MOJOK.CO – Membeli Honda Brio bukan soal gengsi. Kamu boleh menghina mobil ini, tapi ia membeli kebanggaan sebagai mobil pertama anak muda.
Saya punya teori sederhana tentang anak muda Indonesia. Teori ini tidak berdasarkan riset akademis, apalagi didukung jurnal ekonomi yang rumit. Ini semua lahir dari pengamatan sederhana di parkiran minimarket, di depan kos-kosan, dan kadang di halaman rumah kontrakan yang garasinya sebenarnya lebih cocok untuk menjemur pakaian daripada memarkir mobil.
Teorinya begini. Anak muda Indonesia sebenarnya tidak terlalu takut pada cicilan. Yang mereka takutkan justru satu hal yang jauh lebih mengerikan, yaitu tidak bisa nongkrong di akhir pekan.
Selama dua hal itu masih bisa berjalan bersamaan, semua terasa aman. Cicilan boleh saja datang setiap bulan dengan wajah dingin seperti dosen pembimbing skripsi yang tidak pernah benar-benar puas dengan revisi kita. Sementara nongkrong di akhir pekan tidak terlewatkan.
Dan di antara berbagai bentuk cicilan yang populer di kalangan anak muda, ada satu jenis cicilan yang terasa seperti simbol kedewasaan finansial, yaitu cicilan mobil. Lebih spesifik lagi, cicilan Honda Brio.
Honda Brio, mobil kecil realistis untuk gaji anak muda
Secara fakta otomotif, Honda Brio adalah sebuah mobil yang nggak akan membuat orang menoleh dua kali di jalan. Mobil ini masuk kategori hatchback untuk efisiensi dan penggunaan sehari-hari ketimbang untuk adu kecepatan di jalan tol.
Tenaga Honda Brio cukup untuk kebutuhan kota. Dimensinya kecil sehingga relatif mudah kamu bawa masuk ke gang sempit yang kadang terasa lebih cocok untuk sepeda daripada mobil.
Konsumsi bahan bakarnya juga cukup hemat untuk ukuran mobil bensin. Ini sesuatu yang penting bagi anak muda yang sering merasa hubungan mereka dengan saldo rekening bersifat satu arah. Isinya cuma pengeluaran.
Harga mobil ini juga berada di wilayah yang terasa masih “mungkin” bagi banyak pekerja muda. Terutama ketika membeli Honda Brio dengan bantuan berbagai skema kredit yang kadang terlihat lebih ramah daripada kenyataan jangka panjangnya. Dan di situ letak daya tariknya.
Honda Brio bukan mobil yang membuat orang bermimpi “menjadi sultan”. Tapi, mobil ini cukup masuk akal untuk membuat seseorang berpikir, “Kayaknya kalau cicilan lima tahun masih bisa.”
Momen ketika anak muda mulai merasa perlu terlihat sedikit lebih stabil
Ada fase ketika anak muda ingin hidupnya terlihat lebih mapan dan stabil. Khususnya setelah bekerja selama beberapa tahun. Dulu, datang ke mana-mana naik motor dengan helm yang catnya mulai pudar masih terasa wajar.
Namun, setelah bekerja, apalagi ketika lingkungan pertemanan terisi orang-orang yang juga sedang berusaha terlihat dewasa, standar itu pelan-pelan berubah. Motor masih cukup, tapi mobil mulai terasa menarik. Bukan selalu karena kebutuhan, melainkan karena memberi kesan hidup sudah punya arah.
Di titik itulah nama Honda Brio sering muncul dalam percakapan. Keputusan membeli mobil pertama jarang terjadi secara tiba-tiba. Biasanya ada proses panjang yang cukup dramatis di baliknya.
Awalnya hanya menonton video ulasan mobil di internet. Lalu mulai membuka situs dealer hanya untuk “lihat-lihat”. Setelah itu muncul kebiasaan baru yang cukup berbahaya, yaitu membuka simulasi kredit. Di situ, seseorang mulai bermain dengan angka dan cicilan Honda Brio kok rasanya “aman”.
Bagaimana kalau DP sekian.
Tenor lima tahun bisa juga.
Cicilannya sekian juta per bulan masih aman.
Di titik tertentu, angka itu mulai terasa tidak terlalu menakutkan.
Apalagi ketika si anak muda ini mulai membandingkan cicilan Honda Brio dengan dengan jumlah uang untuk nongkrong, traveling dadakan, atau membeli hal-hal kecil yang sebenarnya tidak terlalu penting tapi terasa menyenangkan. Dan akhirnya muncul kesimpulan yang sangat khas:
“Kayaknya masih bisa.”
Ketika mobil kecil seperti Honda Brio mulai mengubah cara orang melihat kita
Hal menarik dari memiliki mobil pertama bukan hanya soal transportasi. Ada perubahan sosial kecil yang sering terjadi tanpa kita sadari. Orang yang sebelumnya datang ke acara keluarga naik motor tiba-tiba datang bawa Honda Brio. Reaksi orang-orang biasanya tidak terlalu dramatis.
Tapi kalimat seperti, “Wah sekarang sudah pakai mobil,” sering muncul dengan nada yang setengah kagum, setengah penasaran. Padahal mobilnya kecil. Bahkan kalau parkir di sebelah SUV besar, Honda Brio terlihat seperti anak kecil yang “tersesat” di antara orang dewasa. Bahkan ia kerap dihina. Tapi, simbolnya tetap kuat.
Mobil pertama selalu membawa makna sosial yang bikin bahagia. Kamu tidak bisa mengukur perasaan ini dengan ukuran mesin atau harga kendaraan.
Realitas yang datang setelah euforia mobil pertama
Tentu saja ada fase kenyataan yang datang setelah euforia mobil pertama berlalu. Ini fase ketika pemilik mobil mulai benar-benar memahami arti dari kata “biaya operasional”. Ada bensin, servis berkala, pajak kendaraan yang tiba-tiba terasa lebih besar ketika resmi membawa Honda Brio, belum lagi biaya kecil lain yang sering muncul tanpa pemberitahuan.
Tapi menariknya, banyak orang tetap merasa keputusan itu tidak sepenuhnya salah. Karena mobil kecil seperti Honda Brio sering membawa kenyamanan yang sebelumnya tidak dimiliki.
Misalnya, pergi saat hujan tidak lagi menjadi drama. Belanja bulanan tidak lagi harus diangkut dengan teknik logistik tingkat tinggi di atas motor. Dan, perjalanan jauh bersama teman atau keluarga terasa sedikit lebih santai.
Alasan Honda Brio terasa sangat cocok dengan kehidupan anak muda
Jika melihatnya secara objektif, ada beberapa alasan faktual Honda Brio cukup populer di kalangan anak muda. Misal, dimensi Honda Brio itu kecil sehingga tidak terlalu menakutkan bagi pengemudi pemula. Lalu, mesinnya relatif efisien sehingga biaya bahan bakarnya masih bisa ditoleransi oleh gaji pekerja awal karier.
Kita juga tahu kalau biaya perawatannya relatif terjangkau dibandingkan mobil yang lebih besar. Dan sebagai mobil produksi massal dari Honda, ketersediaan suku cadangnya relatif aman. Semua faktor ini membuat Honda Brio terasa seperti pilihan yang cukup aman bagi seseorang yang baru pertama kali masuk ke dunia kepemilikan mobil.
Baca juga: Honda, Bisakah Kamu Jualan Brio Aja?
Ini soal cerita hidup
Honda Brio mungkin tidak akan membuat orang berhenti di lampu merah hanya untuk memotretnya. Ia tidak se-eksklusif sport car dan tidak sebesar mobil pejabat.
Tapi, justru karena kesederhanaannya, Brio terasa dekat dengan kehidupan banyak orang. Ia sering menjadi mobil pertama karena menawarkan campuran keberanian, optimisme, dan sedikit kenekatan finansial, khususnya untuk anak muda.
Selama cicilan masih bisa aman, bensin terisi, dan kopi akhir pekan tetap aman, banyak anak muda merasa keputusan membeli Honda Brio bukan keputusan yang buruk. Karena di tengah hidup yang sering tidak pasti, punya sesuatu yang bisa dikemudikan pulang setiap malam kadang sudah cukup menenangkan.
Penulis: Muhamad Sigit Adji Saputra
Editor: Yamadipati Seno
BACA JUGA Brio, Mobil Honda yang Paling Aneh: Nggak Punya Apa-apa, tapi bisa Menjadi yang Paling Laris dan ulasan menarik lainnya di rubrik OTOMOJOK.
