Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Honda City: Mobil Sedan Kelas Menengah Terbaik yang Agak “Menipu” karena Ia Lembut, tetapi Tetap Bertenaga

Khoirul Fajri Siregar oleh Khoirul Fajri Siregar
4 Maret 2024
A A
Honda City Sedan “Menipu”: Terlihat Lembut, tapi Galak Bertenaga MOJOK.CO

Ilustrasi Honda City Sedan “Menipu”: Terlihat Lembut, tapi Galak Bertenaga. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Honda City sedan siap diajak lari kencang, dengan kendali yang tetap prima. Ini mobil lembut, tetapi jangan sesekali meremehkan tenaganya.

Siang itu, tepat pukul 13:30, saya tiba di sebuah perumahan mewah di utara Kota Jogja. Saya akan memenuhi permintaan seorang tamu langganan yang meminta saya menyupiri mereka menuju Pandeglang untuk menghadiri acara pernikahan. 

Beberapa hari sebelumnya, beliau bertanya kepada saya via WhatsApp.

“Rul, nanti ke Pandeglang enaknya kita bawa mobil Honda City Hatchback atau City Sedan?” 

Saya hanya menjawab, “Monggo, terserah saja, saya ngikut.”

Sejauh ini, saya belum pernah membawa Honda City generasi baru ini. Baik versi Hatchback atau Sedan. Namun, saya yakin kedua mobil ini tetap menjadi pilihan bagus untuk perjalanan jauh. Khususnya sebuah perjalanan dengan 4 orang di dalam mobil; 3 orang dewasa termasuk saya dan seorang anak usia 9-10 tahun. Jadi, jujur saja, saya sudah menantikan momen-momen ini.

Hari yang dijanjikan tiba juga. Saya akan mengendarai sebuah hatchback yang mendapat predikat sebagai pengganti sepadan untuk Honda Jazz. Untuk pembaca yang belum tahu, Honda Jazz sudah stop produksi pada Februari 2021. Namun, ternyata, hari itu saya akan membawa Honda City sedan. 

Saya pernah membawa Honda City pada 2010, 2012, dan menjadi penumpang pada 2017. Tentu, fitur dan lainnya sudah jauh berbeda dengan yang sekarang. Saya ingat betul kenyamanan sebagai sopir dan penumpang di sedan kelas menengah pengganti Honda Jazz yang sudah menjadi legenda itu. 

Kokpitnya memang nyaman. Sebagai penumpang dengan tinggi 185 sentimeter, saya tidak merasa sempit. Yah, walau kurang ideal untuk perjalanan jauh.

Kesalahan sopir yang kali pertama membawa Honda City sedan: terlalu percaya pengaturan pabrik

Sebelum masuk ke kokpit, saya mengamati dulu luaran Honda City sedan keluaran 2023 ini. Yang saya mengamati adalah desain bodi luar, velg, ban, dan beberapa detail lain. Setelah itu, baru saya masuk ke dalam kokpit dan tidak ada rasa kaget.

Untungnya, saya tidak menemukan fitur-fitur asing, seperti ketika saya mengendarai Hyundai Ioniq atau Creta. Dua mobil ini mempunyai tampilan baru dan membuat sopir rental langganan dan terbiasa membawa Innova Reborn dan Avanza seperti saya menjadi kagok. Jadi, tidak ada culture shock yang membuat saya terlihat kampungan.

Namun, tetap saja saya membuat kesalahan ketika kali pertama mengendarai Honda City sedan ini. Saya terlalu percaya diri untuk tidak mengatur sensor keamanan yang mengaktifkan rem otomatis apabila ada kendaraan atau sesuatu yang membahayakan mobil.

Padahal, keluarga kecil yang menjadi langganan ini sudah mengingatkan saya. Katanya, atur semua fitur sesuai kenyamanan saya. Mengingat kami akan menempuh perjalanan jauh. Namun, lantaran terlalu percaya dengan pengaturan pabrik, saya asal jalan saja. Dan ternyata saya salah.

Kejadiannya di jalur alternatif dari arah Jalan Kaliurang menuju Manisrenggo. Ada pengendara motor yang berbelok, keluar dari persimpangan jalan. Jaraknya mungkin sekitar 5 sampai 7 meter saja dari Honda City yang saya bawa.

Iklan

Sopir yang memalukan

Saya terbiasa berkendara mepet/presisi atau kadang disebut titis dalam Bahasa Jawa. Maksudnya, jarak kendaraan dengan pembatas, atau sesuatu di depan, terjaga jaraknya. Nah, saat itu, saya lupa kalau pengereman otomatis Honda City masih terpasang. 

Jadi sudah, tiba-tiba mobil mengerem mendadak. Mobil itu mengeluarkan suara keras seperti yang bisa kalian dengar di mobil-mobil generasi baru (2020 ke atas) ketika fitur keamanan aktif. 

Sontak kami berempat kaget. Selama beberapa detik kami semua terdiam. Sang suami, yang duduk di kursi depan memecah keheningan. Beliau lantas menjelaskan kalau ada fitur pengereman otomatis berjarak 5 sampai 6 meter. 

Fitur pengereman otomatis Honda City ini bisa menyesuaikan. Jika ada kendaraan masuk ke dalam “zona pengereman”, ya rem akan aktif. Baik kendaraan dari depan atau belakang. Yah, akibat kejadian tadi, semua orang di jalan mendadak mengalihkan pandangan kepada kami. Dasar sopir malu-maluin saja, pikir saya.

Baca halaman selanjutnya: Terlihat menipu, Honda City terlihat kalem, tapi galak bertenaga.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 4 Maret 2024 oleh

Tags: CityCity SedanhondaHonda CityHonda City Hatchback RSHonda City Sedanhonda jazzSedan
Khoirul Fajri Siregar

Khoirul Fajri Siregar

Supir wisata yang sesekali menulis di bolehmerokok.com. Jebolan empat universitas ternama di Yogyakarta.

Artikel Terkait

Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO
Catatan

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
Omong Kosong Pemuja Hujan Musuh Honda Beat dan Vario MOJOK.CO
Otomojok

Pemuja Hujan di Bulan Desember Penuh Omong Kosong, Mereka Musuh Utama Pengguna Beat dan Honda Vario

27 Desember 2025
Megapro, Motor Honda Paling Mengenaskan Sepanjang Sejarah
Otomojok

Megapro Adalah Motor Honda yang Nasibnya Paling Mengenaskan: Kisah Sang Legenda Dipaksa Mati demi Adik yang Nggak Lebih Baik

3 November 2025
Brio, Mobil Honda Paling Dipuja karena Nggak Punya Apa-apa MOJOK.CO
Otomojok

Brio, Mobil Honda yang Paling Aneh: Nggak Punya Apa-apa, tapi bisa Menjadi yang Paling Laris

10 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cara wujudkan resolusi 2026 dengan finansial yang baik. MOJOK.CO

Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026

19 Januari 2026
Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu MOJOK.CO

Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

19 Januari 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina

20 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.