggak pantes tapi tetep oke punya, hajar teroooos pokoknya.

Dua adegan yang jadi viral di yutup ini punya konsekuesi yang dahsyat lho Mas Purnomo. Sebab orang-orang yang nggak nonton Tukang Ojek Pengkolan jadi ikut-ikutan pengen tahu kisah cinta sampeyan dengan Mbak Novita. Sebab ya itu, semua tertarik sama wajah polos Mas Pur yang secara otomatis bikin mudah dikasihani itu.

Ya walaupun kalau mau jujur sih, sebenarnya rasa penasaran penonton ini lebih kepada ingin tahu kok bisa Mas Pur bisa dapetin Mbak Novita yang cantiknya melebihi gabungan Gal Gadot sama Ken Dedes itu.

Bahkan tidak cuma dengan Mbak Novita saja sampeyan bisa menaklukkan hati wanita yang kecantikannya melebihi batas-batas kewajaran untuk seorang profesional di bidang transportasi massa seperti Mas Pur. Dari Neng Ani, Mbak Sarah, bahkan sampai Mbak Novita. Semua pernah coba digebet sama sampeyan Mas Pur, meski cuma sama Mbak Novita yang bikin kisah hidup sampeyan jadi sangat monumental dan sentimentil.

Tapi jujur Mas Purnomo, setelah melihat muka polos tanpa dosa sampeyan yang merelakan Mbak Novita agar bisa membangun mahligai rumah tangga dengan Radit brengsek itu, akhirnya kami mengerti apa yang dicintai dari Mbak Novita dari sampeyan, Mas. Jebul kepolosan dan keikhlasan yang luar biasa itulah yang dicintai Mbak Novita. Ternyata pilihan Mbak Novita ninggalin sampeyan itu langkah yang tepat. Soalnya memang Mas Pur melakukan kesalahan yang sering dilakukan oleh setiap calon suami, yaitu: terlalu baik.

Di sisi lain, kami ingin mengapresiasi keberanian Mas Purnomo sudah pernah dapetin Mbak Novita. Lha iya dong. Butuh keberanian serta kenekatan luar biasa lho untuk sosok seperti Mas Pur yang cuma berprofesi sebagai tukang ojek pengkolan bisa macari Mbak Novita yang anak orang mampu. Walau gak kaya-kaya amat, tapi lebih mampu-lah ketimbang sampeyan, Mas.

Hal ini menyadarkan kita, bahwa jangan takut sama yang namanya pacaran beda kelas sosial. Siapa saja jebul punya peluang kok walaupun muka dan dompet begitu pas-pasan, asalkan niat hati begitu tulus dan tidak macam-macam. Meski ternyata sang sutradara bikin kisah ini jadi terlalu realisitis dengan mengandaskan kisah cinta kalian berdua Mas Pur. Mungkin Pak Sutradara juga bingung sama skenario make up pernikahan kalian berdua yang bujetnya bisa njomplang antara mempelai pria dan wanita.

Akan tetapi, setidaknya Mas Pur berhasil mewakili banyak jiwa-jiwa pemuda-pemuda tanah air yang harus rontok hatinya karena kisah cintanya dikandaskan oleh sucinya mahligai pernikahan. Hal yang juga jadi pelajaran, bahwa menjadi orang yang terlalu baik itu tidak cocok untuk sebuah hubungan dengan wanita secantik Mbak Novita.

Iklan

Soalnya, kalau adegan ini muncul di sinetron televisi sebelah, adegan ketika Mas Pur diputus Mbak Novita, pasti bakcsound-nya bukan lagunya Samsons, tapi dialog dubbing… “Diputus? Baiklah, akan kuracuni minumanmu!”

Terakhir diperbarui pada 14 Juli 2018 oleh

Tags: Ditinggal nikahGal GadotgebetanKen DedesManusia Setengah SalmonMas PurMas PurnomoMbak NovitaOjek pengkolanpernikahanRaditrctiSamsonssurat terbukaTukang Ojek Pengkolan
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Hajatan, Resepsi Mewah, Resepsi Sederhana, Nikah.MOJOK.CO
Sehari-hari

Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah

26 April 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO
Ragam

Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”

8 April 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO
Esai

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO
Sehari-hari

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.