Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Bukan Karena Buta Warna, Ini Penyebab Warna Biru dan Hijau Sering Tertukar

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
26 Juni 2020
A A
warna biru dan hijau yang tertukar tidak bisa membedakan warna hijau dan biru hijau langit biru daun kesalahpahaman bahasa spektrum warna hijau telur asin mojok.co

warna biru dan hijau yang tertukar tidak bisa membedakan warna hijau dan biru hijau langit biru daun kesalahpahaman bahasa spektrum warna hijau telur asin mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Orang yang nggak bisa membedakan warna biru dan hijau itu bukan berarti mutlak buta warna. Sama aja kayak warna air yang dibilang putih, padahal bening.

Ngomongin soal warna biru dan hijau, saya selalu teringat bapak saya yang pernah dibully sama anak-anaknya sendiri karena nggak bisa membedakan kedua warna tersebut. Saya nggak akan lupa waktu bapak saya marah-marah dari dalam kamar mandi saat minta diambilkan sampo Pantene warna biru.

Iklan

“Jeng, tolong ambilkan sampo bapak yang Pantene warna ijo.”
Lalu saya kembali dengan sampo Pantene warna hijau. Tapi saya dimarahin.
“Bukan yang ini, yang ijo, itu bukan punya bapak.”

Nani? Jelas-jelas yang saya ambil warna hijau. Saya sampai kedap-kedip, ini mata saya ngeblur atau emang bungkus sampo Pantene lagi cosplay. Untung ada ibu saya yang kemudian menjelaskan bahwa hijau versi bapak adalah biru. Beliau agak sering tertukar antara warna biru dan hijau. Terutama hijau tua. Dulu, saya menganggap bapak buta warna.

Saya sampai kepikiran betul jangan-jangan warna hijau di benak saya beda sama warna hijau di benak orang lain. Tapi karena sedari kecil saya menyebut suatu warna itu sebagai hijau, maka selamanya saya memahami hijau memang begitu. Ruwet kan?

Tapi ketahuilah, nggak semua orang yang salah paham antara warna biru dan hijau itu buta warna. Beberapa kessalahpahaman disebabkan karena penggunaan bahasa aja. Di Madura orang sering menyebut warna langit sebagai warna ungu. Sementara hijau disebut sebagai biru daun. Kalau dipikir pakai logika, warna daun kan hijau, kok bisa jadi biru?

Tuduhan kalau hampir sebagian besar orang Madura buta warna itu kurang tepat, mereka cuma beda aja kalau menamai warna. Sehingga ketika orang Madura melancong ke luar daerah mereka akan sulit untuk menyebut warna biru dan hijau karena konsepnya jadi kebolak-balik.

Tenang sobat-sobat di Madura, kamu nggak sendirian karena pengenalan bahasa berkaitan dengan warna biru dan hijau juga banyak tertukar di berbagai bahasa. Contoh aja bahasa Arab. Beberapa puisi sering menggambarkan warna langit sebagai Al-khadra, padahal biru dalam bahasa Arab adalah azraq sementara hijau adalah akhdar. Bingung kan, saya juga.

Sementara di Jepang, membedakan antara warna biru dan hijau serta kuning tergantung situasi, kondisi, dan kesepakatan bersama. Begitu pula di Korea yang punya konsep warna untuk biru kehijau-hijauan. Beberapa masyarakat Tibet bahkan menggambarkan bahwa langit dan rumput itu sama-sama berwarna hijau. Wow belum aja ketemu mbak-mbak yang bahasanya “turquois, army green, emerald green, dst dst..” bakal lebih ribet.

Warna biru dan hijau memang nggak begitu berbeda kalau dilihat dari spektrumnya. Cara bodohnya nih, biru kalau dicampurin kuning warnanya bakal jadi hijau. Jadi keduanya seolah saling berkaitan satu sama lain. Ini murni keterbatasan mata manusia atau saking ruwetnya kesalahpahaman di antara kita ya?

Saya sepenuhnya memahami kalau ada yang protes soal warna neko-neko yang sebutannya udah nggak tahu kemana. Misalnya ada yang pengin beli lipstick warna fuschia dan kekeuh nggak mau menyebutnya sebagai pink. Atau ada juga toko-toko online yang jualan baju dengan keterangan warna hijau telur asin, dan kuning tartan. Pada dasarnya memang susah mendeskripsikan suatu warna dengan tepat.

Di sisi lain saat sudah dijelaskan dengan serinci-rincinya, si pembeli juga gagal memahami maksud penjual soal warna. Mustard sama tartan aja saya nggak bisa bedain, sungguh, mirip betul

Warna biru dan hijau yang seolah serupa tapi tak sama ini adalah contoh kesalahpahaman warna paling membudaya karena banyak banget penyebutan bahasa yang terlibat. Saling salah satu sama lain, entah salah bahasanya atau salah memahami warnanya, semuanya membingungkan. Belum lagi kalau kamu dapat PR untuk mengahafalkan penyebutan warna-warna berikut. Kuncinya, cuma semangat.

Halo, Kawan Wiki!

Kosakata warna dalam bahasa Indonesia tidak sekadar mejikuhibiniu, loh! Ada banyak warna lain yang mungkin belum Anda ketahui. Mari simak beberapa warna yang kami olah dari buku Daftar Istilah Warna ini! pic.twitter.com/4aZPn3mxWS

— Wikimedia Indonesia (@wikimediaid) June 25, 2020

BACA JUGA Makna Setiap Warna dan Bentuk Emoji Hati di WhatsApp yang Ternyata Beda-beda atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 26 Juni 2020 oleh

Tags: bahasaspektrum warna
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Ancaman "Indomi" bagi Generasi Muda Minang: Ketika Inyiak Berubah Jadi Opa dan Oma MOJOK.CO

Ancaman “Indomi” bagi Generasi Muda Minang: Ketika Inyiak Berubah Jadi Opa dan Oma

4 Mei 2026
universitas brawijaya mojok.co malang

Universitas Brawijaya, Universitas Malang tapi Rasa Jakarta

20 Februari 2025
kaum ngapak di kemang jakarta selatan.MOJOK.CO

Orang Ngapak Melawan Rasisnya Warga Jakarta: ‘Bukan Dielek Ndeso, Aneh, Keras, Apalagi Bahasa Alien’

17 Januari 2025
Kata Paling Indah dalam Bahasa Indonesia untuk Menggantikan Istilah Hidrogen MOJOK.CO

Kata Paling Indah dalam Bahasa Indonesia untuk Menggantikan Istilah Hidrogen

17 Oktober 2022
Aksara Jawa Sebagai Fenomena Visual di Slebor Becak MOJOK.CO

Aksara Jawa Sebagai Fenomena Visual di Slebor Becak

16 September 2021

Mengenang Film ‘The Gods Must Be Crazy’ dan Uniknya Bahasa Jul’hoan yang Kayak Ada Ketukannya

9 April 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026
pegawai BPO

Lulusan Magister Biologi Rela jadi Pegawai BPO di Tanah Rantau Agar Tidak Dianggap Pengangguran dan Bikin Orang Tua Menderita

26 Agustus 2026
ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.