Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Moral Bangsa Kita Memang Sangat Kacau dan RCTI Sedang Berusaha untuk Memperbaikinya

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
30 Agustus 2020
A A
Standar Moral Level Dasar ketika Menghubungi Orang, Tolong Camkan!

Standar Moral Level Dasar ketika Menghubungi Orang, Tolong Camkan!

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bangsa ini memang penuh dengan permasalahan moral. RCTI bersama iNews TV, dan Komnas Perlindungan Anak sedang berusaha untuk memperbaikinya.

Dalam sepekan terakhir, RCTI sukses menjadi bahan perbincangan banyak orang di sosial media. Stasiun televisi yang dulu menjadi sahabat karib bagi anak-anak setiap hari minggu itu beberapa waktu yang lewat sempat mengajukan uji materi UU Penyiaran ke Mahkamah Konstitusi.

Bersama iNews TV, RCTI mengajukan uji materi  tentang pengaturan penyiaran berbasis internet yang ada di dalam Pasal 1 ayat 2 UU Nomor 32 Tahun 2002. Menurut mereka, pasal tersebut dinilai tidak punya kepastian hukum yang tetap.

RCTI meminta agar layanan siaran menggunakan internet, yang sekarang sudah menjadi sebuah aktivitas yang lazim, turut diatur dalam pasal tersebut.

Konsekuensi jika uji materi tersebut dikabulkan adalah masyarakat tidak bisa lagi bebas melakukan aktivitas siaran langsung melalui platform sosial media seperti Instagram, Facebook, Youtube, Bigo, dan platform lainnya.

Tentu saja upaya pengajuan uji materi tersebut mendapatkan banyak protes dan nyinyiran dari banyak orang. Di sosial media, banyak yang melayangkan hujatan-hujatannya kepada RCTI dan iNews TV.

Insiden tersebut belakangan memunculkan sebuah kesyahduan tersendiri.

RCTI dan iNews TV berkilah bahwa apa yang mereka lakukan bukan untuk membatasi kreativitas anak bangsa, namun justru dilakukan demi moral bangsa.

“RCTI dan iNews bukan ingin kebiri kreativitas medsos, uji materi UU Penyiaran untuk kesetaraan dan tanggung jawab moral bangsa,” terang Corporate Legal Director MNC Group, Christophorus Taufik.

Pernyataan tentang urusan moral dalam polemik uji materi UU Penyiaran ini tentu saja menarik. Ini menjadi titik balik penting betapa negara ini sedang berada di fase menuju keterobsesian terhadap moral.

Bukti-bukti akan hal itu memang tampak begitu nyata.

Dalam minggu ini, setidaknya bukan hanya RCTI dan iNews TV yang sedang berjuang untuk “moralitas” bangsa ini. Ada juga Komnas Perlindungan Anak yang juga tengah berjuang dalam urusan moral terkait di bidang kebahasaan.

Seperti diketahui, Komnas Perlindungan Anak memang tengah menjadi sorotan karena sempat menerbitkan pers rilis terkait imbauan larangan penggunaan kata ‘anjay’.

“Ini (anjay) adalah salah satu bentuk kekerasan atau bullying yang dapat dipidana. Lebih baik jangan menggunakan kata ‘anjay’. Ayo, kita hentikan sekarang juga,” ujar Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait.

Iklan

Lebih lanjut, Arist menerangkan bahwa jika kata ‘anjay’ digunakan dalam konteks menggantikan kata binatang, maka ia bisa bermakna merendahkan martabat seseorang dan pelontarnya bisa dipidana.

“Istilah tersebut adalah salah satu bentuk kekerasan verbal dan dapat dilaporkan sebagai tindak pidana.”

Perjuangan RCTI, iNews TV, serta Kompas Perlindungan Anak tentang “moralitas” bangsa dalam seminggu terakhir ini memang menjadi sebuah oase yang menyegarkan di tengah panas dan gawatnya moral bangsa.

Tentu saja usaha dari tiga lembaga di atas layak mendapatkan apresiasi alih-alih hujatan. Ingat, bangsa ini memang sudah sejak lama mengalami krisis moral.

Mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila yang dulu sempat berjaya kini sudah tidak ada lagi dan malah digantikan oleh pelajaran pendidikan Kewarganegaraan.

Mata pelajaran yang dulu penuh dengan bab berbuat baik dan tenggang rasa itu kini harus beralih menjadi pelajaran yang penuh dengan undang-undang.

Buat apa hafal undang-undang kalau nggak punya moral?

Selain itu, tak bisa dimungkiri, muara semua masalah bangsa ini sejatinya memanglah perkara moral. Bukan yang lain.

Korupsi di negeri ini tumbuh begitu subur sejatinya memang murni karena moral. Kalau moral pejabatnya baik, pastilah tidak akan ada kesempatan buat korupsi sebab aktivitas mereka di kantor adalah bekerja, sembahyang, dan mengaji.

Pertikaian karena perbedaan pilihan politik itu juga karena perkara moral. Kalau saja para pendukung punya moral yang baik, pastilah mereka tak akan pernah bertikai antara pendukung yang satu dan pendukung yang lain, justru mereka bakal saling memuji jagoan satu sama lain.

Kemiskinan itu juga masalah moral. Kalau saja orang-orang miskin itu moralnya baik, pastilah mereka sadar diri dan terus bersabar dan berdoa sehingga kemiskinan itu menjadi tidak terasa dan tampak tidak ada.

Peredaran narkoba yang masif di negeri ini juga murni karena masalah moral. Kalau saja moral para bandar itu baik, pastilah mereka tidak akan menjadi bandar dan malah lebih memilih untuk menanam apotek hidup seperti kunyit, kencur, dan kapulaga.

Pokoknya semuanya masalah moral.

Maka, menjadi sebuah kabar yang baik ada gelagat bahwa bangsa ini sedang sangat terobsesi dengan moral.

Ini perlu didukung. Bangsa yang terobsesi pada satu hal cenderung sukses di bidang hal tersebut.

Jepang yang sangat terobsesi dengan teknologi terbukti mampu menjadi negara yang mampu mamasok banyak alat elektronik ke seluruh penjuru dunia.

Thailand yang sangat terobsesi dengan pertanian sukses menjadi negara yang punya produk-produk pertanian yang mumpuni dan berkualitas tinggi. Sampai-sampai apa saja yang ukurannya besar selalu diidentikkan dengan kata “bangkok”, dari mulai jambu, mangga, sampai pepaya.

Brazil yang sangat terobsesi dengan sepakbola itu pun demikian, ia sukses menjadi negara yang mengirim pemain-pemain hebat ke berbagai liga sepakbola dari baik Eropa maupun dunia.

Nah, Indonesia, sebagai negara yang sedang sangat terobsesi dengan moral pun diharapkan kelak bakal tumbuh menjadi negara yang penduduknya bermoral mulia semua.

Tidak ada korupsi, tidak ada kemiskinan dan kemelaratan, tidak ada konflik agama, tidak ada narkoba, tidak ada pelecehan seksual. Penjara kosong melompong karena tidak ada narapidana.

Saking bermoralnya penduduk bangsa ini, kelak, setiap bayi yang lahir tidak akan menangis, sebab mereka sudah secara genetik punya moral yang baik, sehingga sadar betul bahwa suara tangis mereka bisa menganggu bidan yang membantu proses kelahiran mereka.

Dan semua itu, sedang diperjuangkan oleh RCTI, iNews TV, dan Komnas Perlindungan Anak.

Hanya tinggal menunggu waktu sampai lembaga-lembaga lain ikut berpartisipasi dalam gerakan moral ini.

Terakhir diperbarui pada 30 Agustus 2020 oleh

Tags: moralrcti
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Selamat tinggal Doraemon di RCTI. MOJOK.CO
Catatan

Doraemon dan RCTI Akhirnya Berpisah, Terima Kasih Telah Temani “Inner Child” Saya yang Terluka

7 Januari 2026
iklan rcti oke.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Syuting Iklan “RCTI Oke” Pakai Helikopter hingga Bangun Rumah, Hasilnya Terkenang Puluhan Tahun

27 Februari 2024
mahfud md
Pojokan

Baru Nonton ‘Ikatan Cinta’ Aja Udah Protes, Mahfud MD Belum Pernah Lihat Sinetron Lainnya Sih

16 Juli 2021
Pojokan

Mencoba Melacak Stereotip Nama Kevin untuk Keturunan Tionghoa di Indonesia

12 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos horor di Jogja.MOJOK.CO

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.