Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Blokir Massal Akun Atta Halilintar di Twitter Termasuk Cyber Bullying

Audian Laili oleh Audian Laili
31 Juli 2019
A A
Atta Halilintar block MOJOK.
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kehadiran Atta Halilintar di Twitter disambut dengan blokir massal dari netizen. Halo, anak Twitter, ini nggak keren sama sekali. Ini cyber bullying. 

Menurut urban legend, tiap media sosial punya pengguna yang karakternya unik sehingga pengguna satu platform nggak bisa migrasi sembarangan ke platform lain. Ada asumsi bahwa kode etik di antarplatform berbeda-beda.

Iklan

Stereotip ini terutama dipegang anak Twitter—yang menurut saya emang agak sombong yah. Intinya anak Twitter yakin banget, kalau dijejerin bareng pengguna FB dan IG, merekalah yang paling keren, paling lucu, paling terdidik, paling beda, dan paling gahoool.

Kesombongan anak Twitter bisa dilihat dari peristiwa hari ini manakala Atta Halilintar, youtuber dengan subscriber terbanyak se-Asia Tenggara, orang dengan 9 juta pengikut di Instagram, tiba-tiba bangkit kembali di Twitter.

Lewat akun yang dibuat tahun 2014 tapi lama banget nggak aktif, Atta mengintroduksi dirinya di Twitterland dengan sapaan yang sedikit hangat, banyak sok akrabnya.

Assalamulaikum warga twitter yang katanya lucu…. apa si yang bikin twitter lucu?

— Atta Halilintar (@AttaHalilintar) July 30, 2019

Twit pertama setelah bertahun-tahun hilang dari Twitter itu langsung bikin tagar #atta trending. Sebuah indikasi bahwa Atta Halilintar memang sah disebut sebagai influencer.

Paling.

Dibenci.

Di.

Twitter.

Saat.

Ini.

Karenaaa, Atta disambut dengan gerakan massal ngeblok akunnya dari netizen Twitter. Sambutan yang saya kira sangat tidak sopan ya, Bunda.

Dan mereka nggak cuma ngeblok. Mereka memamerkan skrinsut bahwa mereka sudah ngeblok Atta. Seolah-olah ngeblok Atta adalah pencapaian yang harus dipenuhi untuk tetap bisa jadi naq Twitter yang keren, lucu, terdidik, beda, dan gahoool.

Para tukang blok Atta ini mengaku nggak sudi aktivitas Atta di Youtube dan Instagram yang suka pamer-pamer kekayaan bakal meracuni kedamaian timeline-nya. Mereka juga nggak mau tepapar kesombongan Atta yang ditakutkan akan merusak keseimbangan warga Twitter yang saat ini sudah bisa menerima kemiskinan masing-masing.

Ngeblok orang itu nggak salah, sebagaimana benci orang lain adalah hal manusiawi. Anak Twitter memang punya hak dan wewenang membuat barikade antara dirinya dan informasi yang dia nggak mau untuk menjaga kesehatan mental (termasuk ngeblok mantan toxic, itu hal yang bagus). Akan tetapi, pakai dipamer-pamerin? Wah, itu nggak elegan sih FYI aja.

Saya curiga sih, aksi pamer sudah ngeblok Atta dimaksudkan para pelakunya untuk menunjukkan bahwa mereka ada di level intelektual lebih tinggi dari Atta. Apalagi Atta sudah dilekati citra sebagai seleb internet yang hanya diidolakan remaja tanggung yang masih labil dan alay (dan mungkin juga miskin).

Iklan

Barusan itu curiga yang bisa benar, bisa banget salah. Tapi yang pasti benar adalah ini: memblokir orang lain dan menunjukkannya terang-terangan adalah praktik diskriminasi yang teramat jahat. Kelakuan kayak gini nggak ada bedanya dengan penyiksaan online (cyber bullying) yang kita benci itu. Maksudnya… ya nggak apa-apa kalau kamu nggak suka sama orang, tapi ngapain sih bikin polarisasi dengan memengaruhi orang lain supaya ikut melakukan hal serupa?

Itu nggak keren sih. Serius.

Terakhir diperbarui pada 31 Juli 2019 oleh

Tags: atta halilintarBlokirnetizentwitter
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

MISI MULIA ELON MUSK MENGURANGI KONTEN CABUL DI TWITTER!

Misi Mulia Elon Musk Mengurangi Konten Cabul Di Twitter!

2 Agustus 2023
Logo Twitter Ganti X: Langkah Sinting dari Elon Musk MOJOK.CO

Logo Twitter Ganti X: Langkah Awal dari Orang Sinting Bernama Elon Musk Menciptakan Aplikasi Super

25 Juli 2023
Belajar dari Sejarah, Twitter Nggak Akan Mati Begitu Saja karena Threads. MOJOK.CO

Belajar dari Sejarah, Twitter Nggak Akan Mati Begitu Saja karena Threads

7 Juli 2023
UGC, Pasar Besar yang Bakal Menjadi Pembeda di 2023 MOJOK.CO

UGC, Pasar Besar yang Bakal Menjadi Pembeda di 2023

29 Desember 2022
Para Pembersih Video Porno dan Kekerasan yang Ditumbalkan Demi Kita MOJOK.CO

Para Pembersih Video Porno dan Kekerasan yang Ditumbalkan Demi Kita

13 Desember 2022
Pengguna Twitter Pindah ke Mastodon Mojok.co

Pengguna Twitter Pindah ke Mastodon, Apa itu?

21 November 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Kebiasaan sederhana penjaga warung madura yang bikin respek pembeli MOJOK.CO

Kebiasaan Sederhana Penjaga Warung Madura tapi Bikin Saya Respek Besar

27 Agustus 2026
Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.