Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Plat Nomor B Kembali Bikin Dosa di Jogja, Sebuah Kelakuan yang Membuat Orang Jakarta Sendiri Repot dan Malu

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
3 Januari 2026
A A
Plat Nomor B Bikin Dosa (Lagi) di Jogja, Bikin Malu Saja (Unsplash)

Plat Nomor B Bikin Dosa (Lagi) di Jogja, Bikin Malu Saja (Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Beberapa hari sebelum tahun baru 2026, adik dari ibu saya mudik ke Jogja. Sudah lama sekali tante saya ini pindah ke Jakarta untuk ikut suaminya. Malam itu, kami ngobrol panjang. Nostalgia. Dan semacamnya. Salah satu tema obrolan yang kami bahas cukup panjang adalah kelakuan pengendara plat nomor B.

Tante saya sudah kenyang dengan “pertarungan” para pengendara di Jakarta. Dia lama tinggal di sana. Yah, saya tidak perlu menjelaskan soal ini. Masalahnya adalah, para pengendara ini, membawa kebiasaan buruk ketika plesiran ke berbagai kota. Dan jelas, membuat tante saya malu. Padahal di asli Jogja, cuma kebetulan lama di Jakarta.

Makanya, kami sepakat, tidak heran kalau lahir stigma buruk untuk pengendara plat nomor B. Namun, jelas, nggak semua pengendara kayak gitu.

Pengendara plat nomor B punya kebiasaan buruk yang sudah tercatat

Saya bercerita kepada tante saya kalau Mojok pernah menayangkan artikel soal stigma buruk pengendara plat nomor B. Bahkan ada yang membuat semacam catatan kelakuan buruk yang mereka bawa ke kota lain. Salah satunya adalah Jogja. Catatannya kayak gini:

  1. Pokoknya berhenti sedekat mungkin dengan kendaraan di depan.
  2. Jangan sampai memberi kesempatan kendaraan lain masuk ke depan.
  3. Kalau bisa masuk ke jalur yang lebih lancar, pokoknya cepat langsung lakukan.
  4. Sebiasa mungkin menyalip kendaraan di depan. Tidak peduli lewat jalur mana.
  5. Nyalakan lampu dim kalau kendaraan di depanmu terlihat ragu-ragu.
  6. Lampu hijau baru satu detik? Klakson! Jangan pernah ragu.

Adalah Dwi Budi Handoyo yang membuat catatan itu dan menayangkannya di Quora untuk menjawab sebuah fenomena. Bunyinya: “Mengapa kendaraan plat nomor B terkenal arogan?”

Oke, sampai di sini jelas ya. Bukan saya atau tante saya yang membuat catatan tersebut. Ini penting saya tegaskan supaya tidak ada salah paham. 

Nah, saya ingin pembaca fokus ke nomor 1 dan 3 karena baru saja terjadi di Jogja. Mari kita bahas secara singkat mulai dari nomor 3 dulu.

Plat nomor B masuk jalur yang lebih lancar di Jogja dengan berbagai cara

Adalah Merapi Uncover, akun kesayangan masyarakat Jogja, yang mengunggah konten itu. Jadi, ada 2 mobil dengan plat nomor B, yang menerobos separator di depan kafe bernama Silol. Aktivitas kendaraan di sana memang sangat padat. Bahkan macet. Dan 2 mobil ini, kayaknya, berusaha untuk putar balik.

terpantau min plat B ada 2 mobil, yang mobil depan abis turun trus mindahin palang jalannya, habis gitu mobil belakangnya ngikutin, jelas2 di tutup tapi tetep aja di trabas, kita orang jogja aja gak berani, dah tau di kota orang tapi bertingkah. jangan di tiru ya temen temen ✨… pic.twitter.com/2eP6E2gMVT

— Merapi Uncover (@merapi_uncover) January 2, 2026

Masalahnya, polisi sudah sejak lama menutup titik untuk putar balik dengan separator demi menghindari penumpukan kendaraan. Nah, 2 mobil plat nomor B ini mungkin jengah dengan kemacetan. Sudah di Jakarta macet selalu, eh di Jogja kena lagi. Maka, si pengemudi turun, menggeser separator, lalu putar balik tanpa merasa berdosa.

Nah, saya mulai resah karena mungkin ungkapan “semesta bekerja secara rahasia” itu benar adanya. Kok ya kebetulan, si pengemudi yang membuka separator itu naik Pajero. Maka semesta seperti mempertemukan jodoh, antara pengendara plat nomor B dan Pajero. Pengendara arogan dan mobil yang celakanya sudah kadung mendapatkan stigma yang sama. Bisa gitu, yak.

Berhenti di mana saja, pokoknya yang cepet jalan

Jadi konteksnya gini. Buat pembaca yang belum tahu. Di Jogja, di banyak lampu merah, pemerintah bikin sebuah kotak berwarna hijau untuk tempat berhenti pesepeda. Posisinya di paling depan, persis di bawah lampu lalu-lintas. Biasanya, kalau warga lokal, sadar untuk berhenti di belakang kotak hijau itu. Ada yang nggak juga, sih.

Plat B ni emang ga ngerti norma berkendara ya https://t.co/mzWkOkhui3 pic.twitter.com/0aWpnQpNuv

— adit (@shoyopundung) January 1, 2026

Nah, tepat di tanggal 1 Januari 2026, ada satu mobil plat nomor B tertangkap kamera netizen, berhenti di kotak hijau itu. Inilah gambaran dari nomor 1 dari catatan “dosa pengendara plat nomor B” yang saya jelaskan di atas. Dan tentu saja, kolom komentar di konten tersebut berisi curhatan warga Jogja yang nggak enak kalau sampai di kuping pengendara dari Jakarta.

Iklan

Begitulah. Dan saya belum membahas soal kebiasaan pakai klakson, lho ini. 

Karena salah satu keluhan warga lokal adalah mobil plat nomor B gemar sekali menekan tombol klakson. Seakan-akan kalau nggak nglakson, tangan bisa kena panu. 

Sementara, bagi warga Jogja, fungsi klakson itu ada dua. Pertama, alat silaturahmi. Kalau ketemu kenalan di jalan, dia akan klakson sambil senyam-senyum tolol. Kedua, memakai klakson ketika lewat tempat wingit nan angker. Dia akan nglakson sambil bilang, “Nuwun sewu.” Ya konyol, tapi begitulah namanya kearifan lokal memakai klakson WQWQWQ.

Pengendara plat nomor B nggak sendirian

Sebagai warga asli Jogja, saya ingin menegaskan sesuatu. Bahwa sejatinya, pengendara arogan itu nggak cuma plat nomor B. Bahwa, pengendara lokal, yaitu plab AB, juga sama-sama arogan. Bahkan semakin menyebalkan karena kalau salah, pasti lebih kencang berteriak.

Saya nggak tahu alasannya. Mungkin sebagian dari kami menganut pandangan “alon-alon waton kelakon” secara keliru. Karena sebagian dari kami, justru berjalan pelan ketika di jalur cepat. Tapi, begitu masuk jalur cepat, malah pelan-pelan. Seakan di dalam kepala kami, dunia itu selalu kebalikannya.

Selain itu, banyak warga lokal yang berhenti juga di kotak hijau khusus untuk pesepeda. Banyak dari kami yang nggak ngerti apa itu “cara antre”. Kamu bisa melihat hal ini secara realtime di persimpangan Pelem Gurih. 

Dari timur menuju barat. Begitu sampai lampu merah, pengendara nggak akan berhenti di tempatnya. Mereka akan lebih maju, melanggar marka, apalagi cuma kotak hijau khusus pesepeda. Kami akan “balapan” masuk ke barat, menuju ke arah Godean. Jadi, persimpangan itu hampir selalu macet di jam sibuk.

Jadi, bagi pengendara plat nomor B, nggak perlu khawatir. Kami, plat AB, juga sama-sama punya stok pengendara brengsek. 

Yah, cuma kebetulan saja, kalian lebih terekspos karena menyandang status “pendatang” atau “wisatawan”. Dua status yang bisa sangat nyelekit di hati warga lokal. Lain kesempatan, saya akan jelaskan.

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Derita Plat Nomor B, AA, AD, H, dan K yang Dibenci Pengendara dan artikel menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 3 Januari 2026 oleh

Tags: jakartaJogjapajeropelem gurih jogjaplat ABplat Bplat nomorsilolwisatawan
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Wisatawan Protes Harga Gudeg di Malioboro Itu Tanda bahwa Branding Jogja (kelewat) Murah Itu Akhirnya Jadi Masalah
Pojokan

Wisatawan Protes Harga Gudeg di Malioboro Itu Tanda bahwa Branding Jogja (kelewat) Murah Itu Akhirnya Jadi Masalah

3 Januari 2026
Liburan di Candi. MOJOK.CO
Hiburan

Kejutan di Awal Tahun 2026 untuk 5 Wisatawan Pertama Taman Wisata Candi

1 Januari 2026
Risiko ketimpangan sosial di balik gegap gempita wisata Jogja di mata guru besar Sosiologi UGM MOJOK.CO
Ragam

2 Sisi Koin Wisata Jogja: Ekonomi Berputar, Tapi Ada Risiko Ketimpangan Sosial bagi Warga Lokal dan Masalah yang Terus Berulang

1 Januari 2026
5 Esai Terpopuler Mojok 2025 (Mojok.co/Ega Fansuri)
Esai

5 Esai Terpopuler Mojok 2025: Sebuah Rekaman Zaman dan Keresahan Lintas Generasi

1 Januari 2026
Muat Lebih Banyak
Tinggalkan Komentar

Terpopuler Sepekan

5 liputan terpopuler Mojok 2025. Cerita para sarjana S1 hingga lulusan S2 yang hadapi realitas menjadi pengangguran MOJOK.CO

5 Liputan Terpopuler Mojok Sepanjang 2025: Saat Realita Dunia Kerja Menampar Para Sarjana dan Lulusan S2

1 Januari 2026
Omong kosong slow living dan frugal living di desa MOJOK.CO

Omong Kosong Slow Living dan Frugal Living di Desa: Mau Hidup Stabil Mental dan Finansial, Malah “Diperas” Pakai Dalih Tradisi

2 Januari 2026
5 Esai Terpopuler Mojok 2025 (Mojok.co/Ega Fansuri)

5 Esai Terpopuler Mojok 2025: Sebuah Rekaman Zaman dan Keresahan Lintas Generasi

1 Januari 2026
5 Video Mojok Terpopuler 2025: Manuskrip Jawa hingga yang Membuat Tawa  MOJOK.CO

5 Video Mojok Terpopuler 2025: Manuskrip Jawa hingga yang Membuat Tawa 

1 Januari 2026
Dosen UNIMA diduga lakukan kekerasan seksual ke mahasiswi FIPP hingga trauma dan bunuh diri MOJOK.CO

Trauma Serius Mahasiswi UNIMA akibat Ulah Menjijikkan Oknum Dosen, Tertekan hingga Gantung Diri

2 Januari 2026
Refleksi Agustina Wilujeng atas penghargaan yang diborong Kota Semarang sepanjang 2025 MOJOK.CO

Refleksi atas Penghargaan yang Diborong Semarang di 2025, Harus Hadir dan Beri Dampak Nyata ke Warga

2 Januari 2026

Video Terbaru

5 Video Mojok Terpopuler 2025: Manuskrip Jawa hingga yang Membuat Tawa  MOJOK.CO

5 Video Mojok Terpopuler 2025: Manuskrip Jawa hingga yang Membuat Tawa 

1 Januari 2026
Foto Coip dan Keyakinan Hidup yang Baik-Baik Saja Meski Tidak Viral

Coip dan Keyakinan Hidup yang Baik-Baik Saja Meski Tidak Viral

30 Desember 2025
Toko Buku dan Cara Pelan-Pelan Orang Jatuh Cinta Lagi pada Bacaan

Toko Buku dan Cara Pelan-Pelan Orang Jatuh Cinta Lagi pada Bacaan

28 Desember 2025

Konten Promosi



Summer Sale Banner
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.