Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Berbahagia Menyambut Hadirnya Kembali Tazos Pokemon dalam Kemasan Chiki Balls

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
3 Agustus 2021
A A
tazos pokemon
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tazos akan hadir kembali dalam kemasan Chiki Balls, dan kita harus merayakan kehadirannya. 

Melalui beranda Twitter, kabar menggembirakan itu mampir. PT Indofood Fritolay Makmur, perusahaan yang memproduksi snack legendaris Chiki Balls akan menghadirkan kembali tazos di dalam kemasan Chiki Balls.

Kabar “hidupnya” kembali tazos oleh Chiki Balls ini tentu saja menjadi kabar yang amat sentimentil. Akan ada 100 jenis tazos jenis Pokemon yang bisa dikoleksi, di mana setiap kemasan Chiki-nya akan berisi 2 buah tazos.

TAZOS POKÉMON IS BACK

😭😭😭😭😭😭😭😭😭 pic.twitter.com/CGJIUgiIN7

— EatmenID 🍴 (@EatmenID) August 3, 2021

Sebagai generasi yang menghabiskan masa kecil dengan permainan tazos Pokemon, mau tak mau, kabar tersebut memang kemudian melemparkan ingatan saya ke masa lalu. Masa di mana saya dan kawan-kawan sepermainan dulu gemar mengadu tazos.

Itulah masa di mana kami sudah berani hedon sejak kecil. Beli Chiki, isinya dikasih ke orang lain, sedangkan yang diambil hanya tazosnya. Itu adalah jenis hedon yang luar biasa, sebab bukan hanya orang kaya yang berani melakukannya, namun juga orang yang miskin seperti saya. Tentu saja dengan intensitas yang tidak sering-sering amat.

Sebagai anak dari orangtua yang miskin, tak ada cara yang paling mudah untuk bisa memperoleh tazos dalam jumlah banyak selain dengan mengadunya bersama kawan-kawan. Membeli Chiki memang cara yang menyenangkan, namun itu cukup dilakukan sekali dua kali saja, selebihnya, biarlah ketangkasan dan keberuntungan yang bekerja.

Ada banyak pengalaman membekas yang memang tak akan pernah bisa dilupakan dalam usaha mengumpulkan si kepingan Pokemon ini.

Dulu kami semua merasa amat istimewa ketika bisa mengumpulkan tazos bergambar Pikachu. Semua yang punya tazos Pikachu bisa punya hak untuk berbangga diri. Namun kemudian, kebanggaan itu luntur tatkala ada kawan kami yang ternyata punya koleksi tazos Raichu, Pokemon yang merupakan evolusi dari Pikachu.

Kawan kami yang punya tazos Raichu itu memang anak seorang juragan meubel, jadi agak tak mengherankan jika ia bisa membeli banyak Chiki sehingga punya peluang untuk mendapatkan tazos Raichu, koleksi yang saat itu sangat-sangat langka.

Saking langkanya, kami sampai menyepakati bahwa si Raichu tersebut dihargai setara dengan 50 tazos biasa.

Sejak ada Raichu, Pikachu menjadi tidak istimewa lagi.

Pengalaman yang lain tentu saja adalah perdebatan-perdebatan kecil ketika ada kawan yang tazosnya saking buruknya sampai-sampai gambar Pokemonnya tidak terlihat.

Ia bersikukuh bahwa tazos tersebut tetap boleh digunakan sebagai taruhan, sedangkan kawan-kawan yang lain menganggap tazos tersebut tidak sah karena gambar Pokemon-nya benar-benar sudah luntur sehingga warnanya nyaris putih belaka.

Iklan

Dinamika-dinamika pergaulan macam itulah yang membuat kami merasa bahwa anak-anak jaman sekarang perlu untuk merasakan pengalaman yang dulu pernah kami rasakan.

Bagi saya dan mungkin kawan-kawan seangkatan, melihat anak-anak memainkan permainan tradisional seperti petak umpet, atau kelereng, atau boy-boy-nan, gobak sodor, dan aneka permainan tradisional lainnya di tengah gempuran permainan digital memang menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri.

Ada sedikit getir dan prihatin yang timbul tatkala melihat anak-anak jaman sekarang tidak punya banyak kesempatan untuk menikmati keasyikan memainkan permainan-permainan masa kecil kami.

Maka, ketika ada kesempatan untuk mewujudkan hal tersebut, setidaknya melalui permainan tazos, yang sebenarnya juga tidak tradisional-tradisional amat, saya merasa amat sangat bahagia.

Saya merasa anak-anak berhak untuk tidak bermain ponsel di usia kecilnya dan mendapatkan permainan yang lebih penuh dengan dinamika dan interaksi langsung dengan kawan-kawannya, bukan interaksi visual. Bahkan pada titik paling ekstrem, saya merasa anak-anak juga butuh berdebat dan berkelahi dengan anak-anak sepermainannya. Dan tentu hal tersebut jauh lebih memungkinkan untuk terjadi melalui permainan-permainan langsung, bukan permainan digital.

Sayang sekali, banyak orangtua jaman sekarang yang melarang anak-anak untuk membeli Chiki, alasannya soal kesehatan lah, dianggap kebanyakan micin lah, dan aneka alasan tetek bengek lainnya.

Saya pribadi menganggap bahwa hakikat utama snack bagi anak-anak bukanlah rasa atau gizinya, melainkan kebahagiaan anak-anak saat memakannya atau mendapatkan hadiah-hadiah kecil di dalamnya.

Saya selalu yakin, raut bahagia anak-anak saat mendapatkan Tazos di dalam kemasan Chiki atau mendapatkan huruf N di bungkus permen karet Yosan adalah jauh lebih berharga ketimbang Omega 3, Asam Folat, atau Vitamin B Kompleks sekalipun.

Sudah saatnya anak-anak kembali mendapatkan snack berhadiah dan mengadunya bersama kawan-kawan sepantarannya. Sudah saatnya anak-anak bermain, bergerak, bersentuhan dengan tanah, berkelahi, berdebat dan beradu mulut. Hal yang kelak saat mereka dewasa akan mereka kenang dan mereka tertawakan.

Dan saya pikir, hadirnya tazos adalah langkah awal yang bagus untuk bisa mewujudkan hal tersebut.


BACA JUGA Mengenang Kelicikan-Kelicikan Masa Kecil Saat Bermain Petak Umpet dan Permainan Tradisional Lainnya dan artikel AGUS MULYADI lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 3 Agustus 2021 oleh

Tags: chiki ballspermainan anak-anaktazos
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

psikolog ugm lato-lato mojok.co
Kilas

Psikolog UGM Bilang Lato-Lato Bisa Kurangi Kecanduan Ponsel pada Anak

20 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026
Blok M dan Jakarta Selatan (Jaksel) dilebih-lebihkan, padahal banyak jamet MOJOK.CO

Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina

14 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.