Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Menjadi Tampak Bodoh Karena Mengomentari Postingan Bodoh Padahal Satire

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
29 April 2019
A A
satre
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saya adalah pengguna sosial media kebanyakan, yang responsif bahkan cenderung impulsif saat tahu ada hal yang bodoh dan salah (setidaknya menurut diri saya sendiri) yang dibuat oleh siapa saja yang muncul di temlen.

Kemarin, misalnya, seseorang menulis tentang bobroknya pemilu dengan membandingkan biaya pemilu 2019 dengan pemilu 2014.

Iklan

Dia menulis pemilu 2014 hanya menghabiskan 7,9 triliun, sedangkan pemilu di tahun 2019, menghabiskan uang 24,9 triliun. Hal tersebut masih ditambah dengan embel-embel penggunaan kotak kardus yang semakin menambah narasi betapa bobroknya pemilu di era Jokowi ini.

Tentu saja saya impulsif dan langsung seperti menemukan medan perang yang baru.

Pernyataannya tentang dana pemilu tentu saja salah besar. Yang ia tulis sebagai 7,9 triliun itu lebih tepatnya bukanlah pemilu 2014, melainkan Pilpres 2014. Sedangkan Pemilu 2014 seharusnya juga menghitung dana Pileg yang juga dilakukan pada tahun yang sama dan hanya selisih tiga bulan.

Padahal uang 24,9 triliun yang ia tulis sebagai biaya pemilu 2019 merupakan gabungan antara Pilpres dan Pileg (karena memang dilaksanakan bersamaan).

Dari perbandingan saja sudah sangat salah.

Jauh sebelumnya, saat masa debat Pilpres, seorang pemilik akun bernama ‘CakKhum’ membagikan sebuah video yang berisi pernyataan Jokowi tentang korupsi.

“Korupsi kita di tahun 1998, itu negara kita terkorup di Asia, indek persepsi korupsi kita saat itu 20, saya ingat betul KPK mengatakan ini” begitu kata Jokowi dalam video tersebut.

Dalam video itu, pernyataan Jokowi dijadikan guyonan dan disebut sebagai kebohongan sebab KPK baru lahir pada tahun 2002.

Sekali lagi, saya kembali menemukan medan pertempuran yang baru.

Menganggap omongan Jokowi sebagai kebohongan hanya karena mengutip pernyataan KPK tentang peristiwa yang terjadi sebelum KPK lahir tentu adalah sebuah hal bodoh tersendiri.

Logikanya begini: Saya punya buku RPUL. Di dalamnya ada daftar juara All-England dari tahun 1900. Padahal RPUL saya itu terbitan 1998. Lalu, apakah kemudian RPUL saya bohong? Tentu saja tidak.

Lebih jauh lagi, saya pernah menemukan postingan dari salah seorang pendukung Jokowi yang benar-benar mengukur ketipisan tempe hanya untuk membuktikan omongan Sandiaga yang mengatakan bahwa ukuran tempe jaman sekarang ada yang setipis ATM.

Sosial media penuh kebodohan. Dan sayangnya, kita terpaksa harus selalu menjadi penontonnya. Lebih buruk lagi, kita berpotensi untuk menjadi pelakunya.

Saking banyaknya kebodohan, sampai-sampai saya bingung membedakan mana kebodohan yang benar-benar bodoh, dan mana kebodohan yang sengaja dibikin satire.

Di facebook kemarin, seorang kawan di twitter membikin guyonan tentang website KPU yang dihack oleh hacker dengan menampilkan tampilan aplikasi MiRC. Tentu saja itu sindiran belaka.

Namun ternyata, postingan kawan saya itu kemudian diposting di Facebook oleh seseorang dan kawan saya dianggap bodoh karena tidak bisa membedakan mana tampilan website yang dihack dengan tampilan MiRC. Padahal jelas-jelas kawan saya (yang saya tahu orang orang cukup kompeten di bidang IT) hanya guyon satire belaka.

Iklan

Menjadi sangat aneh ketika sebuah konten satire, mendapat komentar yang menyakitkan dari pembacanya, komentar tersebut kemudian dibalas sama orang lain yang memberitahu bahwa itu adalah artikel satir. Orang yang komen pertama yang mungkin malu karena kelihatan bodohnya sebab tidak sadar kalau yang dibaca adalah artikel satir kemudian membalas balasan komentar tersebut dengan “komenku tadi sebenarnya juga satir, kok!”.

Rangkaian peristiwa itu kemudian membuat saya kerap tidak berani mengomentari postingan bodoh, saya takut, postingan bodoh tersebut sebenarnya hanya satire dan nanti justru saya yang dianggap bodoh.

Ah, kebodohan kok bisa rumit begini, ya.

Terakhir diperbarui pada 29 April 2019 oleh

Tags: postingansatire
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Info Lowongan Kerja Khusus untuk yang Punya Sifat Baik Semua Zodiak mojok x firal satire mojok.co

Info Lowongan Kerja, Khusus untuk yang Punya Sifat Baik Semua Zodiak

9 Agustus 2021
Terlalu Banyak Red Flag dalam Hubungan, Seorang Pacar Kibarkan White Flag satire mojok x firal mojok.co

Terlalu Banyak Red Flag dalam Hubungan, Seorang Pacar Kibarkan White Flag

2 Agustus 2021
Pulang dari Luar Angkasa, Jeff Bezos Dimintai Surat Keterangan Domisili Sebelum Mendarat satire mojok x firal mojok.co

Pulang dari Luar Angkasa, Jeff Bezos Dimintai Surat Keterangan Domisili Sebelum Mendarat

26 Juli 2021
Pemerintah Luncurkan Bansos ‘Rumah untuk Milenial’, Isinya Bata dan Semen
 satire mojok x firal mojok.co

Pemerintah Luncurkan Bansos ‘Rumah untuk Milenial’, Isinya Bata dan Semen


12 Juli 2021
Mengkritik Presiden dengan Sopan, Orang Ini Malah Jadi Setuju dengan Presiden satire mojok x firal mojok.co

Mengkritik Presiden dengan Sopan, Orang Ini Malah Jadi Setuju dengan Presiden

5 Juli 2021
Berganti dari Sedotan Plastik ke Stainless, Simak Gaya Baru Penyu Ini mojok x firal mojok.co

Berganti dari Sedotan Plastik ke Stainless, Simak Gaya Baru Penyu Ini

7 Juni 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026
Desta pamit dari Vindes rasanya kayak kehilangan dua teman MOJOK.CO

Ketika Desta pamit dari Vindes, saya merasa kehilangan dua teman yang tidak pernah saya kenal

27 Agustus 2026
Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026
Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.