Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Halo Jokower, Serangan Kalian ke Anies Baswedan Bisa Jadi Bumerang

Made Supriatma oleh Made Supriatma
1 November 2019
A A
anies baswedan diserang jokower meme joker gubernur pilpres 2024 prabowo cebong kampret

anies baswedan diserang jokower meme joker gubernur pilpres 2024 prabowo cebong kampret

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sejak hubungan Jokowi dan Prabowo menjadi mesra, para pendukung Jokowi kehilangan sasaran tembak. Sampai kemudian mereka teringat Anies Baswedan lagi. 

Foto resmi Anies Baswedan sebagai gubernur diedit dengan dandanan Joker. Lalu ada tulisan di bawah foto: “Gubernur jahat berawal dari menteri yang dipecat.” Saya mendapat gambarnya dari laman seorang teman. Dia sendiri mendapatnya dari tempat lain, laman seorang intelektual yang dikenal sebagai pendukung berat Presiden Jokowi. Mungkin tepatnya bukan pendukung. Tapi peng-amin. Apa saja yang dibikin presiden junjungannya, pasti dia aminkan. Selalu saja ada alasan pembenar yang diberikan. Itulah karakter kelas gedibal.

Foto editan itu jelas serangan komikal terhadap Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, yang pemilihannya meninggalkan rasa sepat di mulut para pendukung Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama.

Nah, sebagian besar pendukung Ahok ini sebenarnya pendukung Jokowi kelas berat juga. Walaupun Jokowi sekarang berusaha untuk menyembunyikan Ahok dari panggung politik Indonesia. Karena hanya Ahok yang bisa mempersatukan kaum islamis di Indonesia.

Akhir-akhir ini saya selalu ketawa ngakak melihat bagaimana para pendukung Jokowi menyerang Anies Baswedan habis-habisan. Siang malam timeline saya berisi cercaan terhadap Anies. Soal kertas, pulpen, dan lem aibon. Saya tidak mengatakan bahwa soal-soal itu tidak penting untuk dibahas. Tidak sama sekali. Anggaran 82 miliar untuk membeli lem itu terlalu mencurigakan. Ada ruang untuk korupsi. Dan, kemungkinannya besar.

Namun serangan terhadap Anies ini berlangsung dalam derajat yang luar biasa. Satu-satunya yang dapat menandingi derajatnya adalah ketika pendukung Jokowi menyerang Prabowo Subianto, mantan musuh bebuyutan Jokowi.

Namun, pendukung Jokowi tentu tidak bisa lagi menyerang Prabowo. Karena sekarang Prabowo sudah semeja dan sepeniduran dengan Jokowi. Kabarnya pendukung-pendukung Jokowi juga sudah mulai “belajar” mencintai Prabowo. Mendadak mereka “mencintai’ musuh-musuhnya. Walaupun sebelum digampar pipi kanannya, mereka dengan riang gembira mendahului menggampar pipi kiri orang yang tidak mereka sukai.

Jadi sekarang sah bahwa Anies Baswedan adalah musuh dua sahabat baru ini: Jokowi-Prabowo. Dan, saya bisa memastikan bahwa serangan-serangan ini barulah awal-mula saja. 2024 masih jauh. Dan kita bisa memastikan ke depan serangan akan lebih gencar, lebih nggilani, dan lebih tidak beradab.

Hanya saja persoalannya, apakah ini akan membuat Anies jatuh?

Saya tidak tahu apakah dengan mendemonisasi Anies seperti dalam gambar ala Joker itu akan membuat elektabilitas Anies turun. Apakah ini akan membuat dia tenggelam dalam persaingan politik masa depan? Terus terang saya ragu. Ini politik. Mungkin Anies akan babak belur secara politik. Namun, apakah itu akan berarti elektabilitasnya turun? Kekuatan politiknya akan tereliminasi?

Nanti dulu. Politik kita sangat partisan. Anda ikut Jokowi atau tidak sama sekali. Tidak ada ruang tengah. Setidaknya, tidak ada yang kelihatan. Dan kita tahu, partisanship di Indonesia ini (sudah diuji saat Pemilu kemarin) cukup berimbang.

Serangan kepada Anies Baswedan akan membikin pendukung Jokowi semakin menguat kebenciannya terhadap gubernur ini. Sebaliknya, mereka yang tidak menyukai Jokowi akan makin melihat Anies Baswedan sebagai kekuatan alternatif. Dan kemungkinan besar mereka akan berbondong-bondong ke barisan Anies.

Dalam politik, selalu ada kekuatan tengah yang menentukan. Kaum independen inilah yang akan menjadi penentu dalam partisanship yang makin mengental ini. Siapa yang bisa menarik kalangan ini ke dalam barisannya, dialah yang akan memenangkan pemilihan.

Tapi bukan itu saja. Yang lebih penting menurut saya adalah bagaimana serangan ini dilancarkan. Dengan menyerang Anies, pendukung Jokowi sebenarnya telah mendudukan Anies dalam sorotan. Dalam kampanye, setiap sorotan–baik negatif maupun positif–adalah iklan!

Iklan

Para pendukung Jokowi dengan sukarela mengiklankan Anies. Untuk para pendukung Jokowi, ini adalah iklan buruk. Tapi bagaimana dengan orang yang tidak mendukung Jokowi dan tidak suka dengan dia? Ini adalah iklan gratis kepada mereka untuk mencari alternatif lawan Jokowi!

Dengan menyerang Anies habis-habisan, pendukung Jokowi sebenarnya sudah mendudukkan Anies sebagai frontrunner atau pelari terdepan dalam kontes 2024.

Untuk mereka yang tidak mendukung Jokowi, serangan ini berarti pertanda bahwa Anies itu sangat relevan. Anies itu sangat kuat. Kalau tidak kuat mengapa diserang?

Jadi, menurut saya, hati-hatilah menyerang Anies. Lebih baik perlakukan Anies seperti Jokowi memperlakukan Ahok: simpan baik-baik dalam lemari. Hindarkan dia dari lampu sorot.

Saran yang aneh? Iya. Tapi saya bisa membikin banyak contoh sejenis yang pernah terjadi.

BACA JUGA Menjadi Muslim yang Tak Takut Wisata ke Candi atau esai MADE SUPRIATMA lainnya.

Terakhir diperbarui pada 1 November 2019 oleh

Tags: Anies BaswedanJokowerjokowimemeprabowo
Made Supriatma

Made Supriatma

Peneliti dan jurnalis lepas.

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Evolusi Meme Mas Bahlil Ganteng: Saat Algoritma Menyelamatkan Citra Kanda Buahlil MOJOK.CO
Esai

Evolusi Meme Mas Bahlil Ganteng: Saat Algoritma Menyelamatkan Citra Kanda Buahlil

27 Mei 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jadi gini rasanya keracunan motor Yamaha Xabre bekas MOJOK.CO

Akulah yang dulu meremehkan motor Yamaha Xabre karena harganya yang nggak ngotak, tapi kini rasa ingin memilikinya semakin tinggi

23 Juli 2026
Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan MOJOK.CO

Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan

24 Juli 2026
WiFi di Kos MOJOK.CO

Ngekos Murah Ber-WiFi Malah Tekor: Berisik, Teras Berubah Jadi Warnet Gratisan, Berujung Terusir dan Ngungsi demi Ketenangan

24 Juli 2026
Andromeda dan bajaj. MOJOK.CO

Sempat Larang Anak Kuliah di ITB hingga Akhirnya Luluh, Rela Tempuh Jogja-Bandung dengan Bajaj sebagai Penyemangat

24 Juli 2026
Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31 jadi sumber sukacita dan perkuat posisi Yogya sebagai Kota Budaya di mata dunia MOJOK.CO

Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31: Sumber Sukacita dan Perkuat Posisi Yogya sebagai Kota Budaya di Mata Dunia

22 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.