Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Yamaha XSR 155 Nyatanya Lebih Ekonomis Dibanding NMAX atau PCX

Bilven Riwaldo Gultom oleh Bilven Riwaldo Gultom
14 November 2023
A A
Yamaha XSR 155 Nyatanya Lebih Ekonomis Dibanding NMAX atau PCX MOJOK.CO

Ilustrasi Yamaha XSR 155 Nyatanya Lebih Ekonomis Dibanding NMAX atau PCX. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Yang saya rasakan setelah menungganginya

Setelah menjajalnya Yamaha XSR 155, ada beberapa catatan saya selaku penjajal motor tingkat pemula. 

Pertama, dengan jok yang lumayan tinggi, 81 sentimeter dari permukaan tanah, kedua kaki masih bisa menyentuh tanah, meski agak berjinjit. Artinya, hanya orang dengan tinggi badan 165 sentimeter ke atas saja yang bisa mengemudikannya dengan aman dan nyaman. 

Mirip syarat tinggi badan minimal untuk masuk kepolisian. Syarat lain masuk ke situ kita semua sama-sama tahu; rajin membaca jadi pintar, malas membaca jadi awikwokwikwok.

Kedua, mungkin karena sehari-hari terbiasa dengan Supra X 125, handling Yamaha XSR 155 ini lumayan enak, nurut, dan tidak bikin capek. Stangnya tidak terlalu rendah, sehingga posisi pengemudi tidak terlalu menunduk. Posisi kaki di persneling dan rem juga pas dan nyaman. Jarak kopling dan rem dengan jemari tangan terasa pas. Koplingnya enteng. Suspensinya sendiri terasa empuk di jalanan yang tidak rata.

Ketiga, mengenai akselerasi. Transmisi Yamaha XSR 155 itu manual dengan 6 kecepatan. Sangat menggiurkan untuk diajak lari. Namun, sayangnya, jalanan Jogja itu pendek. Makanya, saya hanya cuma sempat sedikit saja menjajal kemampuan motor ini. 

Beberapa kali menggeber, saya cuma sampai gigi 3 saja. Itu saja sudah bisa mencapai kecepatan 80 sampai 90 km/jam dalam hitungan beberapa detik. Memang agak sulit menguji akselerasi maksimal XSR 155 sampai masuk gigi 5 atau 6 dengan kondisi jalanan di Jogja, bahkan di Ring Road sekalipun.

Motor yang nggak punya standar ganda kayak politikus

Keempat, untuk jenis motor seperti Yamaha XSR 155 atau motor sport lainnya, agak sulit untuk membawa tas atau barang bawaan. Bandingkan dengan jenis motor matik atau Vespa di mana kita bisa menaruh barang bawaan lumayan besar dan berat di bagian depan bawah dekat kaki pengemudi. 

Makanya, motor ini tidak untuk mereka yang mengemudikan motor sambil menggendong tas ransel, apalagi yang berat. Jadi, mengendarai XSR 155, paling ideal cukup mengenakan jaket dengan tas selempang kecil.

Kelima, XSR 155 ini tidak memiliki gantungan helm. Selama parkir, paling-paling helm digantungkan di spion atau ditaruh begitu saja di atas jok. Syukurlah di Jogja ini tidak banyak berkeliaran maling-maling helm. Para petugas parkirnya pun relatif masih ramah dan bersahabat. Kayaknya….

Keenam, ternyata XSR 155 tidak punya kick starter atau starter manual. Bagaimana kalau electric starter macet atau aki soak? Barangkali saya ketinggalan zaman. Mungkin memang sekarang ini tren motor semua tanpa kick starter. Jadi konsekuensinya, kita harus rajin-rajin memeriksa indikator aki.

Ketujuh, saya juga baru tahu kalau ternyata Yamaha XSR 155 ini tidak dibekali standar tengah atau standar ganda. Mungkin untuk pertimbangan keselamatan saat berada di jalan raya. 

Untuk motor sport, kalau ada standar gandanya, saat menikung dan merebah ada kemungkinan akan bergesekan dengan aspal dan malah berbahaya. Jadi, terpaksalah kalau parkir selalu pakai standar samping yang tidak begitu stabil dan kadang jadi banyak makan tempat. 

Agaknya, tidak adanya standar ganda ini juga menjadi satu keunggulan mengingat belakangan ini banyak yang memakai standar ganda. Misalnya, dahulu menolak dinasti politik karena merusak demokrasi, eh sekarang malah mendukung dan memberi jalan. Misalnya, dahulu menolak capres karena merupakan pelaku pelanggaran HAM berat, eh sekarang malah ikut mengusungnya. Senyumin aja.

Rute yang saya lahap di Jogja bersama Yamaha XSR 155

Terakhir, kedelapan, mengenai konsumsi bensin. Rute yang saya tempuh selama 4 hari berturut-turut, kurang lebih sebagai berikut: 

Iklan

Hari pertama, Warung Bu Komang —> keliling Malioboro —> Oseng Mercon Bu Narti. Hari kedua, sarapan Sego Empal Bu Warno + Es Dawet Mbah Hari di Pasar Beringharjo —> Galeria Mall —> rawon dan rujak cingur di Soto Surabaya Ayam Kampung di Jakal km 6 —> Sekolah Politik Akademi Bahagia EA di Ngebo, Sleman —> Yammie Pathuk Kemetiran Kidul.

Hari ketiga, sarapan Nasi Soto Pites Mbah Galak + jajan Jenang Bu Darmini di Pasar Beringharjo —> Akal Buku + Mima Cat Shop —> mangut Kopi Bukan Luwak —> Buku Akik —> Rumah Berdikari Book and Coffee —> Warung Sastra Buku Kopi Penyetan —> Kedai Bumijo.

Hari keempat, Soto Semarang Cipto Roso —> Biennale Jogja 17 Taman Budaya Yogyakarta —> Bawa Buku + Arka Coffee Space —> Soto + Brongkos Pasar Ngasem —> Plaza Malioboro (Malioboro Mall) —> Yammie Pathuk Kemetiran Kidul —> Stasiun Tugu.

Lebih ekonomis

Dengan rute mengunjungi lebih dari 20 titik literasi, kuliner, dan wisata itu semua, hanya sekali saja saya mengisi bensin. Itu pun cuma sebesar Rp50 ribu. Artinya, jika harga Pertamax Rp13.400/liter, maka dengan Rp50.000 saya mendapat 3,73 liter bensin. 

Kalau dihitung-hitung dengan biaya sewa motor 4 hari x @Rp125.000 + bensin Rp50,000 = Rp550.000. Menyewa Yamaha XSR 155 Masih lebih ekonomis ketimbang layanan ojol. Semua itu sepadan dengan kebahagiaan bertemu banyak kawan, kesenangan mengunjungi tempat-tempat baru, dan kegembiraan menjajal motor idaman di hari-hari yang penuh dengan baliho-baliho partai dan tampang-tampang mereka yang akan menggusur dan menjarah uang kita. Awikwokwikwok.

Penulis: Bilven Riwaldo Gultom

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Yamaha Vixion: Motor yang Mudah Dicintai dan Bikin Nyaman Pengendaranya dan pengalaman menarik lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 14 November 2023 oleh

Tags: motor yamahanmaxpcxvespaXSR 155yamahaYamaha XSRYamaha XSR 155
Bilven Riwaldo Gultom

Bilven Riwaldo Gultom

Pendiri, editor, dan pengelola penerbit buku Ultimus sejak 2004. Masih tetap memilih golput sampai hari ini.

Artikel Terkait

Yamaha Sigma motor kelas bawah tapi paling bisa diandalkan MOJOK.CO
Otomojok

Yamaha Sigma adalah Motor pertama di Jogja hasil lungsuran dari bapak dan jadi saksi momen-momen paling serius dalam hidup saya

28 Juli 2026
Jadi gini rasanya keracunan motor Yamaha Xabre bekas MOJOK.CO
Otomojok

Akulah yang dulu meremehkan motor Yamaha Xabre karena harganya yang nggak ngotak, tapi kini rasa ingin memilikinya semakin tinggi

23 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO
Eksplor

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
Biar Nggak Mogok atau Korsleting, Ini 4 Hal yang Haram Dilakukan Saat Modif Motor.MOJOK.CO
Transportasi

Biar Nggak Mogok atau Korsleting, Ini 4 Hal yang Haram Dilakukan Saat Modif Motor

3 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026
Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
Korupsi makin parah, MUI dorong hukuman mati bagi koruptor MOJOK.CO

Kasus Korupsi di Indonesia Kian Mengkhawatirkan, MUI Dorong Hukuman Mati bagi Koruptor

28 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Pengeroyokan di Bali tidak dibenarkan. MOJOK.CO

Pakar Hukum Pidana: Pelaku Pengeroyokan di Bali Bisa Kena KUHAP, sementara Keluarga Korban Terlanjur Alami Trauma

27 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Mengapa Kasus Korupsi Kepala Daerah Terus Berulang?

29 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.