Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kisah Horor dan Hukuman Tak Peduli Istri Sendiri

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
29 Januari 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kisah horor itu macam-macam. Kadang tak melulu perkara soal hantu atau setan, tapi kebodohan hakiki yang bahkan bisa ancam hubungan rumah tangga.

“Ma, bawa duit cash nggak?” tanya saya sambil nyopir saat mobil udah mau masuk ke SPBU.

Iklan

Di jok belakang, dari spion tengah terlihat anak saya cuma diem aja. Ngelamun. Matanya kosong. Baru bangun tidur dia. Masih belum komplit nyawanya—mungkin.

Rencananya pagi itu kami mau berangkat ke Solo karena saya memang punya jadwal ngajar mahasiswa seminggu sekali di sana. Kebetulan hari itu istri saya ngikut. Mau main ke rumah temen yang deket kampus.

Dari pagi kami mandi. Siap-siap. Sekitar jam 6 lebih beberapa menit kami ready berangkat. Anak saya yang masih 2,5 tahun masih tidur-tiduran malas, saya bopong masuk ke mobil. Lalu mobil saya panasin.

Matahari masih belum nongol, suasana masih syahdu. Mata saya masih kliyep-kliyep karena harus mandi usai salat subuh. Ditambah hawa yang dingin, saya jadi pingin buru-buru berangkat.

Ketika saya menutup garasi, istri saya masukin beberapa tas dan koper. Lalu pintu belakang mobil ditutup istri saya. Saya masuk ke mobil, langsung gaspooll.

Dalam perjalanan, tak banyak pembicaraan yang saya lakukan dengan istri saya. Oh iya, kalau kamu menunggu kisah horornya ada di mana. Sabar. Belum. Bentar lagi.

Saya masih kliyep-kliyep karena pagi banget harus nyupir ke Solo dari Jogja. Itu memang kegiatan rutin saya seminggu sekali sejak dua tahun ke belakang. Dan memang, istri saya kadang-kadang suka ikut karena bosan di rumah.

Baru jalan beberapa meter saya lihat bar indikator bensin tinggal dikit. Dari bilangan Jalan Kaliurang Kilometer 9, saya rencana mau isi bensin di SPBU deket Gardu Jakal. Sekitar satu kilometer dari rumah saya.

Lalu dimulailah dialog yang jadi awalan kisah horor ini…

“Ma, bawa duit cash gak?”

Diem. Tak ada suara. Cuma wajah lucu anak saya di jok belakang dari spion tengah mobil.

Oke, mungkin istri saya ketiduran di belakang. Maklum, hari masih gelap-gelap gitu. Ini waktu yang tepat untuk mager. Terutama cuaca juga agak mendung-mendung dikit. Makin sempurna untuk tidur lagi usai salat subuh.

Tiba-tiba hape saya bergetar. Lama sekali. Kayaknya sih udah bunyi dari tadi. Tapi karena saya nyetir, saya jadi nggak peduli. Maklum, safety first, Bung. Nggak aman kalau ngangkat telepon waktu nyetir. Apalagi di situasi yang ngantuk-able kayak gini.

Karena lama sekali hape saya bergetar dan tak seperti biasanya, saya coba melirik layar hape saya di dasbor. Saya lihat siapa yang telepon berkali-kali itu setelah posisi mobil masuk antrean mau isi bensin.

Kok selo banget telepon terus nggak berhenti-berhenti. Orang nagih utang apa yak?

Begitu saya lihat, saya terperanjat. Kisah horor itu dimulai.

Iklan

Lah, lah? Kok yang nongol di layar hape saya nomor rumah saya sendiri?

Kan rumah saya kosong. Nggak ada orang. Istri dan anak kan saya boyong. Siapa itu yang telepon? Pencuri kah? Perampok kah? Atau hantu penunggu rumah saya?

Wah, wah, konspirasi apa ini?

Dengan agak takut saya angkat itu telepon. Saya penasaran. Siapa orang yang berani-beraninya bajak telepon rumah saya.

“Yaaah…” kata suara seorang perempuan di seberang telepon.

Suara yang sangat saya kenal. Kenal sekali. Bahkan itu suara yang selalu saya dengar di rumah.

Tunggu, tunggu, itu kan suara istri saya? Kenapa bisa masuk di telepon? Kan istri saya lagi bareng saya di mobil? Ini kok aneh banget gini?

Saya refleks nengok ke belakang. Lihat jok belakang. Anak saya masih terdiam mematung kayak Tugu Monas. Diam dan mengantuk.

Karena saya bergerak tiba-tiba nengok ke belakang, anak saya jadi ikut bingung lihat saya. Saya shock. Istri saya hilang. Lenyap. Seperti ditelan jok mobil. Istri saya nggak ada di jok belakang. Buset.

“Yaah… ini gimana sih kok aku ditinggal? Baru mau masuk mobil udah ngeloyor aja. Sampai mana ini?” kata suara di seberang telepon marah-marah.

Saya bingung. Masih butuh waktu untuk mencerna kisah horor ini.

“Lho bukannya tadi udah masuk ya, Ma?” tanya saya masih bingung.

Baru kemudian saya ingat. Oh, jebul istri saya tadi memang cuma nutup pintu mobil. Saya sama sekali tak lihat istri saya masuk ke mobil. Ebuset, ternyata saya ngeloyor ninggalin istri saya sendiri.

Allah ya kariiim.

Akhirnya saya balik rumah lagi. Ngambil sesuatu yang ketinggalan. Tentu dengan sambutan ngakak dari istri saya. Sedangkan anak saya cuma melongo bingung karena tak tahu sedang terjadi apa.

BACA JUGA Kenangan Akan Tempat Berak yang Ternyata Bisa Sangat Sentimentil atau tulisan rubrik Pojokan lainnya.

Terakhir diperbarui pada 29 Januari 2020 oleh

Tags: JogjaKisah Hororperjalananrumah tanggasolo
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026

Sarjana BK Kebingungan Tentukan Arah Masa Depan: Tak Otomatis Jadi Guru BK, Jadi Dosen pun Susah

19 Agustus 2026
Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026
InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata.MOJOK.CO

InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata

18 Agustus 2026
Lansia menjual aksesori kemerdekaan di Malioboro, Yogyakarta. MOJOK.CO

Kisah Istri Pensiunan BPN Turun ke Jalanan untuk Jual Aksesori Kemerdekaan di Masa Tua demi Hadiahkan Cucu

18 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.