Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Berkat Bus Safari Dharma Raya, Mahasiswa NTB Berhasil Mewujudkan Cita-citanya untuk Kuliah di Jogja

M. A. Hidayatullah oleh M. A. Hidayatullah
23 Januari 2025
A A
Safari Dharma Raya Wujudkan Cita-cita Anak NTB Kuliah di Jogja MOJOK.CO

Ilustrasi Safari Dharma Raya Wujudkan Cita-cita Anak NTB Kuliah di Jogja. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Janti adalah elysium Safari Dharma Raya

Selama 1,5 jam setelah mengaspal di Padang Bai, bus Safari Dharma Raya akan tiba pada titik makan pertama, RM Namirah di Denpasar Utara. Selesai makan, waktu sudah sore dan selanjutnya bus akan menyusuri jalur selatan. 

Saat di Jembrana, pemandangan sisi kanan dipenuhi terasering sawah dan sisi kiri terhampar laut luas yang bila Magrib tiba, segera dikecup oleh senja di garis cakrawala. Sebentang Jembrana sudah cukup untuk membuat jatuh cinta pada Bali.

Iklan

Selain berganti pulau, penyeberangan Gilimanuk-Ketapang selama 30 menit akan turut mengubah zona waktu dari WITA ke WIB. Dari pelabuhan, Safari Dharma Raya langsung memasuki Jalur Pantura hingga penumpang bisa menyaksikan betapa terangnya PLTU Paiton dalam kegelapan malam. 

Kemudian, bus akan melintasi jalan tol ketika di Probolinggo atau Surabaya. Perjalanan berlanjut hingga tiba pada perhentian selanjutnya di Ngawi untuk makan kedua kalinya di RM Duta.

Safari Dharma Raya melintas di perbatasan DIY dan Jawa Tengah yang ditandai gapura dan tampak fasad Candi Prambanan. Kami berhenti sesaat di lampu merah pertigaan Bandara Adisutjipto. Resmi sudah kami masuk Jogja, setelah melihat apa yang dalam buku sejarah ditulis sebagai Lapangan Udara Maguwo dan sasaran awal Operatie Kraai tahun 1948 ketika Jogja masih menjadi ibu kota negara.

Memulai perjalanan dari terminal ternyata tidak diakhiri di terminal, melainkan Jalan Raya Janti. Jalan raya ini terkenal akan jembatan layangnya yang memberi kesan lebih bagi calon mahasiswa baru.

Jembatan yang mereka kenal selama ini hanya jembatan yang melintasi sungai, bukan yang mengangkangi jalan raya dan rel kereta api di bawahnya. Safari Dharma Raya sangat cerdas memilih Janti sebagai titik henti, letaknya di tengah lingkaran Jalan Lingkar alias Ringroad.

Safari Dharma Raya, kamulah satu-satunya

Dalam “Indikator Kesejahteraan Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Barat 2023” oleh BPS NTB, tampak sebuah angka statistik. Angka-angka tersebut menunjukkan masih kurang sejahteranya warga NTB secara umum. Rumah tangga yang belum memiliki sanitasi layak, rendahnya akses terhadap air minum layak, tingginya persentase penduduk miskin yang masih 2 digit selain Kota Bima dan Kota Mataram, dan masih banyak lagi indikator lainnya.

Sebagaimana biasanya, angka statistik lebih indah dari realita. Di statistik saja sudah kurang, di kenyataannya bisa berkali lipat. Hal ini tentu mendorong generasi muda NTB untuk mengupayakan taraf hidup yang layak. Salah satunya dengan mengakses pendidikan tinggi yang lebih berbobot di Jogja. Dengan adanya bus dari Safari Dharma Raya yang membuka rute langsung Mataram-Jogja, biaya pendidikan mahasiswa NTB bisa lebih ditekan.

Misalnya mahasiswa dari Bima, harga tiket menggunakan bus mencapai Rp900 ribu. Sangat curam selisihnya dengan tiket pesawat yang mulai di angka Rp2,5 juta. Baru angka bersih dengan asumsi hari biasa, bukan saat libur nasional atau musim mudik. 

Sebenarnya bisa lebih murah dengan perjalanan estafet lintas moda. Namun, opsi tersebut hanya cocok bagi perjalanan tujuan pelesiran mode backpacker dengan kenyamanan serta keamanan yang belum tentu terjamin.

Bus yang memberi banyak manfaat

Sampai hari ini, untuk rute Mataram-Jogja, saya belum pernah menemukan kasus kehilangan, kecelakaan, juga merasakan dan mendengar keluhan soal sopir yang ugal-ugalan. Jargon “safety adalah harga mati” ternyata mampu dibuktikan oleh PO yang khas dengan livery gambar 4 gajah dan dengan nama OBL ini. Keamanan dan kenyamanan lebih terjamin.

Safari Dharma Raya tentu saja motivasi utamanya berbisnis. Namun, inisiatifnya menciptakan dampak beruntun penuh manfaat yaitu tersedianya pilihan untuk mengakses pendidikan yang lebih layak. 

Pemerintah Provinsi NTB atau organisasi mahasiswa kedaerahan NTB di Jogja bisa membuat semacam hall of fame bagi Safari Dharma Raya. Bus ini, sudah lebih dari 2 dekade menjadi pengumpan mimpi mahasiswa NTB untuk bisa tiba di Jogja.

Iklan

Penulis: M. A. Hidayatullah

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Safari Dharma Raya OBL: Bus Legendaris Kebanggaan Temanggung dengan Trayek Terjauh, Hingga Nusa Tenggara Barat dan pengalaman menarik lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 23 Januari 2025 oleh

Tags: bus safari dharma rayaharga tiket Safari Dharma Rayajembatan jantiJogjaKuliah di jogjaMandalikaNTBNusa Tenggara Baratpo Safari Dharma Rayasafari dharma raya
M. A. Hidayatullah

M. A. Hidayatullah

Waktu kecil meyukai sastra. Ketika dewasa malah akrab dengan dunia teknologi, politik, dan pertahanan. Masih suka membaca koran.

Artikel Terkait

Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO
Sekolahan

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO
Sekolahan

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO
Sekolahan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO
Sosok

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan MOJOK.CO

Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan

10 Agustus 2026
Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja.MOJOK.CO

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja

6 Agustus 2026
Berkaca dari Kasus Yurizal, Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya punya empati MOJOK.CO

Berkaca dari Kasus Yurizal: Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya Berempati

7 Agustus 2026
Alumnus Peternakan UMM Kerja Jadi Manager di Australia. MOJOK.CO

Dulu Kuliah Tanpa Punya Laptop, Alumnus UMM Ini Buktikan Bisa Kerja di Australia sebagai Manajer Peternakan

11 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

1 Juta Sarjana Jadi Pengangguran hingga Terpaksa Pinjol untuk Biaya Konsumtif, Apa yang Harus Pemerintah Lakukan?

11 Agustus 2026
Apa Salahnya ASN Jualan Nasi Kuning? Gaji Tetap, Kebutuhan Terus Bertambah MOJOK.CO

Apa Salahnya ASN Jualan Nasi Kuning? Gaji Tetap, Kebutuhan Terus Bertambah

12 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.