Pariwisata Gunungkidul kini semakin layak diperhitungkan. Kabupaten ini mulai menjadi alternatif favorit bagi wisatawan yang merasa jenuh dengan keramaian destinasi di Jogja. Wajar saja, Gunungkidul menawarkan banyak tempat yang cocok untuk healing, terutama deretan pantainya yang indah.
Layaknya destinasi wisata pada umumnya, Gunungkidul menawarkan beragam pilihan oleh-oleh, mulai dari makanan, minuman, hingga cinderamata khas. Namun, tidak semuanya cocok dijadikan buah tangan untuk keluarga di rumah atau rekan kerja. Beberapa justru bisa jadi “red flag”, baik karena rasanya yang kurang familiar maupun bahan-bahannya yang tidak umum.
Berikut beberapa oleh-oleh khas Gunungkidul yang sebaiknya dipertimbangkan kembali sebelum dibeli:
#1 Walang goreng oleh-oleh Gunungkidul yang tidak semua orang suka
Gunungkidul dan walang goreng bak dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Makanan khas satu ini biasa dijajakan di pinggir jalan menuju Gunungkidul dalam bentuk toples maupin rentengan.
Sebenarnya jajanan satu ini cocok dijadikan oleh-oleh Jogja karena tidak mudah basi, kurang lebih satu bulan. Hanya saja, tidak semua orang cocok dengan walang goreng yang tergolong makanan ekstrim ini. Jadi, kalau memang ingin menjadikan walang goreng sebagai oleh-oleh, pastikan orang yang akan kalian beri memang suka dan tidak alergi ya. Katanya, beberapa orang bisa alergi atau gatal-gatal kalau tidak cocok.
#2 Bakmi Jawa Wonosari lebih enak disantap di tempat
Bakmi Jawa merupakan salah satu makanan khas dari Wonosari, Gunungkidul, yang kini telah tersebar luas di berbagai daerah di Indonesia. Cita rasanya yang khas membuatnya selalu dicari oleh para wisatawan saat berkunjung ke Jogja. Namun, agar pengalaman menikmatinya terasa lebih afdal, banyak orang memilih untuk langsung datang ke daerah asalnya di Wonosari, Gunungkidul.
Dari segi rasa, hidangan ini cenderung lebih mudah diterima oleh berbagai lidah dibandingkan kuliner Jogja lain seperti gudeg yang terkenal manis. Meski begitu, Bakmi Jawa kurang cocok dijadikan oleh-oleh karena paling nikmat disantap selagi hangat. Jika dibungkus, terutama untuk perjalanan jauh, rasa dan teksturnya bisa berubah, bahkan berisiko menjadi cepat basi.
#3 Sambal beser dengan bahan dasar kepik
Baru-baru ini, sambal beser populer dan mulai dijadikan oleh-oleh khas Gunungkidul. Sambal satu ini menarik perhatikan karena terbuat dari serangga “beser” atau kepik yang muncul setahun sekali menjelang musim hujan. Penggunaan kepik untuk menambah rasa sangit pad asambal. Konon, rasa ini membuatnya jadi lebih nikmat. Kepik yang masih hidup digerus langsung bersama cabai rawit, bawang merah, bawang putih, dan sedikit garam.
Bahannya yang tidak biasa membuat sambal beser dikenal sebagai salah satu kuliner ekstrem khas Gunungkidul. Sesuai dengan julukannya, tidak semua orang akan cocok dengan cita rasanya. Karena itu, jika kamu ingin menjadikannya sebagai oleh-oleh, pastikan penerimanya memang suka mencoba kuliner unik dan berbeda. Selain itu, perhatikan juga kesegarannya agar sambal tetap nikmat saat sampai di tangan penerima.
#4 Tumis kumbang puthul tidak cocok jadi oleh-oleh Gunungkidul
Gunungkidul sepertinya memang gudang kuliner ekstrem Jogja. Selain walang dan samabal beser, di sana juga terkenal tumis kumbang puthul. Rampal atau puthul adalah serangga warna hitam pekat dengan sayap keras. Biasanya orang menyantap sambal ini menjelang musim hujan karena puthul banyak muncul di saat itu. Makanan ini diolah sebagai lauk atau camilan, dioleh manis atau pedas.
Makanan ekstrem satu ini memang tidak biasa, tapi sebenarnya kaya protein. Hanya saja, tetap perlu mempertimbangkan makanan ini sebagai oleh-oleh karena tidak semua bisa makanan yang nggak awam bahan-bahannya.
Di atas makanan Gunungkidul yang “red flag” dijadikan oleh-oleh. Sebenarnya bukan melarang, hanya saja sebaiknya dipikir berulang kali agar buah tangan tidak mubazir dan berakhir di tempat sampah.
Bukan berarti kuliner ini tidak layak dibagikan, tetapi lebih pada pertimbangan agar oleh-oleh yang dibawa benar-benar bisa dinikmati. Dengan begitu, buah tangan dari Gunungkidul tidak berakhir sia-sia dan tetap memberikan kesan menyenangkan bagi penerimanya.
Penulis: Kenia Intan
Editor: Yamadipati Seno
BACA JUGA 4 Oleh-Oleh Khas Malioboro Jogja yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Membeli.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
