Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

3 Karakter yang Membentuk Masa Mudamu Jika Kamu Fans Band Emo, My Chemical Romance

Band Emo, My Chemical Romance, dan fase terpahit dalam hidup yang sangat layak dikenang.

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
25 Oktober 2021
A A
ilustrasi 3 Karakter yang Membentuk Masa Mudamu Jika Kamu Fans Band Emo My Chemical Romance mojok,co gerard way black parade
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Band Emo, My Chemical Romance merayakan 15 tahun album The Black Parade. Ini adalah sebuah kenangan dan perayaan menuju “kegelapan”.

Kita layak rindu dengan foto-foto dan pose saat gaya emo masih dirasa yang paling keren pada zamannya. Potong rambut deng setengah poni menutup wajah, pakai celak di bawah mata, pakai celana setengah melorot, dan bodo amat sama aturan.

Iklan

Jika kamu tumbuh bersama My Chemical Romance dan band emo lainnya, yakinlah kamu punya masa muda yang cukup indah dan berkarakter. Meskipun sekarang kamu sedang menghadapinya peliknya bos galak, otw punya anak kedua, sampai menghadapi problematika orang dewasa lain. Yang jelas, pernah jadi emo bukan suatu hal yang memalukan. Bergaya emo adalah sebuah sikap untuk menghadapi dunia yang lebih gelap daripada “black parade”.

#1 Terbiasa merayakan kesedihan

Fans My Chemical Romance yang disebut dengan Killjoy adalah kumpulan orang-orang yang bersedih. Tapi, jangan salah. Mereka nggak sekadar sedih lalu meledak-ledak kayak orang kesurupan. Band emo hadir untuk merayakan kesedihan sebagai bagian hidup, bersenang-senang dalam berbagai tekanan hidup, dan setidaknya dengan bernyanyi, kita bersama-sama melewati kesulitan ini.

Mungkin kalau konteksnya dibawa ke masa kini, nilai-nilai band emo menjelma dalam lirik lagu Didi Kempot. Sobat Ambyar juga kumpulan orang-orang yang bersedih kan? Kita sama-sama bersedih, hanya berbeda cara dalam merayakannya.

Berbanggalah kalian jika tumbuh dengan lagu-lagu My Chemical Romance. Sedih perlu ditumpahkan dengan teriak-teriak sambil mendengarkan musik gedebag-gedebug. Ini penting buat memelihara mental biar nggak oleh dan punya pikiran aneh-aneh.

Habis patah hati, dengerin “Helena”, pas lagi benci sama orang, dengerin “I’m Not Okay”, pas lagi stres berat dengerin “Welcome to the Black Parade.” Paket komplet My Chemical Romance akan menampung emosi dan air mata.

#2 Pemberani dalam diam

Band emo mengajarkan kita untuk punya hati yang kuat. Pokoknya berani, terobos aja semua hal yang membuatmu muak. Luweh, pokoke aku benci!

Walau begitu, kebanyakan Killjoy, fans My Chemical Romance, nggak terlalu berselera untuk konfrontasi. Kesedihan dan kebencian miliknya, tapi tidak untuk ditularkan kepada orang lain. Ini bukan sikap egois, justru ini bijaksana. Ketimbang jadi pribadi playing victim, marah-marah ke orang lain dan menyalahkan keadaan demi terlihat lebih baik, mendingan kebencian itu dibungkam dalam diri. Lalu, dilepaskan sambil nyanyi “I Don’t Love You” like I did yesterday.

#3 Berpenampilan dengan sesuatu yang membuatmu nyaman

Pada dasarnya pencinta band emo dan Killjoy nggak pernah peduli kalau mereka dibilang norak dan jelek. Bodo amat deh sama dunia ini mau bilang apa. Yang jelas kalau fans My Chemical Romance punya potongan rambut gondong dan poni gorden kayak Andika zaman Kangen Band, ya nggak masalah. Kalau keluar rumah pakai celak-celak item di bawah mata kayak orang kurang tidur, ketahuilah, memang mereka insomnia.

Pakai baju item-item di tengah teriknya matahari? Ah, nggak urusan, warna gelap adalah sebagian dari jiwa emo. Mereka menyambut kegelapan layaknya menyambut kesedihan. Gelap adalah sebuah perayaan. Cat kuku hitam juga begitu, menambah kesan emo artistik yang banyak menyumbangkan kepercayaan diri.

Dandanan emo adalah yang terkeren pada zamannya. Sekali mengusik emo, kalian nggak akan dapat apa-apa kecuali capek sendiri. Lha wong Killjoy memang sudah menderita kok mau diejek, ya nggak ngaruh.

Satu hal yang sering disalahpahami orang-orang terkait fans band emo adalah mereka sebenarnya sekutu setan. Enak aja. Justru iblis dalam diri orang-orang yang sok mantep adalah iblis sebenarnya. 

My Chemical Romance dengan segala atribut kegelapan yang nyaris mengerikan adalah sebagian dari jiwa-jiwa jahat yang berhasil dikontrol. Ini definisi sebenarnya mengontrol “kyuubi” dalam diri. Nggak masalah dengan menyambut hidup yang penuh peristiwa menyakitkan, yang jelas, fans emo lebih baik dari mereka yang menyerah dan mengakhiri hidup. Nggak masalah kalau kita pernah foto pose nunduk penuh kecemasan, nggak masalah kalau wallpaper hape kita pernah dihiasi danbo sedih dan gambar hati retak berdarah-darah.

Iklan

Dalam suatu konser Gerard Way pernah mengatakan bahwa kita semua layak bersedih dan punya masalah dalam hidup. Tapi, ketika kita ingin mengakhiri hidup, bicaralah dengan orang-orang. Bodo amat mau ngajak ngobrol siapa yang jelas mengakhiri hidup itu nggak keren, bukan real emo!

Terima kasih My Chemical Romance, terima kasih masa muda emo yang telah berhasil membentuk diri kita jadi pribadi yang kuat, tahan banting, dan jujur mengekspresikan pahitnya hidup. Selamat ulang tahun ke-15 buat The Black Parade.

BACA JUGA 5 Band Emo Starter Pack Sadboy dan Sadgirl pada Masanya dan artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 25 Oktober 2021 oleh

Tags: band emoband rockdandanan emolagu emoMusikmy chemical romance
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO
Kabar

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala.MOJOK.CO
Panggung

Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala

13 Juli 2026
Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals MOJOK.CO
Esai

Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals 

15 April 2026
Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut MOJOK.CO
Esai

Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater

3 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP MOJOK.CO

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP

1 Agustus 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Mengapa Kasus Korupsi Kepala Daerah Terus Berulang?

29 Juli 2026
Budi daya ikan nila cuan 18 juta tiap 4 bulan tapi jangan ngasal MOJOK.CO

Budi daya ikan nila bisa cuan 18 juta tiap 4 bulan tapi jangan sampai merusak sumber daya 40 tahun ke depan

30 Juli 2026
Peserta Pekan Budaya Difabel di Jogja. MOJOK.CO

Pekan Budaya Difabel 2026: Saat Anak-anak Terbebas dari Stigma lewat Seni dan Terapi di Ruang Inklusif

29 Juli 2026
kesehatan mental dan stigma odgj mojok.co

Indonesia Darurat Depresi pada Remaja: Jangan Pernah Takut Mencari Bantuan Masalah Kesehatan Mental

31 Juli 2026
cut off pertemanan. MOJOK.CO

10 Tahun Persahabatan Berujung Cut Off Mengajari Saya Satu Hal: Kita Bukan Jahat, tapi Memang Sudah Tak Sejalan

31 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.