Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Emang Benar Ya Orang Gila Tak Bisa Sakit?

Redaksi oleh Redaksi
13 April 2019
A A
satre
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ada dua sebab kenapa orang gila tak bisa sakit. Sebab pertama imunitas tubuh mereka kuat. Kedua, ya karena mereka nggak tahu sedang sakit.

Ketika kita sedang jalan-jalan, tak jarang kita menemukan orang gila dan hidup menggelandang. Kluntang-kluntung dari satu ruko tutup ke ruko tutup lain. Mengenakan pakaian seadanya (bahkan kadang ada juga yang tak berpakaian), rambut gimbal tak pernah keramas, dan bau tubuh yang menyengat karena nggak pernah mandi.

Iklan

Meski begitu, sering muncul pertanyaan nakal di benak kita. Mereka, orang-orang gila yang diabaikan di pinggir jalan itu apa tidak merasakan sakit ya? Mereka kan hidup di jalanan. Kadang kehujanan, kepanasan, kalau tidur tak beralaskan apa pun.

Jika kita yang berada dalam keadaan seperti itu bisa saja kita bakal langsung masuk angin, demam, atau bahkan menderita sakit parah. Anehnya, orang gila yang menggelandang seperti itu seperti sehat walafiat, padahal segala macam di sekitarnya tak higienis.

Ada dua sebab kenapa orang gila tak bisa atau tak merasakan sakit. Alasan pertama adalah, karena tubuh mereka sudah terbiasa dengan keadaan “berbahaya” di sekitarnya. Artinya, imunitas mereka sudah terbangun begitu dahsyat sehingga tak masalah ketika harus makan makanan basi atau hidup berdampingan dengan berbagai jenis bakteri atau virus yang bisa membunuh manusia normal.

Kekebalan tubuh ini tentu tak datang secara instan, melainkan terjadi secara berkala. Awalnya bisa jadi orang gila ini merasakan sakit. Akan tetapi karena diabaikan, sampai tubuh akhirnya mampu mengatasi sakit ini secara mandiri tanpa dibantu obat-obatan, akhirnya tubuh orang gila jadi lebih kuat menghadapi segala macam penyakit di sekitarnya.

Untuk memperkuat dugaan ini, kita bisa membaca laporan dari National Geographic yang pernah ditulis Judith Newman pada Mei 2006 dengan judul “Epidemi Modern Bernama Alergi”. Sebuah laporan yang menunjukkan bahwa pola hidup manusia yang “kotor” ternyata punya dampak yang cukup baik.

Dalam laporan tersebut, Newman berlandaskan pada fakta bahwa angka alergi masyarakat dunia selalu didominasi oleh mereka yang tinggal di negara-negara maju. Hal ini berkaitan dengan sikap higienis warga negaranya yang “terlalu” menjaga kebersihan.

Sebaliknya, angka alergi sangat rendah dialami pada masyarakat di negara berkembang atau—bahkan—mereka yang tinggal di negara-negara miskin. Karena, yaaah—kamu tahu—mereka tidak terlalu higienis hidupnya. Jadi sering berinteraksi dengan bakteri dan virus berbahaya.

Masyarakat yang terlalu higienis, mengakibatkan tubuh mereka “tak dilatih” dengan ancaman bakteri atau virus dari luar. Pada akhirnya, sistem imunitas mereka tak bisa mengenali mana ancaman dan mana yang tidak.

Reaksi-reaksi alergi seperti asma atau gatal-gatal muncul karena tubuh tak pernah “dikenalkan” dengan zat asing yang masuk ke dalam tubuh sebelum-sebelumnya.

Misalnya, ada orang yang alergi kacang. Ketika makan kacang, tubuh orang itu akan muncul bentol-bentol.

Hal ini sangat dimungkinkan karena imunitas orang tersebut mengenali kacang merupakan zat yang membawa bakteri atau virus berbahaya. Akhirnya tubuh bereaksi secara berlebihan dan malah menyakiti diri sendiri. Sejalan dengan kredo terkenal yang pernah dituturkan Frederich Nietzhche, “what does not kill me, makes me stronger.”

Hal semacam inilah yang dialami oleh orang gila yang kelihatan selalu bugar saat menggelandang di pinggir jalan.

Iklan

Meski begitu, alasan berikutnya kenapa orang gila “tampak” tidak bisa sakit adalah karena mereka tidak sadar bahwa sedang sakit. Bisa saja tubuh orang gila tersebut sedang menderita penyakit dahsyat yang pelan-pelan membunuh, tapi karena nggak sadar ya dibawa santai kayak di pantai aja.

Hanya saja, karena keadaan sakit atau tidaknya manusia berkaitan dengan bagaimana cara otak merepons keadaan tubuh, maka bisa dibilang tubuhnya terasa baik-baik saja. Sampai ketika mereka menyadari bahwa penyakit sudah terlalu parah, akhirnya jadi berita yang lumrah ketika ada gelandangan yang tiba-tiba meninggal di pinggir jalan karena penyakit yang dideritanya.

Terakhir diperbarui pada 13 April 2019 oleh

Tags: alergiNational Geographicorang gilasakit
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Ibuku Demensia dan Aku Seorang Sandwich Generation yang Kecewa Absennya Negara Bagi Kami para Caregiver MOJOK.CO
Esai

Ibuku Demensia dan Aku Seorang Sandwich Generation yang Kecewa Absennya Negara Bagi Kami Para Caregiver

4 Maret 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO
Ragam

Daftar 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Pasien Masih Sering Salah Mengira

15 Februari 2024
Pesan dari Nenek Tua 81 Tahun Asal Gunungkidul yang Tidak Pernah Sakit
Kilas

Pesan dari Nenek 81 Tahun Asal Gunungkidul yang Tidak Pernah Sakit

5 Agustus 2023
Benci dengan Tubuh Sendiri? Bisa jadi Kalian Mengalami Body Dysmorphic Disorder. MOJOK.CO
Kilas

Benci dengan Tubuh Sendiri? Bisa Jadi Kalian Mengalami Body Dysmorphic Disorder

17 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.