Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Ini Dia Bocoran Bagaimana Pelaku Anarko Ditangkap oleh Polisi

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
16 April 2020
A A
anarko, phk, corona, pemerintah, polisi, cerita fiksi mojok.co

anarko, phk, corona, pemerintah, polisi, cerita fiksi mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Karto tidak menyangka tindakan nekatnya justru membuat dia harus dilihat seluruh isi negara karena mau menuruti kata polisi untuk mengaku sebagai anarko.

Karto termenung di sudut kamar. Dia baru saja diberhentikan dari pabrik gara-gara pabriknya memilih berhenti beroperasi. Semua gara-gara wabah corona yang menyerang seluruh negara di dunia.

Iklan

Uang habis, pekerjaan tidak ada. Tidak menyangka dia akan merasakan gelombang PHK di usia yang masih muda. Mencari pekerjaan di masa-masa ini juga tidak mudah, karena dia tahu bahwa ada 1.5 juta orang yang kehilangan pekerjaan karena wabah. Uang makin menipis, Karto makin pesimis.

Karto sebenarnya bisa saja pulang kampung, masalahnya adalah gaji kecil yang dia terima tidak cukup jadi ongkos pulang. Dia terkena PHK tengah bulan, yang otomatis gajinya sudah terpotong banyak untuk kehidupan. Biaya hidup di kota tinggi, gaji besar pun hanya mimpi.

Andai dia bisa pulang pun, dia tidak punya muka bertemu orang tuanya. Merantau ke kota dengan penuh impian mengangkat derajat orang tua, pulang ke kampung sebagai korban PHK. Dia tidak mau membuat orang tuanya kecewa, meskipun dia sudah kecewa pada dirinya sendiri.

Pusing karena berhari-hari mengurung diri, Karto keluar kamar. Peduli setan sama corona, nek ketemu tak antemi, batin dia. Dia jalan-jalan tanpa tujuan. Sambil jalan-jalan, dia memikirkan andai dia kerja jadi PNS, pasti tidak merasakan PHK. Kalau dia PNS, pasti akan jadi menantu idaman.

Karto melewati kantor polisi yang lumayan sepi. Dia melihat banyak helm ditinggalkan begitu saja tanpa ditali ke jok motor. Terbersit niat jahat di pikirannya. Lebih tepatnya, keputusasaan yang menggerogoti akal sehatnya.

Karto berjalan sembari melihat situasi. Dalam hatinya dia tidak yakin, tapi perasaan amarah dan putus asa menang. Andai dia tidak merasakan PHK dan pemerintah peduli nasib orang-orang tertindas, dia tidak akan jatuh ke lubang hitam ini. Karto berusaha mengambil 1 helm yang terlihat mahal di kantor polisi tersebut.

Namanya saja pemula, Karto tertangkap saat sedang melakukan aksi. Polisi heran kok ya ada yang nekat maling di kantor polisi. Karto saat itu langsung diinterogasi.

Karto langsung menangis menceritakan kalau dia korban PHK dan nggak tahu lagi cara bertahan hidup. Pulang malu, tak pulang hidup penuh pilu. Polisi jadi iba, mungkin mereka sering melihat orang seperti Karto. Terpikir di benak polisi itu, bebaskan saja dan beri sedikit uang untuk makan.

Tapi tiba-tiba ada seseorang masuk dan membisikkan sesuatu. Polisi itu terkejut, tapi akhirnya hanya menganggukan kepala. Polisi itu bilang ke Karto untuk mengikuti seseorang itu. Karto yang masih berlinang air mata menuruti arahan Polisi tersebut.

Orang itu membawa Karto ke sisi lain kantor polisi. Orang bertanya ke Karto, “kamu tahu anarko?” Karto menggeleng, dia baru dengar kata itu barusan. Orang itu lalu bilang ke Karto, dia akan dibebaskan asal mengikuti arahannya. Putus asa, Karto mengiyakan saja saat diberi kertas yang berisi kalimat yang harus ia ucapkan nanti.

“Nama saya Madara, saya adalah ketua sindikat anarko Indonesia. Saya adalah A1. Di daerah lain, ada A2 yang akan mengeksekusi rencana kegiatan anarko kami. Kami akan menjarah Jawa pada tanggal 18 April 2020”.

(ini adalah cerita fiksi diilhami dari berita Tirto berjudul “Pria yang Mengklaim Ketua Anarko Ternyata Pencuri Helm Polantas)

Iklan

BACA JUGA Inilah Skenario Para Anarko yang Sebenarnya dan artikel menarik lainnya dari Rizky Prasetya.

 

Terakhir diperbarui pada 16 April 2020 oleh

Tags: anarkocerita fiksicoronapemerintahPHKPolisi
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO
Esai

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026
Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO
Esai

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran.MOJOK.CO
Tajuk

Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran

22 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.