Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Ada Keadilan Dalam Setiap Lelaki Jelek yang Mendapatkan Istri Cantik

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
1 Desember 2018
A A
keadilan
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Keadilan itu satu hal. Namun bagaimana ia dipersepsikan oleh orang-orang, itu adalah hal lain.

Dulu saya selalu menganggap, bahwa salah satu bentuk keadilan dari Tuhan adalah ketika ada lelaki cakep yang mendapatkan jodoh perempuan yang cakep pula. Namun, seiring berjalannya waktu, pandangan saya soal keadilan ini mulai bergeser.

Boleh jadi, ketika seorang lelaki dengan tampang ala kadarnya tapi ternyata ia mendapatkan istri seorang perampuan yang cuantiknya ngaudubillah, itu adalah bentuk keadilan juga.

Dalam hal ini, saya berkali-kali mendapatkan contoh yang nyata.

Salah satu contoh yang paling saya ingat adalah kisah tentang seorang kawan saya. Saya tak enak hati untuk menyebut nama aslinya, maka, untuk memudahkan saya dalam bercerita, saya sebut saja kawan saya ini dengan panggilan Conello.

Saya tidak terlalu mengenal Conello dengan baik. Kami kawan, tapi sebatas akrab di Facebook. Kami beda kota. Mangkanya, pertemuan kami boleh dibilang sangatlah jarang. Dalam satu tahun, kami paling bertemu dua kali. Biasanya kalau saya pas dolan ke kotanya, atau sebaliknya.

Conello, jika dinilai dengan pandangan yang kasat maka, maka rasanya akan sangat menyedihkan dan memprihatinkan. Ia lelaki dengan tampang yang begitu ala kadarnya. Saya melihat Conello blas nggak ada manis-manisnya.

Perawakannya kurus kerempang. Sungguh ia tak punya potongan kegagahan sedikit pun.

Urusan kekayaan? Tak kalah menyedihkan dari tampang dan perawakannya.

Namun, ada satu yang begitu saya kagumi. Ia bisa mendapatkan istri yang begitu cantik dan menggemaskan. Senyumnya begitu meneduhkan.

Sungguh, tiap kali saya bertemu dengan Conello dan istrinya, saya langsung merasa, inilah pasangan yang penuh dengan syukur dan sabar. Conello adalah lelaki yang selayaknya bersyukur karena bisa mendapatkan istrinya yang cantik, sedangkan istrinya adalah wanita sabar karena harus mendampingi Conello.

Banyak kawan-kawan yang menyebut Conello sebagai lelaki yang sangat beruntung.

Kelak, pandangan saya akan keberuntungan Conello ini berubah total.

Sekitar pertengahan tahun lalu, saya dan Conello mendapatkan satu proyek pekerjaan di sebuah kota yang membuat kami punya banyak kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama.

Iklan

Kebersamaan yang hanya tiga hari itu ternyata memberitahu saya banyak hal tentang Conello.

Selama menjalani tiga hari Bersama Conello, saya ditampakkan betapa Conello adalah seorang pria yang begitu cerdas. Ia punya selera humor yang begitu menyenangkan. Ia pekerja keras, ulet, santun, juga punya kepekaan sosial yang baik.

Ia selalu memperlakukan sahabat dan orang-orang di sekitarnya dengan perlakuan yang istimewa.

Kini anggapan saya berbalik tajam. Conello bukanlah orang yang beruntung. Istrinya lah yang beruntung, karena bisa mendapatkan suami sepermata Conello.

Dan sungguh, saya merasa. Itulah bentuk keadilan yang seadil-adilnya.

Terakhir diperbarui pada 1 Desember 2018 oleh

Tags: cakepcantikkeadilan
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Saya Insecure Ketika Bapak Kos Tanya, Asalmu Mana? MOJOK.CO
Kilas

Saya Insecure Ketika Bapak Kos Tanya, Asalmu Mana?

18 Juni 2023
Beauty Privilage itu Benar-benar Nyata dan Mengerikan. MOJOK.CO
Kilas

Beauty Privilege Itu Benar-benar Nyata dan Mengerikan

28 Mei 2023
Begini rasanya jadi perempuan cantik
Uneg-uneg

Begini Rasanya Jadi Perempuan Cantik 

15 Januari 2023
Bagaimana perempuan mengenal makeup dan pemikat lawan jenis
Liputan

Bagaimana Perempuan Mengenal Makeup dan Tentang Pemikat Lawan Jenis

30 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

burnout kerja kantoran mojok.co

Mencintai Pekerjaan tanpa Harus Menyukai Orang-Orang di Dalamnya

4 Agustus 2026
Lolos SBM Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jual Tiramisu. MOJOK.CO

Seporsi Kemenangan usai Ayah Tiada: Jualan Tiramisu di Saparua sejak Remaja agar Bisa Sekolah hingga Tembus SBM ITB

3 Agustus 2026
Caffino Srikandi Merdeka Cup: turnamen sepak bola putri internasional di Kudus, momentum bakat muda Indonesia unjuk kualitas MOJOK.CO

Srikandi Merdeka Cup: Turnamen Sepak Bola Putri U-16 Level Internasional di Kudus, Momentum Unjuk Kualitas untuk Tembus Timnas

3 Agustus 2026
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya

4 Agustus 2026
77 persen lulusan sekolah vokasi (sarjana terapan) tembus dunia kerja. Lebih dari dari lulusan S1 MOJOK.CO

Lulusan Sekolah Vokasi (Sarjana Terapan) Lebih Laris di Dunia Kerja dari S1, Industri Butuh yang Berketerampilan

7 Agustus 2026
Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja.MOJOK.CO

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja

6 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.