Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Pesona dan Kenangan Manis Bersama Bus Lorena yang Bisa Terbang dari Jember ke Jakarta

Bus Lorena, yang harga tiketnya tidak jauh-jauh amat dari kereta atau pesawat, jelas kehilangan pamor. Tapi, bagi para penggemarnya, termasuk saya, bus ini masih punya pesona.

Arman Dhani oleh Arman Dhani
21 Juli 2023
A A
Bus Lorena yang Bisa Terbang dari Jember ke Jakarta

Bus Lorena yang Bisa Terbang dari Jember ke Jakarta

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kenangan menyenangkan bersama bus Lorena

Salah satu hal yang menyenangkan dari naik bus jarak jauh bersama Lorena adalah perjalanan malamnya. Di dalam bus malam yang tenang, suasana begitu hening dan damai. Deru mesin bus menjadi latar belakang yang menenangkan, memberikan rasa kenyamanan dan bunyi yang syahdu dalam perjalanan yang panjang. Meskipun jalanan kabupaten terkadang tidak rata saat 2000an awal, namun itu tidak mengurangi ketenangan dalam perjalanan menuju Jakarta.

Jalanan kabupaten di awal masa reformasi, usai lepas dari Orde Baru, dan masa awal pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid tentu sangat berbeda dengan sekarang. Belum lagi tidak banyak tol. Jadi, bus malam masih menjelajahi beberapa titik kabupaten untuk menjemput dan menurunkan penumpang. Ya sekaligus menjadi titik istirahat, entah makan malam atau sarapan ketika menempuh perjalanan dari Jember ke Jakarta.

Iklan

Sampai hari ini, saya masih meyakini bahwa tidur terbaik adalah tidur di bus malam. Dengan nuansa kegelapan menyelimuti segala penjuru. Jalanan kabupaten yang tidak banyak lampu-lampu yang menyinari, membuat malam semakin syahdu dalam kegelapan. Namun, suasana gelap tersebut justru menambah keasyikan dan ketenangan di dalam bus. Seakan-akan ada kedamaian yang terpancar dari setiap sudutnya.

Suasana semakin gayeng dengan adanya selimut hijau Lorena yang wangi. Biasanya di setiap pangkalan, selimut diganti baru dan mereka membungkusnya dengan plastik. Selimut itu memberikan kehangatan dalam dinginnya AC yang menjaga udara tetap segar di dalam bus. Sambil merunduk dalam selimut, saya bisa tidur nyenyak memeluk tangan ibu, atau kadang membawa bantal tambahan untuk ditempelkan ke jendela. 

Lorena adalah penyelamat perjalanan dari Jember ke Jakarta 

Bagi keluarga saya, bus ini adalah penyelamat. Alasannya, mereka langsung mengantarkan keluarga dari Jakarta ke Jember, dan dari Jember ke Jakarta. Kami tidak perlu transit di kota lain, meski harus menempuh 12 jam perjalanan atau lebih jika terkena macet di Jakarta. 

Dulu ketika SD, saya sering tertidur lepas dari Ngawi dan bangun setelah masuk Jakarta. Itu kenapa saya percaya naik Lorena selepas Ngawi kami tidak lewat Jawa Tengah tapi langsung bablas Jakarta.

Guru SD saya meledek “Lho, berarti bus itu terbang nggak lewat Jawa Tengah?” Lelucon itu awalnya lucu, tapi jadi tak tertahankan ketika terlalu sering disampaikan untuk menunjukkan kesalahan saya. Barangkali itu yang bikin saya mendendam dan tak suka padanya. Tapi sekarang, setelah naik bus sendiri dari Bogor ke Jember, saya sering terbangun di malam hari dan tahu rute-rute perjalanan Lorena.

Hal lain yang bisa membuat saya ingin kembali naik Lorena adalah makanan yang disajikan di rest area. Dulu, yang saya ingat, tempat makan yang dipilih sering menjual jajanan dan oleh-oleh. Meski jika datang pada malam hari lepas pukul sembilan, banyak warung yang sudah tutup. Jika menu makanan kurang menarik, ibu biasanya menawari saya untuk makan Pop Mie. Ini menu yang jarang dimakan saat di rumah.

Sekarang semua sudah berbeda

Saya ingat sekali dulu itu kami menukar tiket kecil dengan makanan, nasi, sop sayur, ayam goreng, dan kerupuk. Kadang, yang membuat kangen makanan bus Lorena adalah kualitasnya. Tentu kita tidak bisa membayangkan makanan yang super mewah. Tapi, setidaknya, makanan yang dihidangkan adalah makanan panas. Setelah naik bus dingin berjam-jam, makan sup panas dan teh hangat jelas membuat gembira.

Sayang, semuanya sudah berubah. Sekarang, pilihan kereta dan pesawat banyak tersaji. Apalagi setelah pembukaan bandara di Banyuwangi dan Jember. Keluarga kami sekarang lebih memilih naik pesawat jika ingin cepat. Kalau ingin nyaman, ya memilih naik kereta.

Bus Lorena, yang harga tiketnya tidak jauh-jauh amat dari kereta atau pesawat, jelas kehilangan pamor. Tapi, bagi para penggemarnya, termasuk saya, bus ini masih punya pesona. Entah sebagai tempat untuk tidur dengan shuttle bus executive atau yang biasa. Ah, saya jadi ingin ke Jakarta naik Lorena lagi.

Penulis: Arman Dhani

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Perjalanan PO Lorena, Bermula dari Anggota TNI yang Jual Rumah hingga Melantai di Bursa dan kisah menarik lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 22 Juli 2023 oleh

Tags: bogorbus lorenajakartaJawa TimurJemberPO Lorena
Arman Dhani

Arman Dhani

Arman Dhani masih berusaha jadi penulis. Saat ini bisa ditemui di IG @armndhani dan Twitter @arman_dhani. Sesekali, racauan, juga kegelisahannya, bisa ditemukan di https://medium.com/@arman-dhani

Artikel Terkait

kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
kebayoran baru, jakarta selatan, jakarta.MOJOK.CO

Punya Kos Murah di Kebayoran Baru adalah Kemewahan, Biar Berisik tapi Setidaknya Menyelesaikan 3 Masalah Besar Perantau di Jakarta

3 Juli 2026
Naik BYD Menyusuri Jalanan Jakarta Bikin Saya Jadi Kampungan MOJOK.CO

Pengalaman Menahan Rasa Penasaran di Dalam Kabin Mewah BYD demi Tidak Terlihat Kampungan ketika Menyusuri Jalanan Jakarta

30 Juni 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Saat Kemerdekaan RI Belum Bisa Dirasakan Buruh. MOJOK.CO

Saat Kemerdekaan Belum Bisa Dirasakan Kelompok Buruh dan Pekerja

17 Agustus 2026
ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.