Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Para Rekrutan Jokowi yang Mengguncang Dunia Persilatan

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
6 November 2018
A A
Mendengar Alasan Para Perempuan Belajar Muay Thai: Lebih Efektif Buat Bela Diri, Tanpa Perlu Gimik Tenaga Dalam Khodam.MOJOK.CO

Ilustrasi Mendengar Alasan Para Perempuan Belajar Muay Thai: Lebih Efektif Buat Bela Diri, Tanpa Perlu Gimik Tenaga Dalam Khodam (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Seperti jendela transfer pemain di sepak bola, perekrutan di bursa politik tak kalah panas. Rekrutan Jokowi sempat mengguncang dunia persilatan.

Pada titik tertentu, Pilpres 2019 sedikit-banyak mirip dengan peliknya bursa transfer sepak bola dunia. Jual-beli pemain yang alot, pergantian pelatih yang bikin heboh kadarnya sama seperti perombakan personel-personel di satu buku pasangan calon. Mencari figur yang berkualitas, tahan tekanan, cerdik, punya pengaruh, dan lain sebagainya.

Sebagai tim juara a.k.a petahana, Jokowi juga sangat aktif di “bursa transfer”. Ini persiapan menyambut musim baru alias Pilpres 2019. Melepas beberapa orang atau pemain yang tidak lagi punya peran signifikan, lalu merekrut mereka yang dibutuhkan. Beberapa rekrutan Jokowi menjadi sorotan, bahkan menimbulkan kegaduhan di dunia persilatan, alias kehidupan politik Indonesia.

Ada yang nampaknya akan memberikan kesuksesan, tetapi ada juga yang langsung ditendang lantaran malah bikin kontroversi. Yah, mungkin terlalu senang direkrut pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin yang di berbagai survei unggul elektabilitas dibandingkan pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno. Saking senangnya, lantas menyerang lawan secara membabi-buta. Langsung semprit, kasih espulso, alias kartu merah.

Siapa saja rekrutan Jokowi yang bikin panas media sosial dan politik Indonesia?

Rekrutan pertama adalah Yusril Ihza Mahendra. Ketum Partai Bulan Bintang tersebut, sebelumnya, disebut sangat dekat dengan kubu Prabowo menjelang Ijtima Ulama. Namun, kedekatan itu sedikit merenggang ketika Prabowo memilih Sandiaga Uno sebagai pasangannya di Pilpres 2019. Hingga Oktober 2018, posisi PBB masih belum jelas. Bahkan, PBB cenderung netral untuk Pilpres 2019.

Namun, banyak kader PBB yang memang pada dasarnya mendukung Prabowo. Agustus 2018, PKS mengungkapkan bahwa dukungan PBB untuk Prabowo sifatnya sangat penting. Seperti bersahutan, satu bulan kemudian, Gerindra mengklaim bahwa PBB sudah resmi mendukung Prabowo. Sayang, plot twist terjadi.

Yusril Ihza Mahendra, sebagai Ketua Umum, justru menjadi pengacara paslon nomor satu. Memang, “posisi” Yusril Ihza saat ini adalah posisi profesional. Seharusnya, tidak mutlak dibaca sebagai dukungan kepada salah satu calon. Toh kita tidak tahu siapa yang dicoblos Pak Yusril Ihza di bilik suara. Namun, politik membuat pemikiran seperti itu tak berlaku dominan.

Ketika ketum suatu partai dekat dengan salah satu pasangan calon, ia akan disebut sudah meletakkan dukungannya. Oleh sebab itu, ketika para kadernya mendukung Prabowo, sang kepala justru mendekat ke Jokowi. Kubu Jokowi seperti mendapatkan sebuah kunci untuk mengamankan suara Partai Bulan Bintang. Seperti seorang pembalap, Jokowi menikung Prabowo secara tiba-tiba.

Merapatnya Yusril ke kubu Jokowi mendapatkan resistensi yang cukup keras. Bahkan, ada sebuah tulisan yang menyebut “kepindahan” ini sebagai pengkhianatan intelektual. Sungguh kepindahan yang tidak diduga-duga sebelumnya.

Nah, rekrutan kedua adalah sosok kunci dari bersedianya Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara kubu petahan. Sosok yang dimaksud adalah Erick Thohir yang saat ini memegang posisi Ketua Tim Kampanye (TKN) Jokowi dan Ma’ruf Amin. Pertemuan antara Erick dan Yusril menjadi titik penting dari merapatnya Ketum PBB tersebut.

Erick Thohir, yang juga menjabat sebagai Ketua Inasgoc disebut sebagai sosok penting dari kesuksesan penyelenggaraan Asian Games. Menurut penuturan dari salah satu volunteer Asian Games, Erick Thohir adalah sosok yang begitu dekat dengan orang-orang di bawahnya. Ia bisa memahami pola pikir milenial. Sebagai sosok yang visioner, Erick adalah sosok yang hangat.

Berhasil meminang Erick sebagai Ketua Tim Kampanye menjadi sebuah kejutan. Di samping seorang pengusaha yang sukses, mantan presiden Inter Milan tersebut juga negositor yang andal. Diprediksi akan merekrut tokoh senior, Jokowi menjatuhkan pilihan kepada sosok muda: Erick Thohir.

Rekrutan ketiga yang tidak perlu ditanya lagi soal cara bikin kontroversi adalah…drum rooollll…Farhat Abbas. Bahkan sebelum bekerja secara optimal, Farhat Abbas sudah kehilangan pekerjaannya sebagai juru bicara Jokowi.

Pada awalnya, Farhat Abbas dianggap akan dijadikan “tembok” oleh kubu petahana. Tujuannya untuk mengimbangi Fadli Zon dan para pendukung Prabowo yang sangat vokal. Namun, begitu memegang posisi penting, Farhat Abbas justru langsung bikin kontroversi.

Farhat Abbas bilang bahwa mereka yang tidak memilih Jokowi di Pilpres 2019 akan masuk neraka. Mendengar juru bicaranya malah bikin kontroversi, bukannya menangkalnya, tim sukses Jokowi mengambil tindakan tegas. Farhat Abbas dinonaktifkan dari posisinya sebagai juru bicara. Langsung kartu merah demi kampanye yang aman dan damai. Niatnya sih begitu.

Nah, rekrutan keempat, yang paling bikin terkejut, siapa lagi kalau bukan Ma’ruf Amin. Sebelumnya, nama-nama seperti Muhaimin Iskandar, Tuan Guru Bajang, Moeldoko, Sri Mulyani, dan KH Said Aqil Siradj yang menyeruak. Bahkan, setelah Jokowi memberi kisi-kisi bahwa pendampingnya punya inisial “M”, nama Ma’ruf Amin belum menjadi “gacoan”.

Saat itu, semua petunjuk seperti mengarah kepada Mahfud MD. Politisi berpengalaman, sangat NU, dan sudah dikenal luas. Namun, di detik-detik akhir, Jokowi memilih sosok yang “memegang stempel halal” secara langsung. Pemilihan ini dianggap sebagai usaha petahana untuk membentengi dirinya dari serangan-serangan dengan muatan agama.

Iklan

Terlepas dari semua latar belakang, penunjukkan Ma’ruf Amin membuat jendela transfer politik Indonesia bergejolak. Bahkan gejolaknya masih terasa sampai saat ini.

Terakhir diperbarui pada 6 November 2018 oleh

Tags: jokowiMa’ruf AminPilpres 2019Yusril Ihza Mahendra
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

18 Februari 2025
Herlambang P. Wiratraman: Sebab Akibat Kekuasaan yang Antisains dan Dunia Akademik yang Memburuk di Era Jokowi

Herlambang P. Wiratraman: Sebab Akibat Kekuasaan yang Antisains dan Dunia Akademik yang Memburuk di Era Jokowi

28 Januari 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026
Pesan veteran Indonesia di momen kemerdekaan. MOJOK.CO

Dari Veteran Indonesia ke Generasi Muda yang Pesimis Rayakan Kemerdekaan: Bacalah Buku Sejarah!

19 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Kontingen Prambanan tunjukkan jejak Mataram Kuno di Karnaval Budaya Klaten 2026. MOJOK.CO

Potret Kejayaan Mataram Kuno dalam Karnaval Budaya Klaten, 26 Kecamatan Adu Keunggulan Wilayah

19 Agustus 2026
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026
Lulus S3 dan Jadi Peneliti, Hidup Saya Malah Bergantung pada Honor Riset yang Tak Kunjung Cair MOJOK.CO

Lulus S3 dan Jadi Peneliti, Hidup Saya Malah Bergantung pada Honor Riset yang Tak Kunjung Cair

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.