Cara Ospek Tanpa ‘Ospek’ dan Saran buat Kakak Tingkat Biar Senioritas Nggak Menggila

ilustrasi Cara Ospek Tanpa 'Ospek' dan Saran buat Kakak Tingkat Biar Senioritas Nggak Menggila mojok.co

ilustrasi Cara Ospek Tanpa 'Ospek' dan Saran buat Kakak Tingkat Biar Senioritas Nggak Menggila mojok.co

MOJOK.CO – Ospek dan senioritas itu setali tiga uang. Padahal ada cara ospek yang tanpa ‘ospek’ lho. Mahasiswa baru gembira, kakak tingkat lega.

Potongan chat grup WhatsApp dari seorang kakak tingkat kepada mahasiswa baru itu agak meresahkan. Dalam pesan itu kakak tingkat seolah-olah lagi praktik senioritas, mengancam adik kelas biar nggak bolos rangkaian kegiatan gathering dengan embel-embel bakal nggak diluluskan magang dan dicuekin dosen. Padahal simpel, kalau mau bikin adik tingkatnya nggak bolos, ya bikin acara yang bagus lah!

Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan kakak tingkat tanpa harus praktik senioritas dengan cara usang bentak-bentak. Memberikan rasa takut berlebihan justru bikin hubungan antara senior dan junior makin renggang. Konon ada dua cara untuk mengambil hati mahasiswa baru, pertama dengan tekanan dan ketakutan, kedua dengan rangkulan. Dalam hal ini kita nggak usah berdebat, jelas lebih enak pakai cara kedua.

Gathering online juga bisa seru, asal interaktif

Berhubung suasananya masih nggak memungkinkan, kakak tingkat bisa mengadakan gathering online. Lalu gimana caranya biar tetap seru? Ya sudah, bikin konsep yang menarik, acaranya dibuat interaktif, beri kesempatan kepada mahasiswa baru atau adik tingkat buat ngobrol, ngomong, perkenalan, kalau perlu atraksi sulap sekalian. Gitu aja kok repot.

Bersosialisasilah layaknya teman, biar nggak terkesan senioritas

Salah satu redaktur senior Mojok yang memang sudah angkatan “senior” juga mengatakan bahwa kampusnya, salah satu kampus swasta ciamik di Yogyakarta, sudah meninggalkan kebiasaan ospek plonca-plonco sejak lama. Nggak ada lagi lah acara bentak-bentak, nggak ada juga PR suruh bawa sayur ketek naga padahal maksudnya sayur asem, nggak ada juga baris berbaris lalu muhassabah sampai nangis. Yang ada justru pengenalan kampus, ke perpus, dan tentu saja gitaran bareng.

Bersosialisasi layaknya teman begini memang jauh lebih gayeng dibandingkan fafifu wasweswos soal pendisiplinan, latihan mental, dan alasan “dulu kakak juga digituin kok sama senior”. Ya kali lu pikir ospek ini ajang balas dendam. Ingat nih, kata-kata dari Mas Zen RS.

Apa nggak capek melakukan hal-hal tidak penting?

Esensi ospek sebenarnya pengenalan kan? Lantas, ngapain dibikin ribet dengan menyuruh mahasiswa baru pakai atribut yang nantinya bakal jadi sampah, menyuruh mahasiswa baru tunduk dan nurut sama senior? Sampai-sampai kelulusan ospek saja jadi bahan pertimbangan dan persyaratan administrasi kampus. Kalau saya boleh bilang, sebagian besar ospek yang saya ikuti ketika kuliah dulu, hampir semuanya nggak terpakai. Saya pakai caping dan atribut aneh-aneh, nggak masuk akal. Besoknya suruh bikin tugas yang harus ditulis tangan, duh padahal bikin skripsi aja ngetik.

Sebab penasaran, saya sampai menanyakan perihal ospek kepada sepupu saya yang menempuh kuliah di Frankfurt. Katanya, “Seingatku sih, di kampusku nggak ada ospek.” Sempat nggak percaya, saya kemudian mengejarnya dengan pertanyaan seputar acara pengenalan kampus. Ternyata blio menjawab, “Ada.” Sungguh definisi ospek bagi sebagian orang itu bukan lagi sebuah acara pengenalan kampus. Ospek yang mengkhianati esensi keberadaannya sendiri.

Bagi sepupu saya, pengenalan kampus itu mengasyikkan. Jalan-jalan keliling gedung sampai perpus, lalu berkenalan sama tenaga pengajar. Acara itu kemudian ditutup dengan makan bersama. Di hari terpisah, mereka juga mengadakan tour ke tempat-tempat wisata seru di Frankfurt. Semacam study tour yang dilakukan di awal tahun. Ya, saatnya kalian iri.

Saran aja sih buat kakak tingkat yang masih bernafsu buat praktik senioritas. Yang kalian lakukan itu nggak berguna,baik bagi maba maupun buat diri kalian sendiri. Lha emang dapat apa selain kepuasan yang semu? Mending tenaganya dipakai buat yang-yangan biar tenteram. Siapa tahu kalian marah-marah karena kurang pelukan.

BACA JUGA Ospek Itu Bisa Menyenangkan Kok, Ini Contohnya dan tulisan AJENG RIZKA lainnya.

Exit mobile version