Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Penyebab Leher Tengeng yang Bikin Susah Saat Beraktivitas

Redaksi oleh Redaksi
16 Agustus 2019
A A
Dilema Anak Rantau Antisakit Menghadapi Orang Tua yang Super Khawatir - Sakit Tengeng
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Leher yang mengalami tengeng adalah masalah besar. Ia bikin penderitanya jadi susah beraktivitas dengan leluasa.

Beberapa hari yang lalu, salah satu redaktur Mojok, Ahmad Khadafi mengeluh sakit di bagian lehernya. Setelah diulik lebih lanjut, ternyata lehernya sakit tengeng. Jadi semacam keseleo tapi di bagian leher. Oleh karena leher adalah bagian tubuh yang menopang kepala, sakit pada leher ini membuatnya capek bukan main saat bekerja.

Saat sedang sakit tengeng itu, seharian dia hanya duduk di pojokan ruangan. Menatap layar laptopnya, mencoba untuk produktif dalam bekerja tapi ternyata tidak bisa maksimal. Ya, memang begitulah tengeng. Sepertinya hanya sakit leher, tapi rasanya naudzubillah kurang ajar.

Pasalnya, pada penderita tengeng, mereka merasa lehernya kaku, sehingga tidak bisa menengok ke satu sisi. Selain itu, ada rasa nyeri seperti disetrum bisa dipaksakan untuk bergerak. Bayangkan saja, kalau leher—anggota badan yang cukup fleksibel ini—tidak bisa leluasa bergerak. Maka, tidak mengherankan kalau orang yang mengalaminya akan merasa sangat tidak enak dan aktivitasnya sangat terganggu.

Sebetulnya, tengeng ini punya istilah medis. Ia disebut Tortikolis Spasmodik. Tortikolis Spasmodik adalah nyeri yang hilang timbul atau kejang yang terus menerus pada otot-otot leher. Hal ini kemudian mendorong kepala berputar dan miring ke depan, ke belakang, atau ke samping.

Ketika ada yang mengalami tengeng, biasanya orang-orang akan langsung menganggap bahwa hal ini dikarenakan salah tidur. Semacam, bertingkah acrobat saat sedang tidur. Sebetulnya, itu tidak salah. Akan tetapi, ia juga tidak sepenuhnya benar. Pasalnya, rasa nyeri tersebut bisa disebabkan aktivitas yang lain. Misalnya, sikap tubuh saat sedang beraktivitas, cedera, hingga gangguan pada saraf.

Nah, yang terjadi pada teman saya itu, ia mengalami tengeng karena salah gerak saat menggendong anaknya.

Untuk menetralkan rasa nyeri yang nyelekit tersebut, pada beberapa orang bisa dikurangi untuk sementara waktu dengan menjalani terapi fisik dan pemijatan. Selain itu, obat juga dianggap dapat membantu mengurangi kejang otot dan pergerakan di luar sadar. Yang mana, bisa membantu meringankan nyeri karena kejang.

Obat yang biasa digunakan di antara lain, obat antikolinergik, untuk menghambat rangsangan saraf tertentu dan benzodiazepin untuk obat penenang. Terkadang juga diberikan obat pengendur otot ataupun obat anti depresi.

Pada keadaan tertentu, juga sampai dilakukan pembedahan untuk mengangkat saraf dari otot yang mengalami kelainan. Pembedahan ini dilakukan jika pengobatan lainnya tidak berhasil. Namun, jika yang menyebabkan adalah masalah emosional, maka bisa dilakukan terapi psikis.

Dengan rasa yang luar biasa nggak nyaman saat sedang mengalami tengeng, saya jadi bingung kenapa banyak orang yang seolah pengin mengalaminya. Nggak percaya? Tuh, lihat aja foto-foto orang selfie sambil miring-miringin kepala. (A/L)

Terakhir diperbarui pada 5 September 2019 oleh

Tags: sakit lehersalah tidurSelfietengeng
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

wallpaper whatsapp foto diri sendiri dijadiin foto wallpaper whatsapp wallpaper hape mojok.co

Foto Diri Sendiri Dijadiin Wallpaper Hape atau WhatsApp, Apa Tidak Jijique?

30 Desember 2019
ilustrasi Seorang Netizen Bikin Akun Trakteer dan Dapat Dana 30 Juta Tanpa Karya Apa pun mojok.co

Cewek yang Selfie Bertopang Dagu, Ngapa Cowok yang Protes?

21 Agustus 2019
Polisi-Dilarang-Selfie-MOJOK.CO

Polisi Dilarang Selfie dengan Calon Kepala Daerah

20 Januari 2018
170804 khotbah belajar agama mojok

Untuk Apa Kita Belajar Agama?

25 Agustus 2017
raisa_agnes_monica_khotbah_mojok

Menjadi Ahli Selfie Sempurna bersama Raisa dan Agnes Monica

10 Juni 2017
Mengapa Jogja Seharusnya Bersyukur Para Alay Merusak Taman Bunga?

Mengapa Jogja Seharusnya Bersyukur Para Alay Merusak Taman Bunga?

1 Desember 2015
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Merdeka ala Puskestan dan para petani Sukoharjo: perjuangan sejahtera dari sektor pertanian MOJOK.CO

Merdeka Ala Puskestan dan Petani Sukoharjo: Perjuangan Panjang agar Sejahtera dari Pertanian

18 Agustus 2026
Cuaca ekstrem, memanen air hujan.MOJOK.CO

Memanen Air Hujan Seperti Orang Desa Dianggap Budaya Jorok dan Terbelakang, padahal Bisa Menjadi Penyelamat Saat Kekeringan 

17 Agustus 2026
Grup WhatsApp keluarga, tempat menghakimi hidup orang lain (Unsplash)

Grup WhatsApp keluarga bukan tempat silaturahmi, tapi sumber stres baru ketika berubah menjadi ruang sidang untuk menghakimi hidup orang lain

18 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius MOJOK.CO

No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius

17 Agustus 2026
UMKM, UKM.MOJOK.CO

Pemkot Jogja Buru “DNA” 18.000 Usaha Kecil untuk Basis Data Tunggal 2026 demi Kebijakan Tepat Sasaran

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.