Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

5 Alasan Kenapa Orang Suka Kepo IPK Kamu Berapa

Nia Lavinia oleh Nia Lavinia
1 Februari 2019
A A
kepo ipk
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ngomongin IPK di kalangan mahasiswa itu adalah ngomongin hal jorok. Udah tahu jorok, tapi kok banyak orang suka kepo nanya-nanya IPK ya? Sebenarnya apa sih alasan mereka pengin tahu banget IPK kita berapa?

Ngomongin IP/IPK adalah salah satu topik yang sangat tabu di kalangan Mahasiswa. Waktu saya kuliah, setiap ada yang ngomongin IPK biasanya langsung dihujat karena dianggap ngomong jorok. Iya, betul itu, ngomongin IPK itu ngomong jorok~

Saking joroknya, sampai ada azab yang terkenal kalau orang suka ngomongin IPK Jenazahnya dijilid pakai lakban item dan mika bening, lalu pas dikubur mendadak melengkung membentuk huruf C. Hii seraaam.

Tapi anehnya, meskipun sudah ada azabnya begitu, kok masih ada saja orang yang suka kepo-kepo dan bahas IPK. Apa ini yang disebut Aristotelek sebagai sifat alami manusia yang kalau sesuatu semakin disembunyikan, semakin ingin mencari tahu, ya?

Rasa kepo terhadap nilai orang lain itu mungkin kalau ditelusuri, adalah efek dari kita yang terbiasa mengetahui nilai orang lain di sekolah.

Bukankah karena sejak TK hingga SMA kita selalu tahu nilai orang lain karena ranking di sekolah selalu dibacakan keras-keras oleh wali kelas–jadinya, kita ngerasa nggak nyaman ketika nggak tahu orang lain IPKnya berapa karena kita nggak bisa ngeliat IPK orang tanpa NIM dan password untuk login ke sistem akademik mereka.

Sebenarnya, jika dilakukan dengan biasa aja dan nggak maksa, nanyain IPK berapa itu ya nggak apa-apa sih, pasti banyak mahasiswa yang masih ada yang mau jawab.

Sayangnya, yang bikin pertanyaan ini menyebalkan adalah yang nanya “IPK kamu berapa?” itu orang-orang yang punya IPK bagus dan berniat untuk “pamer”. Lha wong nggak ada yang nanya aja mereka biasanya udah ngaku dan pamer duluan. Ck ck ck dasar manusia sombhonxx. Makanya banyak mahasiswa nggak suka ngomongin IPK karena ogah merasa terhina.

Eh, ralat, nggak semua mahasiswa dengan IPK bagus sombong kayak gitu sih. Ada juga yang IPKnya dewa, tapi nggak suka ngomongin IPK untuk menjaga perasaan kalian. Yang intinya sama-sama nggak pengin bikin kalian ngerasa hina WQWQ.

Saya jadi penasaran ada apa sebenarnya di balik orang-orang yang suka kepo IPK kita berapa itu? Apa motivasi mereka? Apakah ada korelasi antara IPK dengan kualitas diri kita di mata mereka? Apakah kalian ingin tahu juga? Sule ingin tahu? Pemirsa ingin tahu?

Ternyataaa, alasan kenapa orang suka kepo IPK kamu berapa adalahhhh…

….Setelah pariwara berikut.

Eh malah kayak kuis.

Wqwq nggak ding. inilah 5 alasan kenapa orang suka kepo sama IPK kita.

Iklan

1. Penasaran

Hah penasaran? Yakin penasaran doang nih??

Entah kenapa ternyata memang ada orang yang terlahir dengan rasa penasaran yang sangat tinggi. Jadinya mereka kepo ingin tahu segala hal termasuk IPK kamu. Dan ini murni karena rasa penasaran, nggak ada alasan lain.

Mungkin bagi mereka, nanyain IPK kamu berapa itu sama kayak nanyain pertanyaan-pertanyaan normal kayak hari ini kamu habis dari mana? Ngapain aja? Sama siapa aja? Loh loh malah jadi posesif. Jangan-jangan… kamu suka yaaaa. Cieeeeeee. Nanya-nanya IPK karena suka cieeeee.

2. Nganggap Kamu Saingan

Alasan kedua kenapa ada orang suka kepo sama IPK kamu adalah–mungkin, dia nganggap kamu sebagai saingannya…

Jadinya, IPK kamu dijadiin standar untuk menentukan IPK dia cukup bagus apa nggak. Kalau IPK kamu ternyata lebih tinggi, dia biasanya diem-diem bae. Tapi sebaliknya, kalau IPK dia lebih tinggi, dia akan pamer dan shombonxx.

Ini pengalaman saya pribadi. Sejak semester 1 saya punya seorang teman laki-laki yang selalu nanyain IPK saya berapa di tiap semesternya. Awal-awal, IPK saya selalu ada di atas dia, tapi setelah 2 semester terakhir IPK saya di bawah dia, dia tiba-tiba berhenti nanyain IPK saya dan ninggalin saya gitu aja. Ternyata gara-gara saya IPK saya turun, dia sudah males nanyain IPK saya karena udah nggak nganggap saya sebagai saingannya lagi. Cih, habis manis, sepah dibuncinkan (apaan).

3. Pengin Ngeramal Masa Depan Kalian

Pernah mikir nggak kalau ada orang kepo sama IPK kamu, sebenarnya dia itu sedang meramal masa depan kalian! Iya, masa depan kalian berdua.

Masa depan tentang…. Apakah kamu masih layak diconteki? Masih layak dijadikan teman sekelompok? Atau kamu hanya akan jadi beban bagi tugas-tugas kuliahnya? Yhaa, alasan orang kepo untuk meramal masa depan ini memang nggatheli. Jangan GR dulu Bosque

4. Dia Intel

Ketika ada orang kepo-kepo soal IPKmu, kamu harus berhati-hati. Jangan-jangan dia sebenarnya adalah seorang intel yang ditugaskan untuk menculik mencari tahu kelemahanmu.

Dia sedang menggali informasi apakah nilai-nilai akademik di kampusmu baik atau buruk? Kalau buruk, dia akan mengumpulkan bukti-bukti keburukan akademikmu untuk melengkapi aib-aibmu yang lainnya untuk dijual kepada musuh-musuhmu kalau di masa depan kamu jadi orang yang berpengaruh dan terkenal kayak Donald Trump. Mamam wqwq.

5. Dia Ibu Kamu

Alasan terakhir, kenapa ada orang yang suka kepo soal IPKmu, coba kamu lihat di kartu keluarga, jangan-jangan dia ibumu? Loh loh jangan kaget gitu. Sebagai orang yang membiayai kuliahmu, bukankah Ibu kamu berhak tau berapa IPK kamu? Kalau iya, Ya pantes dia kepo.

Terakhir diperbarui pada 1 Februari 2019 oleh

Tags: cum laudeIPKMahasiswa
Nia Lavinia

Nia Lavinia

Mahasiswa S2 Kajian Terorisme, Universitas Indonesia.

Artikel Terkait

Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO
Esai

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Bapak-ibu dihina saudara sendiri karena ingin kuliahkan anak di PTN, tapi beri pembuktian. Meski anak jadi mahasiswa di PTN ecek-ecek tapi jadi sarjana pekerja kantoran MOJOK.CO
Kampus

Ortu Miskin Dihina Saudara Kaya saat Ingin Kuliahkan Anak, Meski Kuliah di PTN Ecek-ecek Malah Punya Karier Terhormat ketimbang Anak Saudara

8 Januari 2026
Lulusan IPB kerja sepabrik dengan teman-teman lulusan SMA, saat mahasiswa sombong kinin merasa terhina MOJOK.CO
Kampus

Lulusan IPB Sombong bakal Sukses, Berujung Terhina karena Kerja di Pabrik bareng Teman SMA yang Tak Kuliah

17 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO

Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP

7 Februari 2026
DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF MOJOK.CO

DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF

31 Januari 2026
Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.