Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Yamaha Aerox Matik Keren, tapi Sobat SPBU Banget dan Nggak Nyaman Buat Penumpang

Raden Rangga Widyalokadana Moerti oleh Raden Rangga Widyalokadana Moerti
19 Juni 2021
A A
Yamaha Aerox Matik Keren, tapi Sobat SPBU Banget dan Nggak Nyaman Buat Penumpang MOJOK.CO

Yamaha Aerox Matik Keren, tapi Sobat SPBU Banget dan Nggak Nyaman Buat Penumpang MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Yamaha Aerox itu memang matik yang keren. Tapi, sayangnya, motor ini sobat SPBU banget dan nggak nyaman sama sekali buat penumpang.

Yamaha Aerox 155 itu matik keren. Bertenaga dan desainnya bagus buat kamu yang seleranya gitu amat. Tapi yah, namanya selera. Siapa saja mau menghakimi. Kalau seleranya medioker ya sudah takdirnya begitu.

Buat kamu yang pengin bagasi luas, Yamaha Aerox 155 memang pilihan pas. Tampilan adalah nomor kesekian, yang penting bagasi luas bisa buat bawa pisang satu tandan di dalamnya. Boleh banget misi punya motor kayak gitu.

Pabrika Yamaha sendiri nampaknya menangkap kegelisahan akan kebutuhan bagasi besar. Mereka sungguh kreatif karena berusaha sangat kuat untuk menambah unsur sporty di dalamnya meski agak maksa. Oleh sebab itu, Yamaha Aerox 155 lahir di akhir 2016.

Yamaha Aerox 155 ini terkadang eksis ketika nonton MotoGP. Kita akan sering melihat kru beberapa tim Yamaha wara-wiri naik Aerox menjemput pebalap, membawa logistik, dan lain-lain. Mungkin mereka juga yang disuruh Valentino Rossi pergi ke warung buat jajan boba.

Tahukah kamu, sebenarnya, Yamaha Aerox sudah ada sejak 1997. Namun, terbatas hanya untuk pasar Eropa. Saat itu, pilihan mesinnya masih 50 cc dan 100 cc dua tak yang tentu saja “ngebul”.

Varian 100 cc sendiri, pada 2003, terpaksa dihentikan produksinya. Seiring perkembangan zaman, Yamaha Aerox mengalami perubahan. Misalnya pada 2013, di mana terjadi perubahan pada mesin 50 cc dengan menggunakan 4-tak dan berpendingin cairan.

Pada 2016, Yamaha melakukan penyegaran dengan kemunculan Yamaha Aerox 125 LC dengan mesin 125 cc, SOHC, 4-tak, dan berpendingin cairan. Model Yamaha Aerox 125 ini cenderung seperti saudaranya yaitu Yamaha X-Ride. Sayangnya, motor ini jarang terlihat di jalanan dan seperti tidak laku.

Hingga pada akhirnya, di November 2016, muncul Yamaha Aerox 155 yang lebih bongsor dan bertenaga. Mesin 155 berteknologi VVA. Banyak pilihan tipe, misalnya tipe standar, tipe R yang menggunakan shock tabung, dan tipe S yang keyless.

Berlanjut pada akhir 2020, terjadi penyegaran lagi dengan fitur Yamaha Connected. Gunanya untuk menghubungkan motor dengan ponsel. Jadi, kamu bisa mengecek kondisi oli, jadwal servis, hingga lokasi parkir.

Yah, dari sisi teknologi, Yamaha Aerox ini lumayan oke. Selain itu bagasi yang lapang, tenaga motor ini juga besar. Mampu melibas tanjakan dengan mudah. Tapi ya jangan dipaksa. Mau gimana juga, ini matik dalam kota, bukan motor kerempeng pakai ban tahu tapi dipakai kebut-kebutan dalam kota. Norak.

Nah, sayangnya, meski bagasinya lapang, kapasitas tangki bansinnya termasuk kecil. Bayangkan, motor 150 cc yang perlu banyak konsumsi bensin, tapi tangkinya tidak memadai. Memang, Yamaha Aerox itu sobat SPBU banget.

Lalu, body motor ini bongsor banget. Bikin susah banget manuver di tengah kemacetan atau gang sempit. Sama susahnya sama test drive waktu ujian SIM. Muter-muter jalur sempit, kalau kaki napak ke tanah terus gagal. Kadang saya bingung ini ujian SIM atau uji ketangkasan.

Masalah kedua adalah jok motor. Buat yang lagi megang kemudi, joknya enak banget. Namun, buat pengendara, ketebalannya berbeda. Malah jadi nggak nyaman. Saya nggak tahu alasannya. Mungkin Yamaha pengin motor ini jadi semacam cara untuk bilang, “Maaf, aku mau sendiri dulu,” ketika bikin jok penumpangnya nggak nyaman banget.

Iklan

Selain joknya nggak enak, posisi pembonceng juga nggak nyaman. Posisi bonceng yang tinggi cukup menyulitkan pembonceng mau naik. Nah, betul, kan. Yamaha tuh pengin motor ini jadi semacam alat untuk “me time”, motoran sendiri keliling jalan lingkar sambil nangis mikirin cicilan KPR yang makin berat.

Udah gitu, shock Yamaha Aerox ini lumayan keras kalau dipakai sendirian. Kalau dipakai boncengan, kok malah jadi enak. Aneh banget. Tadi joknya nggak enak buat pembonceng, menyulitkan kalau mau naik, eh sekarang shock-nya enak kalau berdua. Mungkin ini juga semacam uji mental buat mereka yang bonceng.

Kita geser ke bagian dek yang tidak rata. Nggak cocok sama sekali buat adik-adik mahasiswa yang mencoba mandiri. Nggak bisa buat bawa gas atau galon air minum. Nggak ada ruang buat naruh barang-barang kayak gitu. Jadi, kamu harus bergantung ke mas-mas pengantar galon dan gas yang badannya berotot itu.

Yah, dapat disimpulkan bahwa motor ini memang lebih mengarah ke sporty, alih-alih kenyamanan. Tenaga besar, tapi cocoknya di dalam kota. Nggak bisa manuver di tengah kemacetan. Body bongsor sulit parkir. Apalagi parkir di Indomaret yang biasanya parkirannya nggak karuan.

Bagasi Yamaha Aerox yang besar bikin motor ini cocok buat belanja saja. Lumayan bisa menghemat penggunaan plastik. Yah, kalau mau agak ekstrem, bagasi motor ini bisa buat bawa tanah uruk. Lumayan, ngirit biaya sewa truk atau pick-up.

Betul-betul matik yang keren, tapi nggak nyaman buat penumpang. Masalahnya adalah, saya punya satu Yamaha Aerox. Gimana dong.

BACA JUGA Yamaha Aerox 155 Adalah Versi Sempurna Honda PCX dan Yamaha Nmax dan pengalaman unik bersama kendaraan lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Terakhir diperbarui pada 19 Juni 2021 oleh

Tags: motor matikyamahaYamaha Aerox
Raden Rangga Widyalokadana Moerti

Raden Rangga Widyalokadana Moerti

Mahasiswa FISIP yang menyukai dunia otomotif.

Artikel Terkait

Biar Nggak Mogok atau Korsleting, Ini 4 Hal yang Haram Dilakukan Saat Modif Motor.MOJOK.CO
Transportasi

Biar Nggak Mogok atau Korsleting, Ini 4 Hal yang Haram Dilakukan Saat Modif Motor

3 Juli 2026
Mekanik Vespa modifikasi Fazzio ramah anak. MOJOK.CO
Eksplor

Ahli Mekanik Vespa Coba Modifikasi Fazzio Kuning Bermotif Bebek dengan Modal Rp4 Juta, Berbuah Senyuman Anak dan Penghargaan

2 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Kisah pemilik Yamaha Fazzio hitam di Jogja. MOJOK.CO
Eksplor

Gelontorkan Tabungan Jutaan Rupiah demi Modifikasi Fazzio: Cara Manis Anak Muda Jogja Menghargai Kepedulian Orang Terdekat

30 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Petugas Sensus Ekonomi ditolak masyarakat karena sudah sulit percaya dengan pemerintah MOJOK.CO

Yang Harus Dibenahi dari Sensus Ekonomi usai Petugas Ditolak di Mana-mana, Karena Masyarakat Makin Sulit Percaya sebab Sering Dibuat Kecewa

6 Juli 2026
Orang tua, ibu.MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi Ibu Muda Tanpa Cela di Ibu Kota: Parenting Dituntut Sempurna, tapi Sudah Digempur Stres Kerja

10 Juli 2026
Selain ke petugas Sensus Ekonomi, warga desa juga jengah dengan program sensus dari mahasiswa KKN MOJOK.CO

Warga Desa Juga Jengah dengan Sensus dari Mahasiswa KKN: Tak Nemu Gunanya, Tak Srawung tapi Korek Privasi Orang

8 Juli 2026
Polyworking (mencari pekerjaan tambahan atau sampingan) jadi pilihan rasional in this economy karena satu pemasukan gaji tak beri rasa aman MOJOK.CO

Polyworking: Pekerja Kurangi Waktu Luang demi Pekerjaan Tambahan dan Pesan untuk Lulusan Baru jika Sumber Gaji Tak Cukup 1

8 Juli 2026
Warga makin malas bayar pajak bukan berarti membangkang, tapi karena ulah pemerintah sendiri MOJOK.CO

Makin Malas Bayar Pajak Bukan Semata Membangkang tapi Akumulasi Kekecewaan, Pemerintah Bisanya Nagih Doang

10 Juli 2026
Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India menjalin kesepakatan kerja sama konservasi terhadap Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan MOJOK.CO

Menerjemahkan Candi Prambanan sebagai Bukti Historis Hubungan Nusantara-India

8 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.